Perusahaan Panas Bumi Star Energy Wayang Windu, Dukung Tapak Tiara Restorasi Leuweung Citere

Perusahaan Panas Bumi Star Energy Wayang Windu, Dukung Tapak Tiara Restorasi Leuweung Citere

Komunitas Tapak Tiara mencoba turun ke Situ Cinere yang belum lama ini kembali berair. (Dok: Tapak Tiara)

PABUMNews – Star Energy Wayang Windu, operator PLTP Wayang Windu di Gunung Wayang, Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mendukung penuh upaya komunitas Tapak Tiara merestorasi Leuweung Citere, Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Leuweung Citere merupakan bagian dari wilayah PLTP Wayang Windu. Selain merupakan kawasan hutan, di areal ini terdapat belasan mata air yang bermuara ke Situ Cinere. Empat tahun lalu, mata air di kawasan ini kering kerontang, sementara kondisi Leuweung Citere pun nyaris tinggal nama sebab yag tampak hanya rerumputan dan ilalang, bukan leuweung (hutan).

Di Citere komunitas Tapak Tiara menanam lebih dari 1.240 pohon. Kini bibit pohon yang ditanam sejak dua tahun lalu itu, tingginya rata-rata sudah sekitar 2 meter.

Dengan upaya itu, sebagian area Citere sudah sedikit menampakan wajah leuweungnya. Dan yang menggembirakan, seiring dengan tumbuhnya pepohonan, sebanyak 19 mata air yang selama ini kering kini kembali mengeluarkan air. Alhasil, Situ Citere pun kini kembali banyak menampung air.

Ketua Garis Besar Program Kegiatan Pencinta Alam Penelusur Belantara Tapak Tiara, Dedi Ruhiyat mengatakan, Tapak Tiara merupakan kelompok anak-anak muda pecinta alam yang tergerak untuk kembali melestarikan kembali lahan-lahan kritis di Jawa Barat terutama di kawasan Pangalengan.

Dedi menambahkan, saat pertama kali masuk ke Leuweung Citere pada 2017 lalu, kondisi di lapangan tidak bisa disebut hutan. Saat itu yang terlihat hanyalah hamparan padang rumput yang saat kemarau terlihat gersang.

“Bahkan di dalam Leuweung Citere terdapat danau yang kondisi airnya sudah mengering padahal kawasan itu merupakan salah satu sumber air bagi masyarakat Jawa Barat dengan adanya PDAM Tirta Raharja di kawasan tersebut,” jelasnya awal Desember 2020 lalu.

Dedi dan kawan-kawan pun bergerak. Dengan tekun, selama tiga tahun Tapak Tiara tak henti melakukan restorasi Leuweung Citere.

Dedi mengakui, upaya itu tak dilakukan Tapak Tiara sendirian, melainkan mendapat dukungan juga dari masyarakat Desa Margamukti dan komunitas sekitar seperti Karang Taruna, Pramuka, siswa sekolah. Mereka ramai-ramai ikut melakukan penanaman bibit pohon sekaligus memelihara lingkungan di sekitar kawasan.

“Alhamdulillah, restorasi kini mulai menampakkan hasil,” katanya.

Head of Department Star Energy Geothermal Wayang Windu, Nungki N. Hendradjati mengatakan, dukungan terhadap Tapak Tiara merupakan salah satu wujud komitmen perusahaan untuk senantiasa concern terhadap upaya pelestarian lingkungan.

Nungki menambahkan, Star Energy Wayang Windu merupakan pengembang energi panas bumi yang bersih dan ramah lingkungan, sehingga akan terus mendorong dan bekerja sama dengan semua pihak dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Termasuk dengan kelompok pecinta alam Tapak Tiara yang melakukan kegiatan konservasi air di kawasan Pengalengan,” paparnya.

Menurut Nungki, Star Energy Wayang Windu memiliki kapasitas PLTP 227 MW. Upaya pelestarian lingkungan penting dilakukan sebab berkaitan dengan kelancaran operasional pembangkit.

“Perusahaan pun senantiasa melaksanakan program efisiensi dan konservasi air, pelestarian keanekaragaman hayati,” paparnya.

Perusahaan, kata Nungki, juga berkomitmen untuk melaksanakan perlindungan lingkungan dan menanggapi perubahan kondisi lingkungan yang seimbang dengan kebutuhan sosial ekonomi melalui sertifikasi ISO 14001:2015.

Selain tersertifikasi, seluruh kegiatan pengelolaan lingkungan juga sejalan dengan program Sustainability Development Goals (SDG’s) sehingga diharapkan kegiatan tersebut dapat mendukung pemerintah dalam mewujudkan tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

Dengan kegiatan usaha yang memperhatikan lingkungan itu perusahaan diganjar dengan peringkat tertinggi dalam program penilaian kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan (PROPER-Emas) sebanyak delapan kali sejak tahun 2005. (es)