PLTP Unit 2 Dieng dan Patuha Kurangi Emisi CO2 700.000 Ton Per Tahun

PLTP Unit 2 Dieng dan Patuha Kurangi Emisi CO2 700.000 Ton Per Tahun

Dirut GDE Riki F Ibrahim (paling tengah) dan jajaran direksi GDE lainnya berfoto bersama pejabat Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan. (Foto: Dok.GDE)

PABUMNews – Geo Dipa Energi (GDE) yang telah mendapatkan persetujuan pinjaman dari Bank Pembangunan Asia (ADB) sebesar 300 juta Dolar AS setara Rp 4,19 triliun, segera melakukan pembangunan fisik untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Unit 2 Dieng dan Patuha.

Direktur Utama GDE Riki F Ibrahim menyatakan, pembangunan fisik untuk PLTP 2 Dieng dan Patuha akan dilakukan tahun 2020 ini hingga tahun 2023.

“Proyek tersebut sangat strategis bagi pengembangan investasi panas bumi di Indonesia. Serta berperan mendukung upaya pemerintah untuk menarik investasi sektor swasta di sektor ini,” jelas Riki dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/6/2020).

Dengan pengembangan tersebut, rencananya GDE akan meningkatkan kapasitas PLTP Dieng dan Patuha hingga 220 MW dari kapasitas sekarang 110 MW.

“Penambahan kapasitas direncanakan 55 MW baik untuk PLTP Dieng Unit 2 maupun Patuha Unit 2,” papar Riki.

Kedua proyek tersebut sudah dipersiapkan sejak kuartal IV 2019, dengan proses persiapan pendanaan, perencanaan proyek, dan pembuatan dokumen pengadaan.

Riki menjelaskan, Patuha 2 dan Dieng 2 merupakan Proyek Strategis Nasional yang menyediakan listrik ramah lingkungan dalam jaringan Jawa-Bali. Selain itu akan mengurangi tingkat emisi CO2 lebih dari 700.000 ton per tahun jika dibandingkan pembangkit listrik yang bersumber dari energi fosil.

“Kemudian dapat mengurangi impor minyak setara dengan 35 juta Bbl BBM untuk 25 tahun,” paparnya.

Selain mengembangkan PLTP Unit 2 Dieng dan Patuha, Geo Dipa juga sekarang ini tengah mengembangan PLTP Small Scale Dieng sebesar 10 MW. PLTP ini ditargetkan beroperasi akhir tahun 2020.

PLTP small scale Dieng masuk dalam Road Map Panas Bumi EBTKE 2017-2025, bahkan termasuk Kegiatan Prioritas Pemantauan Kantor Staf Presiden Jokowi yang selalu dimonitor guna peningkatan Kapasitas Terpasang PLTP di Indonesia. (es)