Terimbas Pandemi Covid-19, COD PLTP Ende Diprediksi Mundur dari Target

Terimbas Pandemi Covid-19, COD PLTP Ende Diprediksi Mundur dari Target

Direktur Jenderal EBTKE, Kementerian ESDM FX Sutijastoto meninjau pembangunan PLTP Sokoria tahun 2019 lalu. (*)

PABUMNews – Pandemi Covid-19 mempengaruhi juga sektor panas bumi. Direktur Panas Bumi, Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari mengatakan, semula ada tiga pembangunan PLTP yang ditergatkan beroperasi pada 2020.

Namun, lanjut Ida, melihat penyebaran wabah Covid -19, satu dari ketiga PLTP yang sedang dibangun tersebut, kemugkinan mundur dari target, yaitu PLTP Sokoria.

“PLTP tersebut adalah PLTP Sokoria 5 MW di Ende, NTT,” kata Ida Senin (30/3/2020).

Untuk yang dua lagi, lanjut Ida, PLTP Rantau Dedap 90 MW di Sumatera Selatan, PLTP Sorik Merapi 45 MW di Sumatera Utara, diharapkan bisa mencapai target.

Seperti juga daerah lain di Indonesia, Kabupaten Ende pun kini tengah fokus memerangi corona. Pemkab Ende kini memberlakukan karantina 14 hari bagi mereka yang baru datang, terutama dari zona merah corona. Lokasi untuk karantina pun sudah disiapkan, yakni Stadion Marilonga.

“Mengkarantina mereka yang baru datang setidaknya dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus corona,” kata Bupati Ende Djafar Achmad.

Menurut Bupati, Stadion Marilonga cukup luas sehingga bisa menampung banyak orang dan juga tidak terlalu banyak penduduk.

“Yang akan dikarantina di tempat tersebut adalah semua orang yang baru datang ke Ende tidak saja para TKI yang baru pulang dari luar negeri namun juga mahasiswa,” jelasnya.

Sementara itu, PLTP Sokoria dikembangkan oleh PT Sokoria Geothermal Indonesia (SGI). Semula PLTP ini dijadwalkan beroperasi pada Februari 2020. Untuk tahap I, kapasitas energi bersih ramah lingkungan yang dihasilkan oleh PLTP ini sebesar 5 MW. Sementara total kapasitas PLTP Sokoria adalah 30 MW yang ditargetkan COD tahun 2024. (es)