PLN dan ESDM Belum Sepakat Soal Harga Listrik, Lelang Lima WKP Panasbumi Tertunda

PLN dan ESDM Belum Sepakat Soal Harga Listrik, Lelang Lima WKP Panasbumi Tertunda

Kawah Gunung Galunggung, Tasikmalaya (sumber foto: makalahskripsi.com)

PABUMNews- Lelang 5 WKP Panasbumi berkapasitas 311 MW tertunda akibat PLN dengan Kementerian ESDM belum menemukan kata sepakat mengenai harga jual listriknya.

Seperti diketahui, proses lelang WKP Panasbumi sekarang ini harus dilengkapi dengan PTA (perjanjian pratransaksi) yang berisi harga jual listrik dari WKP yang dilelang. Tujuannya agar pengembang swasta atau IPP bisa langsung memutuskan apakah akan ikut lelang atau tidak dengan melihat harga jual listrik dari WKP tersebut. PTA disusun oleh PLN sebagai calon pembeli listrik dengan persetujuan Kementerian ESDM.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara PLN, Djoko Rahardjo Abumanan menjelaskan, pihaknya telah menyusun draf PTA dari kelima WKP yang akan dilelang. Namun, tarif listrik masih dinegosiasikan dengan Kementerian ESDM.

“Mereka mau harganya lebih tinggi dari yang ditawarkan PLN,” ujarnya seperti dirilis katadata.co.id, Rabu (10/4/2019).

Kelima WKP yang akan dilelang tersebut WKP Gunung Galunggung di Jawa Barat dengan kapasitas 10 MW, Telaga Ranu di Maluku Utara dengan kapasitas 85 MW, Laniea di Sulawesi dengan kapasitas 66 MW, Sembulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) berkapasitas 100 MW, dan Gunung Wilis di Jawa Timur dengan kapasitas 50 MW. Total kapasitas dari kelima WKP tersebut 311 MW.

Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE Ida Nuryatin Finahari mengatakan, lelang kelima WKP tersebut kemungkinan akan dilakukan pada Mei bulan depan. Sekarang ini pihak PLN masih menyusun PTA-nya.

PTA merupakan syarat lelang WKP yang berisi skema tarif listrik yang akan digunakan. (es)