Wae Sano Pilot Proyek Government Drilling Panasbumi

Wae Sano Pilot Proyek Government Drilling Panasbumi

PABUMNews- PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), badan usaha milik Kementerian Keuangan, telah menerima surat penugasan Government Drilling di WKP Wae Sano, Nusa Tenggata Timur, pada tanggal 7 September 2018 lalu.

Namun studi eksplorasi di lapangan panasbumi Wae Sano sebenarnya sudah berjalan sejak tahun 2017 lalu. Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Martini, menjelaskan, studi eksplorasi akan memakan waktu hingga akhir 2018.

“Kegiatan procurement di Wae Sano sudah dilakukan sejak 2017 lalu. Ditargetkan pada kuartal I/2019, hasilnya sudah diserahkan ke pemerintah untuk ditenderkan kepada pengembang panasbumi,” ujar Emma.

Berdasarkan kajian awal, menurut Emma, Wae Sano menyimpan potensi energi panasbumi hingga 50 megawatt (MW). Jika prediksi kandungan panasbumi tersebut terbukti, maka bukan hanya akan mampu memenuhi energi listrik wilayah Flores, tetapi juga bisa berkontribusi terhadap kebutuhan Nusa Tenggara Timur.

Namun lepas dari pernyataan Emma, kapasitas yang akan dikembangkan dari Wae Sano menurut informasi sebenarnya “hanyalah” 10 MW.

***

Kebijakan government drilling digelindingkan pemerintah untuk mengurangi resiko hulu pemboran yang dialami para pengembang. Oleh karena itu, pemerintah menunjuk PT SMI, badan usaha milik Kementerian Keuangan, sebagai pelaksana.

Hibah bank dunia untuk kegiatan government drilling adalah sebesar US$ 49 juta yang dialokasikan untuk 2 (dua) lokasi kegiatan. Area panasbumi Wae Sano merupakan pilot proyek dan sudah mendapat persetujuan dari Bank Dunia.

Nantinya, hasil dari proyek survei berikut pengeboran yang dilakukan PT SMI akan diserahkan kepada pemerintah. Berdasarkan hasil survei PT. SMI, Kementerian ESDM kemudian akan menetapkan lapangan panasbumi tersebut sebagai WKP untuk dilelang kepada para pengembang. Calon pemenang lelang, diwajibkan mengganti biaya government drilling plus menyediakan komitmen eksplorasi.

***

Selain Wae Sano, masih ada empat lagi yang akan ditugaskan oleh pemerintah kepada PT. SMI dengan menggunakan beleid government drilling, yaitu Jailoho di Maluku Utara, Area Panasbumi Bonjol Sumatera Barat, Area Prospek Bittaung di Sulawesi Barat, Area Prospek Nage NTT.

Jailoho merupakan prioritas kedua setelah Wae Sano. Panasbumi di Jailoho, Halmahera Barat, memiliki potensi 70 MW. WKP ini dilelang pada tahun 2010 lalu. Namun dalam tahapan selanjutnya, pemenang lelang yakni Star Energy, memilih melepas WKP Jailoho karena tidak menemui kata sepakat soal harga jual beli listrik. Sama seperti Wae Sano, pemerintah pun berencana mengembangankan energi panasbumi Jailoho sebesar 10 MW. (es)