Rayakan HUT ke-14, Perusahaan Panas Bumi PGE Peroleh Sertifikat ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Suap

Rayakan HUT ke-14, Perusahaan Panas Bumi PGE Peroleh Sertifikat ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Suap

Suasana syukuran HUT ke-14 PT Pertamina Geothermal Energy. (Foto Dok. PGE)

PABUMNews – Perusahaan panas bumi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) berulang tahun yang ke 14 pada Senin tanggal 14 Desember 2020 lalu. Bertepatan dengan perayaan HUT-nya, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini mendapatan kado istimewa yakni berupa sertifikat ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

Sertifikat yang diberikan oleh PT Business Standards Institutions (BSI) Group Indonesia tersebut merupakan buah dari komitmen PGE dalam menjalankan Good Corporate Governance (GCG).

PTH Direktur Utama PGE, Eko Agung Bramantyo, berharap sertifikasi ISO 30071 untuk PGE akan menjadi hal yang sangat berguna bagi pertumbuhan dan pengembangan perusahaan di waktu yang akan datang.

“Harapan saya dengan adanya sertifikasi ISO 30017:2016 ini, pekerja dan mitra kerja PGE tidak hanyak menjadikan suatu pencapaian atau menjadi pajangan saja, tapi juga menjadi jalan hidup semuanya untuk meningkatkan pekerja dan profesionalismenya,” ungkap Eko.

ISO 30071:2016 SMAP merupakan pengakuan dari badan sertifikasi internasional melalui sertifikasi yang bertujuan untuk memberikan kepastian kepada perusahaan bahwa sistem anti penyuapan telah diterapkan menjadi landasan agar seluruh pekerja perusahaan terhindar dari penyuapan dan korupsi.

Sertifikasi ISO 30071:2016 diserahkan oleh PT BSI Group Indonesia secara simbolis dan SMAP ini juga dicanangkan oleh Menteri BUMN sebagai salah satu penjabaran core value BUMN yaitu AKHLAK.

Saat ini PGE mengelola 14 Wilayah Kerja Panas bumi (WKP) dengan total kapasitas terpasang 672 MW. Semua wilayah tersebut dioperasikan sendiri (own operation) oleh PGE.

Kapasitas 672 MW itu berasal dari di PLTP Kamojang di Jawa Barat sebesar 235 MW, Lahendong di Sulawesi Utara 120 MW, Ulubelu di Lampung 220 MW, Sibayak di Sumatera Utara 12 MW, Karaha di Jawa Barat 30 MW dan Lumut Balai di Sumatera Selatan 55 MW.

Selain kapasitas terpasang yang dioperasikan sendiri, PGE mempunyai 1.205 MW yang dijalankan secara joint operation contract (JOC).

Perinciannya, tiga JOC bersama Star Energy di Lapangan Wayang Windu, Darajat dan Gunung Salak, serta satu JOC yang dilaksanakan Sarulla Operation di Lapangan Sarulla Sumatra Utara.

Sekarang ini PGE sedang merampungkan komitmen dalam proses lelang EPC untuk pembangunan PLTP Lumut Balai Unit 2 dengan target kapasitas terpasang 55 MW. Pembangunan PLTP ini merupakan kerjasama antara pemerintah RI dengan Jepang melalui The Japan International Cooperation Agency (JICA). (es)