Sekilas Profil PLTP Rantau Dedap yang Ditargetkan Beroperasi Agustus 2020

Sekilas Profil PLTP Rantau Dedap yang Ditargetkan Beroperasi Agustus 2020

PLTP MuaraLaboh yang dioperasikan Supreme Energy. (*)

PABUMNews – Pembangunan konstruksi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Rantau Dedap di Muara Enim, Sumatera Selatan, hingga April 2020 lalu telah mencapai 82 persen lebih. Seperti diketahui PLTP yang dioperasikan oleh PT Supreme Energi Rantau Dedap (SERD) ini ditargetkan beroperasi pada Agustus 2020 ini.

Namun terkait dengan pandemi Covid-19, diperkirakan target operasi PLTP Rantau Dedap akan mundur.

PLTP Rantau Dedap diproyeksikan memiliki 98,4 MW (2 unit). Infrastrukturnya digarap oleh PT Rekind, anak usaha Pupuk Indonesia Holding Company. PT Rekind juga menggarap infrastruktur PLTP Mura Laboh di Sumatera Barat, yang juga milik Supreme Energy. PLTP ini beroperasi 2019 lalu.

SERD adalah perusahaan patungan yang terdiri dari pengembang tenaga panas bumi Indonesia, PT Supreme Energy; perusahaan perdagangan dan investasi Jepang, Marubeni Corporation; utilitas listrik Jepang Tohoku Electric Power; dan pemimpin energi global ENGIE.

Proyek ini dibiayai dengan kucuran dana dari ADB, Bank Jepang untuk kerja sama internasional dan tiga bank komersial di bawah jaminan dari Nippon Export and Investment Insurance.

Jika sudah beroperasi, PLTP Rantau Dedap diperkirakan mampu melistriki 130.000 rumah. Selain itu akan mengurangi lebih dari 480.000 ton emisi karbon dioksida setiap tahun.

“Ini merupakan upaya gigih panjang lainnya dan komitmen yang kuat dari Supreme Energy dalam pengembangan sumber daya panas bumi di Indonesia, yang merupakan bagian penting dari rencana Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional untuk mencapai ketahanan energi yang berkelanjutan,” papar CEO PT Supreme Energy, Supramu Santosa beberapa waktu lalu.

Selain akan mengalirkan energi bersih ramah lingkungan, pemanfaatan panas bumi Rantau Dedap juga membantu membuka daerah yang agak terpencil di Provinsi Sumatera Selatan, menyediakan kesempatan kerja bagi sekitar 1.200 orang serta memberikan peluang bagi bisnis lokal selama masa konstruksi.

Penajakan sumur eksplorasi pertama di Rantau Dedap dilakukan pada Februari 2014 lalu. Sementara studi geologi dan lain-lain dilakukan sejak tahun 2008.

Tahun 2012, PT SERD melakukan penandatangan jual beli listrik PLTP Rantau Dedap dengan PLN. (es)