Wamen ESDM Arcandra Tahar: Energi Fosil akan Terus Dikurangi

Wamen ESDM Arcandra Tahar: Energi Fosil akan Terus Dikurangi

Pembangkit listrik dengan bahan bakar batubara di Polandia (sumber foto: thinkgeoenergy)

PABUMNews- Seperti negara-negara lain yang sudah maju, Indonesia juga akan terus mengurangi penggunaan energi fosil dengan energi terbarukan secara bertahap. Komitmen pengurangan energi fosil ini di antaranya tertuang dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang menyatakan tahun 2025 pemanfaatan sumber energi berbasis energi baru terbarukan mencapai 23% dalam bauran energi nasional.

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Archandra Tahar, ketika memberi kuliah umum di Universitas Riau, Selasa (26/3/2019).

“Proses pengalihan pemanfaatan sumber energi berbasis fosil ke energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia memerlukan waktu, seperti yang juga terjadi di negara-negara Eropa dan Tiongkok (China). Pada waktunya sumber-sumber energi berbasis fosil akan tergantikan oleh sumber energi terbarukan,” katanya.

Arcandra menyatakan, produksi batubara nasional Indonesia sekarang ini sekitar 480 juta ton (per tahun), 20-25% di antaranya untuk kebutuhan domestik yang sebagian besar digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

“Di sisi lain, lebih dari 50% pembangkit kita saat ini masih menggunakan batubara,” jelasnya.

Menurutnya, tahun 2025 nanti, 23% sumber energi Indonesia berasal dari energi terbarukan, seperti panasbumi, air, angin, sisanya gas dan BBM.

Ditegaskan Arcandra, sumber energi terbarukan sudah menjadi keharusan, bukan lagi sebuah pilihan.

“Kita tidak mempunyai kebebasan untuk memilih. We don’t have any freedom untuk mengatakan kita mempunyai sumber energi lain. Ini bukan nice to have lagi, tapi need to have. Renewable energy itu need to have, karena resources itu (fosil-Red) makin lama makin habis,” tambah Arcandra.

Ditambahkannya, Pemerintah Indonesia sekarang ini memang masih menggunakan batubara sebagai sumber energi. Menurutnya, pengalihan sumber energi ke EBT akan dilakukan secara bertahap seperti yang dilakukan negara-negara Eropa dan Tiongkok, mereka mengalihkan sumber energinya setelah ekonomi mereka berjalan.

“Negara Eropa maju, memulai revolusi industrinya dengan menggunakan batubara sebagai sumber bahan bakarnya, setelah ekonominya jalan itulah jalan menurun, sedikit demi sedikit mereka mulai meninggalkan batubara. Mereka meninggalkan batubara setelah engine of economic mereka berjalan. Demikian pula dengan China, pada awal-awal mereka tumbuh banyak beroperasi PLTU-PLTU batubara sebagai sumber energi listrik mereka untuk menghidupkan industrinya, sehingga saat itu Beijing memiliki tingkat polusi udara yang tinggi, namun sekarang setelah engine of economic mereka jalan, mereka mulai meggunakan renewable energy,” ungkapnya.

Pada waktunya nanti, lanjut Arcandra, porsi penggunaan sumber energi fosil di Indonesia pun akan turun dan digantikan dengan sumber energi terbarukan. (es)