Perusahaan Panasbumi PGE Berkontribusi Kurangi Emisi Karbon 2,58 Juta Ton/Tahun

Perusahaan Panasbumi PGE Berkontribusi Kurangi Emisi Karbon 2,58 Juta Ton/Tahun

PLTP Karaha Bodas, Jawa Barat, yang dikelola Pertamina Geothermal Energi. (Foto: thinkgeoenergy)

PABUMNews – Sekarang ini Indonesia memiliki total kapasitas terpasang panasbumi sebesar 1.948,5 MW, berada di posisi kedua di dunia setelah Amerika Serikat yang memiliki total kapasitas terpasang panas bumi 3.639 MW.

Kontribusi PT. Pertamina Geothermal Energi dalam total kapasitas Indonesia tersebut, sebesar 617 MW. Kapasitas sebesar itu dipasok dari PLTP Kamojang 235 MW, PLTP Ulubelu 220 MW, PLTP Lahendong 120 MW, PLTP Karaha 30 MW, dan PLTP Sibayak 12 MW. Secara badan usaha tunggal, PGE memang mengelola kapasitas panasbumi paling besar di Indonesia.

PGE merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero). Didirikan pada tahun 2006, dengan demikian, perusahaan yang bergerak di bidang panasbumi ini sudah berkiprah menyediakan dan mencari energi bersih panasbumi selama 13 tahun.

PGE pun telah melahirkan dua anak usahanya yaitu PT Pertamina Geothermal Energy Lawu yang didirikan pada 9 Mei 2016, kemudian PT Geothermal Energi Seulawah yang didirikan pada 31 Juli 2017.

Dengan memiliki kapasitas panasbumi 617 MW, PGE berpotensi mengurangi emisi karbon sebesar 2,58 juta ton CO2e/tahun dan sudah masuk dalam mekanisme Clean Development Mechanism (CDM).

“CDM merupakan suatu proyek dengan fungsi menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dapat bermanfaat secara ekonomi dan dapat mengurangi pemanasan global untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujar Ali Mundakir, Direktur Utama PGE seperti dimuat di laman pge.pertamina.com.

Bulan ini (September 2019) PGE ditargetkan mendapatkan tambahan kapasitas sebesar 55 MW dari PLTP Lumut Balai I. Dengan demikian, kapasitas yang dikelola PGE akan menjadi 672 MW di tahun 2019 ini.

Setelah Lumut Balai, PGE menargetkan PLTP Hululais bisa beroperasi komersial secara bertahap dengan kapasitas 2 x 55 MW pada 2022 dan 2023. Selain itu, PGE juga tengah mengembangkan PLTP Seulawah di Aceh. Direncanakan, kapasitas total dari WKP ini mencapai 55 MW-110 MW.

PGE pun tengah melakukan eksplorasi panasbumi di Bukit Daun dan Gunung Lawu.

PGE memang dinilai agresif dalam pengembangan panasbumi. Bahkan perusahaan ini menargetkan memiliki kapasitas 1.112 MW pada tahun 2026. Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menggali kapasitas sebesar itu? Jawabnya : US$2,68 miliar. (es)