Wapres Jusuf Kalla: Energi Panasbumi Relatif Mahal, Namun Biaya Lingkungannya Nol

Wapres Jusuf Kalla: Energi Panasbumi Relatif Mahal, Namun Biaya Lingkungannya Nol

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (Foto: aa.com.tr)

 

PABUMNews – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, energi panasbumi atau geothermal memang relatif lebih mahal ketimbang energi fosil, akan tetapi energi panasbumi tidak dibebani dengan biaya lingkungan.

“Biaya lingkungan energi fosil, semisal PLTU batu bara, bahkan paling mahal dari energi lainnya, meskipun biaya produksinya relatif murah,” ungkap Wapres saat berbicara dalam acara Seminar Geopolitik Transformasi Energi di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2019) lalu.

Mengutip Suara.com (Rabu, 31/7/2019), menurut JK, biaya lingkungan dari energi panasbumi bahkan mencapai nol, sementara fosil sangat mahal sehingga perlu dihitung.

Ia pun menuturkan, sekarang energi fosil bisa dijual sekitar 5,5 sen per kwh, sementara geothermal dan hydro antara 8-6 sen, kemudian pembangkit matahari sekitar 10 sen.

“Namun di balik murahnya energi fosil, ada biaya lingkungan yang mahal dan sangat berdampak pada kesehatan,” jelasnya.

Indonesia, lanjutnya, kini terus berupaya mengembangkan energi baru terbarukan (EBT), di antaranya panasbumi. Ada tiga faktor yang mendorong Indonesia mengembangkan EBT, yaitu untuk mengejar kemandirian energi, berpartisipasi dalam upaya memelihara lingkungan, dan kemudian untuk mengantisipasi harga energi fosil yang kini cenderung terus naik.

JK pun mengungkapkan, di sisi lain persoalan energi fosil ini cukup rumit sebab tak jarang menjadi pemicu gesekan antarnegara. Oleh karena itu, setiap negara kini mengembangkan kebijakan energi masing-masing dengan mengembangkan EBT yang mengandalkan sumber daya lokal.

Salah satu sumber daya lokal yang dimilik Indonesia adalah panasbumi. Menurutnya, sumber daya ini sangat melimpah bahkan bisa mencapai 40 ribu MW. (es)