PGE Incar Panasbumi Gunung Guntur Garut

PGE Incar Panasbumi Gunung Guntur Garut

Objek wisata Cipanas Garut, salah satu pemanfaatan langsung panasbumi Gunung Masigit (sumber foto: Garut News)

PABUMNews- PT Pertamina Geothermal Energi (PGE), anak usaha PT Pertamina (Persero), pengelola panasbumi Area Kamojang, Jawa Barat, mengincar area panasbumi Gunung Masigit di kawasan Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Area panasbumi ini berada di sebelah Area Kamojang.

Direktur Utama PT PGE, Ali Mundakir mengatakan, PGE memang berencana memperluas area pemanfaatan panasbumi di wilayah Garut, di antaranya berencana mengelola panasbumi di Gunung Masigit di kawasan Gunung Guntur. Untuk itu, PGE sedang mengurus perubahan status zona agar masuk WKP Kamojang Darajat.

“Status Guntur Masigit ada di lahan konservasi, untuk itu izin pengelolaan jasa lingkungan harus berubah terlebih dulu dari hutan konsevasi ke taman wisata alam,” kata Ali, seperti dirilis Dunia Energi, Selasa (6/11/2018).

Menurut data dari Pemkab Garut, panasbumi di Gunung Masigit memiliki potensi sekitar 70 MW. Pemanfaatan langsung panasbumi dari kawasan ini sebenarnya sudah dilakukan sejak lama oleh Pemkab Garut, berupa pengelolaan objek wisata Cipanas yang mengandalkan air panas alami. Objek wisata ini kini menjadi salah satu ikon Kabupaten Garut dan menjadi tujuan utama wisata di Kabupaten Garut.

Lokasi Gunung Masigit sendiri berada sekitar 6 hingga 9 km ke sebelah Barat objek wisata Cipanas.

Pemkab Garut terbuka terhadap investasi panasbumi. Seperti diungkapkan Bupati Garut Rudy Gunawan saat acara Sosialisasi Capaian Kinerja Kementerian ESDM 2018 di Kamojang pada Jumat (2/11/2018) lalu, pengelolaan panasbumi sangat bermanfaat bagi masyarakat dan Pemkab Garut.

“Pengelolaan panasbumi bisa mendorong percepatan pembangunan daerah,” kata Rudy Gunawan saat itu.

Seperti diberitakan, sebagai daerah penghasil panasbumi, Garut telah menerima bonus produksi panasbumi sejak lama. Bupati Rudy menyebutkan, kontribusi panasbumi bagi Kabupaten Garut dari kawasan Darajat mencapai antara Rp 8 sampai Rp 9 miliar per tahun, dari PLTP Kamojang mencapai Rp 1,2 miliar per tahun dan pada tahun 2018, sudah mulai masuk kontribusi dari Karaha.

Ditambahkannya, Pemkab Garut mulai menerima bonus produksi panasbumi sejak tahun 2006. Hingga tahun 2018 sekarang total bonus produksi panasbumi yang telah diterima Pemkab Garut melalui kas daerah sebesar Rp 275 miliar.

Selain Gunung Masigit, potensi panasbumi di Garut yang belum digarap terdapat di Cilayu Kecamatan Cisewu yang memiliki potensi 100 MW dan Ciarinem Kecamatan Pakenjeng dengan potensi 25 megawatt.

Tiga titik potensi tersebut pernah diusulkan oleh PT Garut Energi menjadi satu wilayah manivestasi untuk diusahakan pada tahun 2014 yang hingg kini usulan itu  masih dalam proses di Direktorat Panasbumi, Ditjen EBTKE, Kementerian ESDM. (es)