PLTP Lumut Balai Mulai Beroperasi

PLTP Lumut Balai Mulai Beroperasi

PABUMNews- Pertamina Geothermal Energy (PGE) baru saja mengoperasikan PLTP Lumut Balai Unit 1, Muara Enim, Sumatera Selatan.

Thinkgeoenergy dengan mengutip laporan para insinyur ELC Electroconsult, Selasa (23/10/2018) menyebutkan, pekerjaan komisioning telah dimulai untuk PLTP Lumut Balai Unit 1 yang berkapasitas 55 MW.

Lumut Balai akan dikembangkan sampai unit IV dengan kapasitas masing-masing 55 MW. Unit 2 diharapkan beroperasi tahun 2019, Unit 3 2022 dan Unit 4 2024.

Beberapa waku lalu kepada sejumlah media, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy, Ali Mundakir mengatakan, tahap uji coba mesin di PLTP Lumut Balai Unit 1 berlangsung pada Agustus 2018.

Dia menjelaskan, dalam uji coba itu, alat dan mesin diuji coba satu per satu. Selanjutnya, proyek akan sudah mulai menghasilkan atau menyengatkan setrum pada Oktober 2018. Tahap berikutnya berupa sinkronisasi dengan sistem kelistrikan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Pengoperasian secara komersial atau commercial operation date (COD) akan dilakukan setelah tahapan-tahapan tersebut terselesaikan. “Insya Allah akhir tahun ini sudah bisa onstream, atau Desember mungkin,” kata Ali.

PLTP Lumut Balai merupakan salah satu proyek kelistrikan yang termasuk dalam Program Percepatan 10.000 MW Tahap II. PLTP ini berlokasi di Desa Panindayan, Kecamatan Semendo, atau sekitar 108 km dari kota Baturaja. Kegiatan pemboran eksplorasi area ini telah dimulai sejak tahun 2007.

Konstruksi PLTP Lumut Balai dikerjakan oleh Hawkins Group, perusahaan konstruksi dan infrastruktur dari Selandia Baru yang juga mengerjakan konstruksi PLTP Karaha, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Di Lumut Balai, Hawkins ditunjuk untuk mendesain, melakukan pengadaan, mengonstruksi, serta membangun PLTP tersebut, plus melakukan instalasi semua peralatan PLTP yang dipasok oleh Toshiba.

Sementara itu, sejak tahun lalu, PGE menjalankan tujuh proyek panas bumi secara paralel. Yaitu, Sungai Penuh upstream project 1×55 MW dengan target beroperasi 2020. Hululais upstream project 2×55 MW dengan target beroperasi 2019 untuk unit 1 dan 2021 unit 2.

Kemudian Ulubelu total project 2×55 MW yang beroperasi 3 Juli 2016 untuk unit 3 dan Juni 2017 untuk unit 4. Pertamina Geothermal Energy juga mengerjakan proyek Lumut Balai Unit 1 dan 2 total kapasitas 2×55 MW, dengan target COD untuk unit 1 pada 2018 dan 2019 untuk unit 2, Lumut Balai Unit 3 dan 4 total kapasitas 2×55 MW. Adapun target COD 2022 untuk unit 3 dan 2024 untuk unit 4. Kemudian Karaha kapasitas 1×30 MW, serta Lahendong Unit 5 dan 6 dengan total kapasitas 2x20MW, COD pada 15 September 2016 untuk unit 5 dan 9 Desember 2016 unit 6. (es)