Tahun 2023 Geo Dipa Diharapkan Bisa Terangi 540.000 Rumah

Tahun 2023 Geo Dipa Diharapkan Bisa Terangi 540.000 Rumah

Menteri Keuangan Sri Mulyani secara simbolis melakukan ground breaking PLTP Unit II Patuha dan Dieng  beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Geo Dipa Energi)

PABUMNews- Perusahaan panasbumi milik negara, Geo Dipa Energi, menargetkan pembangunan PLTP Dieng dan Patuha Unit II selesai sekaligus beroperasi pada tahun 2023. Jika kedua PLTP ini selesai, diharapkan Geo Dipa bisa mengelola kapasitas 270 MW.

Pihak Ditjen EBTKE, Kementerian ESDM mencatat, dengan kapasitas sebesar 270 MW, Geo Dipa bisa menerangi 540.000 rumah.

“Sekarang ini dari PLTP Dieng di Jawa Tengah dan PLTP Patuha di Jawa Barat, kapasitas listrik yang dikelola perusahaan sebesar 120 MW,” kata Dirut Geo Dipa, Riki F Ibrahim, Rabu (22/5/2019) lalu.

Pengembangan Dieng dan Patuha (Unit II) dilakukan dengan dana dari Asian Development Bank (ADB). Bank itu memberikan kucuran kredit sebesar 300 juta dolar AS atau Rp 4,5 triliun (1 USD = Rp 15.000).

PLTP Dieng dan Patuha, masih bisa terus dikembangkan mengingat cadangan di kedua WKP tersebut mencapai 600 MW, sementara Geo Dipa baru memanfaatkannya 60 MW, atau baru 10 persennya saja dari potensi yang ada.

Dengan kapasitas sebesar 270 MW, maka produksi listrik Geo Dipa bisa menerangi sekitar 540.000 unit rumah dan mengurangi emisi karbon sekitar 1,7 juta ton per tahun atau meningkat 2 kali lipat dari tahun 2019.

Small scale

Selain mengerjakan PLTP Unit II Dieng dan Patuha, Geo Dipa pun sedang mengerjakan PLTP small scale 10 MW. Proyek ini dikembangkan dengan dana pinjaman dari PT. SMI sebesar 20 juta dolar AS.

Direktur Keuangan Geo Dipa, M. Ikbal Nur memperkirakan, proyek small scale akan membutuhkan dana 22 juta dolar AS hingga 23 juta dolar AS.

“Maka kekurangan dari pinjaman akan ditambal oleh kas internal perusahaan,” katanya.

Sementara itu, Dirjen EBTKE, Kementereian ESDM, FX Sutijastoto, mengatakan, Indonesia memiliki potensi panasbumi sebesar 29 GW. Sampai dengan tahun 2018, jumlah kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi telah mencapai angka 1.948,5 MW atau sekitar 7% dari potensi yang ada.

“Dengan demikian, untuk memenuhi target 7.200 MW untuk mencaai bauran energi, maka dalam 6 tahun ke depankita harus dapat memenuhi kekurangan kapasitas sebesar 5.251,5 MW atau sebesar 875.25 MW/tahun,” jelasnya

Selain itu, PT Geo Dipa Energi juga berkomitmen untuk mengembangkan WKP Gunung Arjuno Welirang sebesar 185 MW dan WKP Candi Umbul Telomoyo sebesar 55 MW. Sayangnya, Arjuno Welirang terhambat dengan tak sesuainya negosiasi listrik dengan pihak PLN. (es)