Perusahaan Panasbumi Star Energy dan Supreme Energi Raih Subroto Award 2019

Perusahaan Panasbumi Star Energy dan Supreme Energi Raih Subroto Award 2019

PABUMNews – Dua WKP (wilayah kerja panasbumi) milik Star Energy menyabet penghargaan tertinggi Subroto Award 2019 untuk Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lindungan Lingkungan (K3LL) Panas Bumi.

Kedua WKP tersebut adalah Star Energy Geothermal Darajat II dan Star Energy Geothermal Salak, yang meraih penghargaan Bidang K3LL pada wilayah kerja panasbumi berproduksi.

Yang membanggakan, PT Supreme Eenergy pun meraih penghargaan tertinggi untuk bidang yang sama. PT SEML (Muara Laboh) meraih penghargaan tertinggi bidang K3LL untuk wilayah kerja panasbumi non produksi.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar pada malam penganugerahan Subroto 2019 di Djakarta Theatre, Jakarta, Jumat (27/9/2019) lalu.

Penghargaan Keselamatan Ketenagalistrikan merupakan apresiasi Kementerian ESDM terhadap komitmen para operator pembangkit listrik dalam menjamin kelangsungan keselamatan kerja di kegiatan ketenagalistrikan.

Penghargaan ini merupakan bagian dari 62 Penghargaan Subroto 2019 yang diberikan kepada stakeholder yang berperan aktif membangun sektor ESDM.

“Acara ini sebagai refleksi bagi kita untuk terus menyesuaikan semangat kerja yang lebih cepat dalam memahami perubahan dunia,” kata Jonan dalam sambutannya.

Penghargaan Subroto sudah digelar tiga kali sejak 2017 lalu. Seperti diketahui, penghargaan ini mengambil nama Prof. Subroto, Menteri Pertambangan dan Energi periode 1978 – 1988. Subroto dinilai sangat berjasa dalam mengembangkan sektor energi di Indonesia.

Ada 10 katagori yang dianugerahkan pada Malam Penganugerahan Perhargaan Subroto 2019. Selain bidang K3LL, juga Bidang Efisiensi Energy, Bidang Kepatuhan PNBP Mineral dan Batubara dan bidang lainnya.

Masih dalam acara itu, Jonan menegaskan, saat ini pemerintah tengah menghadapi tantangan global dalam mengatasi perubahan iklim (climate change) melalui Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Saat saya menghadiri UN General Assembly, para pemimpin dunia komit untuk mengembangkan EBT termasuk Indonesia. Karena energi akan sangat berpengaruh terhadap perubahan iklim,” kata Jonan.

Jonan mengajak para stakeholder untuk mengeksekusi segera pemanfaatan EBT jika tidak ingin dampak dari climate change menimbulkan efek negatif bagi kehidupan masyarakat.

“Ini menjadi konsen besar yang harus dilakukan bersama-sama,” katanya. (Es)