Selain Panasbumi, Patuha Juga Anugerahi Pesona Indah Kawah Putih

Selain Panasbumi, Patuha Juga Anugerahi Pesona Indah Kawah Putih

PABUMNews-Ibarat Bali dengan Indonesia, begitulah Kawah Putih dengan Gunung Patuha.

Orang luar, terutama Eropa, banyak yang tak mengetahui bahwa Bali itu bagian dari Indonesia. Begitu juga Kawah Putih. Orang luar Bandung, apalagi luar Jawa Barat, banyak yang tak mengetahui bahwa Kawah Putih adalah bagian dari Gunung Patuha. Padahal, Kawah putih itu ya Gunung Patuha juga, bukan kawasan tersendiri.

Hal ini terjadi mungkin saking populernya objek wisata Kawah Putih sehingga “induknya” terlupakan. Hal sama terjadi pula dengan Bali. Popularitas Pulau Dewata itu melesat meninggalkan popularitas negaranya.

Indonesia that is where Bali is?” tanya seorang reporter lokal Manchester, Inggris, kepada temannya, repoter olahraga asal Indonesia. Reporter Indonesia itu geleng-geleng kepala.

Lepas dari soal popularitas, kenyataannya Gunung Patuha di kasawan Ciwidey, Kabupaten Bandung, selain menganugerahi energi panasbumi untuk listrik yang kini dikelola PT. Geo Dipa Energi, anak usaha PT. PLN (Persero), juga menganugerahi objek wisata nan indah: Kawah Putih.

Gunung Patuha yang meletus pada abad 10 dan 12 sebenarnya memiliki dua kawah. Satu di bagian barat bernama Kawah Saat karena memang kering, dan Kawah Putih yang tekenal ini.

Bernama Kawah Putih karena tanah dan air kawah ini berwarna putih akibat percampuran sejumlah unsur dengan belerang. Jika dilihat dari kejauhan, air Kawah Putih nampak putih kehijauan. Air kawah ini juga dapat berubah-ubah tergantung kadar belerang, suhu, dan cuaca.

Kawah Putih merupakan salah satu objek wisata andalan bagi Kabupaten Bandung. Berada di ketinggian lebih 2.400 dpml, objek wisata ini dibuka tahun 1987. Dengan ketinggian seperti itu, hawa di Kawah Putih sangat dingin. Rata rata suhunya 8 hingga 22 derajat celcius. Oleh karena itu, Anda yang hendak berlibur ke Kawah Putih, siapkanlah jaket cukup tebal.

Pemandangan air putih dengan kabut tebal di atasnya memang merupakan panorama yang eksotis. Sekeliling kawah tampak dinding kawah yang memutih pula dengan di atasnya tanaman-tanaman yang mengering. Pemandangan yang menyejukkan hati memang. Kita bisa santai dan melepaskan kelelahan serta gundah gulana di tempat ini sambil menghirup udara segar.

Kita pun bisa jalan-jalan di pinggir kawah sambil memandangi air yang putih kehijauan. Satu hal yang cukup berkesan, kawasan Kawah Putih cukup terawat. Suasana di pinggir kawah bersih. Jalanan pun terawat.

Keindahan Kawah Putih pun telah menginspirasi film Heart yang diperankan Acha Septriasa, Irwansyah, dan Nirina Zubir. Kawah Putih menjadi latar belakang film tersebut.

Tapu dulu, dulu sekali, sebelum zaman Hindia Belanda, kawasan Gunung Patuha sangat tertutup. Masyarakat menganggap bahwa kawasan ini merupakan tempat berkumpulnya para raja makhluk halus. Sehingga, jangankan manusia, burung pun tak ada yang mau lewat.

Adalah seorang Belanda keturunan Jerman bernama Franz Wilhelm Junghuhn yang melihat fenomena aneh tersebut. Ia merasa penasaran kenapa kawasan ini sangat sepi sehingga burung pun tak ada yang terbang. Junghuhn kemudian melakukan pendakian sehingga ia berhasil mencapai puncak Patuha. Itu terjadi pada tahun 1837. Dari puncak inilah ia melihat ada sebuah danau dengan air yang sedikit berwarna hijau dengan semburan lava di atasnya. Nah sejak itulah keberadaan Kawah Putih terungkap.

Fasilitas di objek wisata Kawah Putih cukup memadai. Ada mushala sehingga Anda yang muslim bisa menunaikan shalat, WC-WC umum dan pemandian.

Anda yang ingin, di sini pun tersedia berbagai penginapan dari mulai yang berkelas hingga yang sederhana, Anda tinggal memilih sesuai keinginan dan kondisi kocek Anda.

Anda yang ingin berkunjung ke Kawah Putih dengan menggunakan kendaraan pribadi bisa lewat Tol Purbaleunyi, kemudian keluar dari Gerbang Tol Kopo. Dari sini Anda menuju Ciwidey. Nah, di Ciwidey akan ditemukan pintu masuk kawasan wisata Kawah Putih. (es)