PLN Tolak Penugasan 5 WKP, Prijandaru: Pengembang Siap Ambil Alih

PLN Tolak Penugasan 5 WKP, Prijandaru: Pengembang Siap Ambil Alih

Ketua API Prijandaru Effendi (Dok. Supreme Energy)

PABUMNews – Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) Prijandaru Effendi menyatakan, pengembang siap mengambil alih pengerjaan proyek panasbumi yang ditolak pihak PLN.

Kelima proyek tersebut yaitu WKP Wapsalit 5 MW di Maluku, Sumani 20 MW di Sumatera Barat, Lainea 20 MW di Sulawesi Tenggara, Suwawa 10 MW di Gorontalo, dan Cubadak 10 MW di Sumatra Barat.

Mengutip Bisnis.com (28 Juni 2019), Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN Djoko Rahardjo Abumanan menyatakan pihaknya tak bersedia mengambil penugasan pemerintah untuk menggarap proyek ke-lima WKP tersebut. Djoko menjelaskan, dari hasil kajian yang telah dilakukan, pengelolaan kelima WKP itu membutuhkan biaya produksi yang mahal.

“PLN berupaya melakukan efisiensi produksi dengan mengelola pembangkit berbiaya murah untuk terus menekan nilai tarif listrik di masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Prijandaru mengatakan, apabila PLN benar-benar tak bersedia mengelola kelima WKP yang ditugaskan, pengembang siap mengambil alih dengan catatan ada kepastian bahwa PLN bersedia membeli listriknya.

“Harganya pun harus sesuai dengan keekonomian proyek,” ujarnya.

Menurutnya, jika PLN menyatakan pengelolaan kelima WKP itu membutuhkan biaya mahal, maka pengembang pun akan menawarkan harga keekonomian yang proporsional dengan biaya pengelolaan.

“Apakah mungkin PLN membeli listrik yang ditawarkan oleh pengembang, karena harga listriknya juga pasti mahal,” katanya (Bisnis.com, Minggu, 30/6/2019).

Prijandaru optimistis, dengan dukungan kebijakan insentif dari pemerintah, pengembang akan bersedia mengelola kelima WKP yang ditolak PLN. (es)