Pertamina Kejar Kapasitas Energi Bersih Panasbumi 1.112 MW Hingga Tahun 2026

Pertamina Kejar Kapasitas Energi Bersih Panasbumi 1.112 MW Hingga Tahun 2026

PABUMNews – Untuk mendukung program kemandirian energi di bidang kelistrikan, PT Pertamina (Persero) akan terus menggenjot pengupayaan dan pemanfaatan energi bersih panasbumi. Lima tahun ke depan, tepatnya tahun 2026, perusahaan plat merah dengan anak usahanya PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) ini, menargetkan kapasitas panasbumi dua kali lipat dari sekarang atau sebesar 1.112 MW.

Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H Samsu mengungkapkan, untuk mengejar target tersebut, Pertamina siap mengucurkan investasi sebesar 2,68 dollar AS miliar atau sekitar Rp38 triliun sampai 2026.

“Sebagai BUMN, Pertamina memiliki peran strategis untuk keberlangsungan suplai energi nasional. Selain terus berupaya menjamin ketersediaan energi baik dari sumber minyak dan gas bumi, juga pengembangan sumber energi baru terbarukan seperti panasbumi,” ujar Dharmawan pertengahan November 2019 lalu dalam siaran persnya.

Menurut Dharmawan, total kapasitas terpasang panasbumi yang dikelola PGE saat ini sebesar 672 MW. Dengan kapasitas sebesar itu, PGE bisa menerangi sebanyak 1.344.000 rumah dan menghemat cadangan devisa migas sekitar 31.785 BOEPD.

“Selain itu, pengurangan emisi sebesar 3,4 ton CO2 per tahun,” tambahnya.

Dharmawan menjelaskan, panasbumi memiliki banyak keunggulan, yakni tidak menyebabkan pencemaran, tidak menghasilkan emisi karbon, dan tidak menghasilkan gas cairan atau material beracun.

“Uap air bertekanan tinggi yang dihasilkan dari eksploitasi panas bumi menjadi sumber energi untuk menggerakkan turbin penghasil tenaga listrik dan tidak menyebabkan pencemaran,” ujarnya.

Pengelolaan panasbumi juga, menurut Dharmawan memberikan dampak positif lainnya. Di antaranya, infrastruktur di wilayah pengembangan ikut dibangun, lingkungan hidup ikut terpelihara, masyarakat di wilayah operasi diberdayakan.

“Kemudian dari sisi produksi, pengembangan panasbumi memberikan kontribusi kepada penerimaan negara dan juga berkontribusi langsung kepada penerimaan daerah melalui pemberian bonus produksi yang ditransfer langsung ke kas daerah,” bebernya. (es)