Perusahaan Panasbumi Berangkatkan Ibu-ibu Pengrajin Ikuti Pelatihan Keterampilan

Perusahaan Panasbumi Berangkatkan Ibu-ibu Pengrajin Ikuti Pelatihan Keterampilan

Usai melatih ibu-ibu pengrajin dari kawasan PGE Karaha, PKBM An Nur Ibun mendapatkan bantuan renovasi gedung dari Pertamina. Yanti Lidianti, pendiri An Nur, ketiga dari kiri, menunjukkan bantuan tersebut kepada para wartawan (foto: Dok. Pertamina)

PABUMNews- Pemanfaatan panasbumi Karaha yang berlokasi di Garut-Tasikmalaya, Jawa Barat, oleh Pertamina Geothermal Energy (PGE), tak hanya menguatkan pasokan listrik Jawa-Bali, tapi juga ikut menguatkan para pengrajin di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Karaha.

Di antaranya belasan ibu-ibu para pengrajin dari lima desa di Garut dan Tasikmalaya. Perusahaan panasbumi PGE Area Karaha memberangkatkan mereka ke PKBM An Nur, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Di antaranya dari Cintamanik (Garut), Cinta (Garut), Sukahurip (Garut), Kadipaten (Tasikmalaya dan Dirgahayu (Tasikmalaya). Keberangkatan mereka didampingi juru bicara PGE Karaha, Asmaul Husna.

Mereka kemudian dilatih berbagai keterampilan di antaranya mengolah limbah kain sarung menjadi pakaian yang cantik, tepatnya blazer, pelatihan kuliner dan sebagainya.

PKBM Annur sendiri didirikan oleh Yanti Lidiati, seorang pengrajin sukses binaan PGE Area Kamojang. Dengan kepiawaiannya dalam memodifikasi limbah kain sarung, wanita ini melahirkan produk pakaian inovatif yang menembus pasar ekspor.

“Kenapa ibu-ibu dari unit (PGE) Karaha yang dibawa ke sini, pasti ibu-ibu semua banyak kelebihan, ibu itu adalah orang terpilih dari unit binaan Karaha, berbahagialah, dan lakukan terbaik dengan karya,” ujar Yanti kepada para peserta seperti dirilis Liputan6.com (1/3/2019).

Pelatihan yang digelar pada akhir Februari 2019 lalu itu merupakan salah satu wujud program CSR PGE Area Karaha untuk membangun masyarakat sekitar. PLTP Karaha yang beroperasi pada awal-awal 2018 lalu, selama ini memang telah banyak menggulirkan program pengembangan masyarakat sekitar.

Sejak tahun 2015 lalu, perusahaan panasbumi ini sudah terjun langsung mendorong para petani kopi di sekitar area PLTP untuk lebih maju. Tak hanya pemberian bibit berkualitas dan cara pengolahan, PGE juga memberikan alat roaster kepada para petani, di antaranya kepada Kelompok Tani Mekar Harapan Desa Dirgahayu dan Kelompok Tani Wargi Saluyu 1 Desa Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya.

Sementara itu, emak-emak yang mengikuti pelatihan di PKBM An Nur Kecamatan Ibun, menyatakan sangat terkesan dan sangat terbantu dengan pelatihan ini. Mereka mengaku banyak hal baru yang bisa diambil untuk diterapkan di kampung halamannya dalam mengelola kerajinan. Di antaranya soal kemasan produk, varian rasa produk dan sebagainya.

Asmaul Husna, Juru Bicara PGE unit Karaha, menyatakan, pola fikir merupakan penentu keberhasilan seseorang dalam mengembangkan usaha. Jadi, lanjutnya, paradigmanya harus diubah dulu. “Tanamkan sikap dan jiwa optimisme,” katanya.

Karenanya, meskipun produk kerajinan lokal di kawasan PGE Area Karaha cukup melimpah, namun umumnya mereka sulit menemukan pasar. “Padahal melimpahnya potensi alam seperti kerajinan makanan ringan khas daerah, kemudian sumber lainnya yang dimiliki para anggota kelompok peserta, bisa menjadi sumber utama dalam meningkatkan kesejahteraan mereka,” katanya.

Sementara Yanti menjelaskan, keberhasilannya merintis produk pakaian terutama baju blezer dari limbah sarung, di antaranya selain karena kualitas produk, juga karena pemilihan pasar. Menurutnya, blezernya tidak dijual di Ibun sebab tak akan laku, tapi dijual ke luar kota bahkan luar negeri. Alhasil, kini blezer bikinan Yanti laris manis di pasaran. (es)