Usai Diguncang Gempa, Semburan Air Panas di Desa Oma Kejutkan Warga Ambon

Usai Diguncang Gempa, Semburan Air Panas di Desa Oma Kejutkan Warga Ambon

Semburan air panas berbau belerang di Desa Oma, Ambon yang muncul usai gempa pada 26 September 2019 lalu. (Foto: Antara)

PABUMNews – Gempa bumi magnitudo 6,5 yang mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya pada 26 September 2019 lalu memunculkan fenomena yang aneh. Selain sejumlah lantai rumah warga terasa panas, muncul juga semburan air panas berbau belerang di kawasan hutan di Desa Oma, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Pihak Pusat Penelitian Laut Dalam (P2LD) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang sedang meneliti gejala tersebut, menduga fenomena itu akibat panasbumi yang ada di perut bumi Ambon.

Mengutip Antara Rabu (16/10/2019), Fareza Sasongko, ahli geologi yang memimpin tim gerak cepat gempa P2LD LIPI di Ambon mengatakan, Desa Oma memiliki potensi geothermal atau panasbumi yang dicirikan dengan munculnya mata air panas, seperti halnya di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Menurutnya, suhu lapisan air tanah yang berada di bawah permukaan Desa Oma dapat mencapai lebih dari 200 derajat celcius, ketika mencapai permukaan dan berkontak dengan udara atmosfer, suhu air akan turun meskipun tetap hangat atau panas.

Diberitakan, semburan air panas berbau belerang tersebut jaraknya tak jauh dari bekas mata air panas yang pernah muncul sekitar tahun 1981 – 1982. Semburan yang baru terbentuk itu mengeluarkan hawa sangat panas dengan aroma belerang yang menyengat sehingga warga tak mau mendekat.

“Airnya mendidih dan seperti lumpur,” kata warga setempat.

Pihak P2LD menduga, guncangan gempa yang terjadi pada 26 September 2019 telah menghasilkan rekahan di Desa Oma sehingga air panas dari dalam perut bumi keluar lewat rekahan tersebut.

Fareza Sasongko mengingatkan warga agar tak mendekati semburan air panas di Desa Oma yang suhunya cukup tinggi dan bau menyengat.

Sementara itu, lantai rumah yang tiba-tiba panas setelah gempa, terjadi di Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon. Kondisi ini membuat warga merasa was-was dan kini sedang diteliti pihak P2LD. (es)