Star Energy Mulai Garap Panasbumi Lampung Barat

Star Energy Mulai Garap Panasbumi Lampung Barat

Gubernur Lampung Arinal Junaidi memberikan arahan kepada pihak Star Energy dan staf di lingkungan Pemprov Lampung terkait pemanfaatan panasbumi Suoh-Sekincau. (Foto Dok. Humas Pemprov Lampung)

PABUMNews – PT Star Energy segera memulai melaksanakan survei pendahuluan dan eksplorasi di WKP Suoh Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Perusahaan di bawah Barito Pacific ini resmi mendapatkan penugasan PSPE untuk WKP Suoh Sekincau pada momentum IIGCE 2018 lalu.

September 2019, sejumlah pejabat Star Energy telah sowan kepada Gubernur Lampung, Arinal Junaidi dan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus. Dalam kesempatan itu, baik Gubernur maupun Bupati menyatakan menyambut baik rencana tersebut. Bahkan Gubernur Arinal mengatakan, pemanfaatan panasbumi Suoh sebagai energi listrik diharapkan bisa mengatasi krisis energi yang dialami Lampung sebesar 600 MW selama ini.

“Potensi panasbumi Souh mencapai 495 MW. Jika dimanfaatkan akan menjadi solusi krisis energi yang dialami Lampung selama ini,” katanya pada pertemuan dengan pihak Star Energy.

Sebagai bentuk dukungannya atas pemanfaatan panasbumi di Suoh, Gubernur pun didampingi pihak Star Energy serta Bupati Lampung Barat, berkunjung ke lokasi pada Selasa (24/9/2019). Ia berharap pemanfataan panasbumi Suoh bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung Barat khususnya dan Lampung umumnya.

Arinal menambahkan, energi yang bersumber dari fosil dan batu bara akan segera ditinggalkan karena berdampak polusi. Hal ini sudah dilakukan oleh negara-negara di Eropa dan Amerika.

“Oleh karena itu Lampung pun harus memulai gerakan pemanfataan energi hijau untuk mengurangi polusi. Dan salah satu sumbernya adalah geothermal,” kata Arinal.

Sementara itu, dalam kesempatan lain, salah seorang manager di lingkungan PT Star Energy, Irwan Syahrir Azof kepada media mengatakan, pada tahapan awal pihaknya akan melakukan survey terlebih dahulu untuk melihat lokasi potensi panasbumi di Suoh.

“Dengan survei ini diharapkan akan diketahui titik-titik potensi panasbumi yang akan dikembangkan,” ujarnya.

Suoh Sekincau ditetapkan menjadi WKP dengan SK Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 7439K/30/MEM/2016. Sebelumnya, WKP Suoh direncanakan akan digarap oleh Chevron, akan tetapi perusahaan ini melepasnya hampir berbarengan dengan pelepasan WKP Ciremai di Jawa Barat.

Menurut keterangan, awalnya Chevron akan membangun PLTP Suoh berkapasitas 220 MW dengan harga US$ 6,9 sen per kilowatt hour (kWh). (es)