PT SERD Berdayakan Kaum Perempuan Lewat Kopi

PT SERD Berdayakan Kaum Perempuan Lewat Kopi

Penandatangan Power Purchase Agreement (PPA) Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Rantau Dedap antara PT PLN (Persero) dengan PT Supreme Energy Rantau Dedap, disaksikan Menteri ESDM Ignasius Jonan. (Petrominer/Sony)

PABUMNews- PT Supreme Energi Rantau Dedap (SERD), operator PLTP Rantau Dedap di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, yang kini telah memasuki tahap eksploitasi, memberdayakan kaum perempuan di sekitar PLTP lewat komoditas kopi.

Kaum perempuan di sekitar PLTP Rantau Dedap, tak hanya diajari cara bagaimana memetik, mengolah dan mengemas kopi yang baik dan benar, tapi juga dibantu dari sisi pemasarannya. Reuters dan ADB mempublikasikan keberhasilan PT SERD dalam pemberdayaan kaum perempuan lewat kopi ini beberapa waktu ke belakang.

Untuk membantu pemasaran kopi yang diproduksi kaum perempuan di Rantau Dedap, pihak SERD tah menandatangani kerjasama dengan sejumlah perusahaan kopi, di antaranya PT Fortunium, Rumah Kopi Ranin, dan Indokom. Ketiga perusahaan ini merupakan suplier besar yang memasok kebutuhan kopi dalam dan luar negeri.

“Kopi memiliki potensi untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar PLTP,” kata Viswanathan Ramasubramanian, salah seorang pejabat Asia Development Bank (ADB) seperti dirilis Reuters.

Pemberdayaan warga sekitar lewat komoditas kopi, dilakukan SERD sejak dua tahun silam. Perusahaan ini bahkan mengundang para ahli agronomi dan ahli pertanian lainnya dari sejumlah perguruan tinggi untuk kepentingan penanaman kopi dan memberikan pelatihan kepada warga.

Ternyata, kegiatan ini mendapat respon positif dari warga sekitar sehingga banyak sekali warga yang ikut serta.

SERD pun sangat serius dengan kegiatan ini. Awal tahun 2018, perusahaan patungan antara Marubeni, Supreme Energy, dan Engie ini mengundang para ahli spesialis kopi untuk membantu meningkatkan kualitas biji kopi yang diproduksi petani binaannya. Tujuannya agar para petani bisa mematok harga lebih bagus dari pembeli internasional.

Selain itu, petani pun didorong untuk membentuk kelompok, tujuannya untuk menekan persaingan harga tak sehat antarpetani.

Menurut petinggi di SERD, Ismoyo Argo, kegiatan ini akan terus dikembangkan secara bertahap dan tetap memprioritaskan kaum perempuan.

Proyek PLTP Rantau Dedap akan dikembangkan dalam dua tahap. Pada tahap awal akan menghasilkan kapasitas 86 MW yang ditergatekan COD pada pertengahan 2020. Dengan kapasitas sebesar itu, PLTP Rantau Dedap akan mampu melistriki hingga 130.000 rumah. Kemudian tahap II akan dikembangkan sebesar 134 MW dan ditargetkan akan COD pada 2025. (es)