Silika di Area PLTP Dieng Ternyata Bisa Jadi Cairan Anti Karat

Silika di Area PLTP Dieng Ternyata Bisa Jadi Cairan Anti Karat

Silika di lapangan PLTP (sumber foto: geologi.co.id)

PABUMNews – Pada pertengahan April hingga pertengahan Mei 2012 lalu, pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP) Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, sempat berhenti beroperasi. Alhasil, pada kurun waktu tersebut PLTP Dieng pun berhenti memasok listrik ke PLN.

Penghentian sementara operasi PLTP Dieng pada saat itu terjadi karena sumur-sumur produksi tersumbat oleh bahan-bahan yang mengandung silika.

Mengutif laman Geo Dipa Energi, Silika amorf (SiO2) memang merupakan mineral ikutan dari produksi PLTP di Dieng. Jumlahnya pun cukup masif, dan ini menjadi salah satu kendala utama aktivitas produksi di PLTP Dieng. Material deposisi Silika, baik yang telah terendapkan maupun yang dikeruk secara manual, berbentuk sludge itu hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Tak dinyana, di tangan anak-anak muda kreatif, silika yang selama ini menjadi pengganggu produksi listrik panasbumi di Diengtersebut, menjadi sesuatu yang berguna. Anak-anak muda itu adalah Ari Purnomo (21), Ferio Dalanta (21), dan Adelia Dian Oktaviani (20), mahasiswa Universitas Dipenogoro Semarang jurusan Teknik Kimia. Dari silika di kawasan PLTP Dieng, ketiganya berhasil memproduksi sesuatu yang diberi nama Sufoting, cairan yang bisa melindungi benda dari korosi (karat).

Sufoting dihasilkan melalui riset yang cukup lama. Menurut Ari Purnomo seperti dilansir Tribunnews.com (24/5/2018), dasar awal mereka melakukan riset karena prihatin melihat material batang besi atau yang produk berbahan dasar besi mudah mengalami korosi atau berkarat.

“Termasuk juga batang-batang bambu. Ketika terkena air hujan pun mudah membusuk, menjamur. Dari situ kami mencari gagasan untuk mengurangi risiko terhadap material (barang) yang selama ini tidak terlalu tahan lama ketika terkena air,” jelasnya.

Dengan dukungan serta pengetahuan tentang silika dari dosen pembimbingnya, Dr. Ing. Silviana, ketiganya akhirnya melakukan riset untuk menciptakan produk yang bisa menahan proses korosi. Mereka pun mendatangi area PLTP Dieng di mana silika memang tersedia dengan jumlah yang sangat banyak. Maka terciptalah cairan Sufoting! Cara menggunakannya cukup disemprotkan pada  besi atau benda yang ingin terhindar dari korosi.

Selain anti korosi, Sufoting juga bisa digunakan sebagai anti air atau anti basah. Pasalnya, benda- benda yang sudah disemprot cairan tersebut, tak bisa ditembus dengan air. Kertas sekali pun,  Air yang menetes pada kertas yang sudah disemprot, malah menggumpal, tak merembes atau menembus.

Oleh karena itu, temuan inovatif ketiga mahasiswa ini akan dikembangkan agar bisa diterapkan pada sepatu, jaket dan pakaian untuk menghadapi musim penghujan.

Dijadikan paving block

Pihak Geo Dipa Energi, pengelola PLTP Dieng, sempat pula menggandeng LIPI agar tercipta solusi untuk memecahkan keberadaan silika yang selalu menjadi problem dalam proses produksi. Maka terciptalah paving block. Sayangnya, paving blok berbahan dasar silika tersebut belum memasyarakat luas. (es)