Sekilas tentang Muhammad Ali, Sofyan Basir dan PLN

Sekilas tentang Muhammad Ali, Sofyan Basir dan PLN

Muhammad Ali (kedua dari kiri) memimpin sebuah pertemuan dengan karyawan PLN. (sumber foto: laskarpln.org)

 

PABUMNews– Muhammad Ali, jebolan Universitas Gajah Mada (UGM) jurusan Hukum Perdata ini kini jadi Plt Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Listrik Negara (persero), menggantikan Sofyan Basir yang terjerat kasus dugaan korupsi PLTU Riau.

Muhammad Ali menapaki karier di BRI, seperti juga Sofyan Basir. Sofyan Basir menjadi Direktur Utama BRI pada tahun 2005, dan saat itu Ali masih berada di jajaran bawah (Ali masuk ke BRI tahun 1998).

Terakhir, jabatan lelaki kelahiran Purworejo tahun 1961 ini adalah Koordinator Bisnis Ritel BRI. Jabatan itu disandangnya hingga tahun 2015 sebab sejak itu Muhammad Ali ditarik ke PLN untuk menduduki salah satu kursi direksi. Penarikan Muhammad Ali ke PLN adalah setahun setelah Sofyan Basir yang dulu merupakan bosnya di BRI, menjadi Dirut di PLN. Sofyan Basir dilantik menjadi Dirketur Utama PLN pada tahun 2014. Jabatan Ali yang terakhir sebelum ditunjuk menjadi Plt Dirut, adalah Direktur Human Capital Management yang disandangnya sejak 24 Juli 2017.

Rabu tanggal 24 April 2019, Dewan Komisaris PLN memutuskan menonaktifkan Sofyan Basir sebagai dirut dan menunjuk Muhammad Ali sebagai Plt dirut.

Perusahaan strum milik negara ini memang memiliki sejarah panjang sehingga telah mengalami pergantian pimpinan tertinggi beberapa kali. Dua orang mantan Dirut PLN diberi kepercayaan untuk menjadi menteri, yakni Kuntoro Mangunsubroto dan Dahlan Iskan.

Sebagai perusahaan, prestasi PLN pun cukup membanggakan. Tahun 2015, PLN masuk dalam Fortune Global 500 di urutan 480 perusahaan terbesar dunia. Tahun 2016, PLN masuk Peringkat 46 Besar Dunia Dalam “Getting Electricity”.

Berapa kapasitas listrik yang kini dikelola PLN? Sekitar 62.231 MW.

Dari total itu, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang berbahan baku batu bara masih mendominasi, yaitu 24.883 MW atau 48% dari total kapasitas pembangkit yang ada.

Posisi kedua ditempati pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) yang berbahan bakar gas sebesar 11.262 MW atau 22%. Pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang berbahan bakar solar sebesar 5.771 MW atau 11%. Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dan pembangkit listrik tenaga mesin dan gas (PLTMG) sebesar 3.944 MW atau 8%.

Sementara itu, sisanya sekitar 12% berasal dari pembangkit listrik terbarukan sebesar 6.370 MW yang terdiri atas PLTS, PLTA, PLTMH, PLTBio, dan PLTP. (es)