Sumatera Utara Tawarkan Pengusahaan Panasbumi kepada Prancis

Sumatera Utara Tawarkan Pengusahaan Panasbumi kepada Prancis

PLTP Sarulla di Sumatera Utara

PABUMNews- Sumatera Utara merupakan daerah yang memiliki potensi panasbumi terbesar kedua di Indonesia, setelah Jawa Barat. Meskipun belum ada data pasti, namun potensi panasbumi Sumatera Utara tak akan jauh dari Jawa Barat yang memiliki potensi 5.411 MW.

Terkait besarnya potensi energi bersih tersebut, Pemprov Sumatera Utara mencoba menggaet berbagai pihak agar potensi panasbumi yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia, Jean Charles Berthonnet beserta delegasi di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Rabu (13/3/2019), Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah pun menyampaikan besarnya potensi panasbumi Sumatera Utara tersebut.

Wagub Sumut Musa Rajekshah menyatakan, Sumatera Utara memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Seperti sumber energi dari panasbumi, serta pembangkit listrik tenaga air.

Untuk mendukung masuknya investor, lanjutnya, saat ini Sumut gencar melakukan pembangunan infrastruktur dan alat transportasi, baik jalan, kereta api dan pelayanan bandar udara serta pelabuhan laut, seperti Kuala Tanjung dan Belawan.

“Dan ini merupakan peluang bagi negara Prancis untuk berinvestasi,” kata Wagub seperti dirilis gosumut.com (Rabu, 13/3/2019).

Dari data Kementerian ESDM, panasbumi di Provinsi Sumatera Utara setidaknya ada di delapan titik, yakni WKP Sorik Marapi-Roburan-Sampuraga, WKP Sipoholon Ria-ria, WKP Simbolon Samosir, WKP Gunung Sibual Buali, Panasbumi Dolok Marawa, Pincurak dan Sibubuhan.

Yang istimewa, PLTP Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara yang dikelola oleh Sarulla Operations Ltd, menurut Menteri ESDM Iganisius Jonan, merupakan PLTP terbesar di dunia dengan potensi 1000 MW lebih. Kini Sarulla telah beroperasi.

Selain Sarulla, ada pula PLTP Sorik Marapi di Kabupaten Mandailing Natal. PLTP ini akan dikembangkan sebesar 240 MW, sementara tahap I dikembangkan 20 MW. Tahun ini Sorik Merapi ditargetkan COD.

Sementara Prancis sendiri, dalam bidang pemanfaatan panasbumi, telah masuk ke Indonesia dengan membangun sejumlah PLTP. Perusahaan energi Prancis Engie, berada di Indonesia bekerjasama dengan Supreme Energi membangun PLTP Muara Laboh, Rantau Dedap dan Rajabasa. (es)