RUU EBT Masuk Prolegnas 2020, Inilah Draftnya.

RUU EBT Masuk Prolegnas 2020, Inilah Draftnya.

Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar mengesyahkan Prolegnas Prioritas 2020 dalam sidang paripurna, Rabu (22/1/2020).*

PABUMNews – DPR RI telah menetapkan rancangan undang-undang energi baru terbarukan RUU EBT) masuk daftar Prolegnas Prioritas tahun 2020, pada rapat paripurna, Rabu (22/1/2020).

Jenis sumber EBT yang masuk dalam RUU tersebut, untuk energi baru adalah nuklir, sementara untuk sumber energi terbarukan adalah panas bumi, angin, biomassa, sinar matahari, aliran dan terjunan air, sampah, limbah produk pertanian, limbah atau kotoran hewan ternak, gerakan dan perbedaan suhu lapisan laut, dan sumber energi terbarukan lainnya.

Pemanfaatan EBT digunakan untuk pembangkitan tenaga listrik, mendukung kegiatan industri, transportasi, dan/atau kegiatan lainnya.

Dalam draft RUU tersebut disebutkan pula, selain badan usaha, perorangan pun dapat mengusahakan energi terbarukan dengan tetap memerhatikan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Terkait harga, RUU menyebutkan bahwa harga ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dengan memperhatikan:

a.tarif masukan berdasarkan jenis, karakteristik, teknologi, lokasi, dan/atau kapasitas terpasang pembangkit listrik dari Sumber Energi Terbarukan;
b.harga indeks pasar bahan bakar nabati; dan/atau
c.mekanisme lelang terbalik.

Harga Energi Terbarukan berupa tarif masukan ditetapkan untuk jangka waktu tertentu.

Disebutkan pula, dalam hal harga listrik yang bersumber dari Energi Terbarukan lebih tinggi dari biaya pokok penyediaan pembangkit listrik perusahaan listrik milik negara, Pemerintah Pusat berkewajiban memberikan pengembalian selisih harga Energi Terbarukan dengan biaya pokok penyediaan pembangkit listrik setempat kepada perusahaan listrik milik negara dan/atau Badan Usaha tersebut.

Untuk lebih jelasnya, inilah draft RUU EBT yang akan dibahas dan ditetapkan DPR RI: