Sumatera Utara Kembali akan Sumbang Energi Ramah Lingkungan

Sumatera Utara Kembali akan Sumbang Energi Ramah Lingkungan

Direktur Panasbumi, Ida Nuryatin Finahari mengunjungi PLTP Sorik Merapi beberapa waktu lalu (foto: esdm)

PABUMNews – Sumatera Utara kembali akan menyumbang energi bersih ramah lingkungan dari sektor energi terbarukan panasbumi. Setelah PLTP Sarulla lama beroperasi, PLTP Sorik Merapi di Kabupaten Mandailing Natal, yang dikembangkan oleh PT Sorik Merapi Geothermal Power (SMGP) pun diperoyeksikan COD pada semester II 2019.

Direktur Panasbumi, Ditjen EBTKE, Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari, mengatakan, PLTP Sorik Merapi, diharapkan dapat boroperasi secara komersial pada semester II tahun ini.

Pembangunan pembangkit berkapasitas 40 Megawatt (MW) tersebut menelan biaya US$ 180 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun dan progres pembangunannya sudah mencapai 70-80%.

“Diharapkan bisa beroperasi pada triwulan III atau IV,” ujar Ida kepada katadata.co.id, Kamis (23/5).

Sebenarnya, pasokan listrik PLTP Sorik Merapi berkapasitas 40 MW ini ditargetkan beroperasi pada April kemarin. Namun ternyata dimundurkan kembali menjadi semester II tahun ini.

Manajer Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut, Aulia Mahdi, mengatakan, pasokan dari PLTP Sorik merapi yang besarya 40 MW diharapkan menarik investasi sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Sumut secara umum.

Di atas kertas, pada April 2019 kemarin, Sumatera Utara akan mendapatkan tambahan pasokan listrik 240 MW. Selain diproyeksikan dari PLTP Sorik Merapi 40 MW, juga dari PLTU Pangkalan Susu Unit 3 sebesar 200 MW.

Aulia Mahdi menjelaskan, pertambahan daya itu akan memperkuat sistim kelistrikan terutama pada saat beban puncak. Hingga saat ini PLN Sumut sudah memiliki daya mampu pasokan sebesar 2.079 MW dengan kebutuhan sekitar 1.980 MW. Dengan kondisi itu, artinya PLN juga sudah memiliki cadangan sekitar 90 MW.

Sorik Merapi merupakan salah satu proyek percepatan pembangkit listrik 10.000 MW tahap II. Proyek energi bersih ini dikembangkan oleh PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP)

Total investasi untuk proyek PLTP ini mencapai USD 260 juta, guna melakukan pengeboran 16 sumur eksplorasi maupun sumur produksi hingga konstruksi (engineering, procurement & construction/EPC) PLTP Sorik Marapi 50 MW tahap ke-I dengan kapasitas 20 MW serta pembangunan transmisi 20 kV dan 66 kV. PLTP Sorik Marapi secara total akan dikembangkan hingga kapasitas total 240 MW sampai dengan tahun 2022.

Seperti dirilis esdm.go.id, dari sisi manfaat bagi masyarakat sekitar, PLTP Sorik Merapi menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Selama masa konstruksi PLTP hingga tahun 2017, kegiatan pengeboran dan konstruksi PLTP Sorik Marapi telah menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 3.382 orang. Pada saat beroperasi dengan kapasitas penuh (240 MW), PLTP Sorik Marapi diestimasi akan menyerap tenaga kerja sekitar 200 orang untuk kegiatan operasional dan pemeliharaan PLTP.

Pada tahun 2017 PT SMGP telah merealisasikan dana Community Development sebesar Rp 2.002.137.500. Pelaksanaan kegiatan community development di Sorik Marapi telah diselaraskan dengan program Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal.Melalui pelaksanaan produksi uap dan pembangkitan listrik di PLTP Sorik Marapi, diharapkan dapat memberikan manfaat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal berupa bonus produksi, yang diperkirakan sebesar Rp 880 juta pada tahun 2018.  (es)