Home / Berita

Kamis, 30 November 2023 - 11:30 WIB

Bersinergi dengan PGE, Elnusa Kembangkan Perangkat Uji Kapasitas Produksi Sumur Panasbumi

Pihak PGE melakukan uji perangkat Geoflowtes di salah satu sumur panasbumi

Pihak PGE melakukan uji perangkat Geoflowtes di salah satu sumur panasbumi

PABUMNews – PT Elnusa Tbk (Elnusa), melalui anak usahanya PT Sigma Cipta Utama (SCU), bersinergi dengan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) turut berkontribusi dalam proses digitalisasi transisi energi terbarukan yang berkelanjutan.

Hal tersebut diwujudkan melalui kerja sama pengembangan perangkat uji kapasitas produksi sumur geothermal untuk mendapatkan real-time data yang lebih akurat, efektif, dan efisien. Perangkat ini diberi nama Geoflowtest.

Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai salah satu energi alternatif merupakan solusi untuk transisi dari penggunaan energi fosil beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan.

Sinergi antara PGE dan SCU ini diharapkan dapat menjadi kontribusi strategis untuk mengakselerasi Indonesia bertransisi ke energi geothermal yang jauh lebih bersih, dan minim polusi.

Menurut PGE, saat ini kegiatan pengujian kapasitas produksi sumur di lapangan masih dilakukan secara konvensional dengan tingkat risiko safety yang tinggi dan juga berpotensi menaikkan nilai error pada data hasil uji produksi.

Baca Juga  Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Riset Panasbumi Dunia

Dampaknya sangat krusial, dikarenakan hasil data tersebut digunakan untuk melihat performance sumur dan monitoring kontinuitas reservoir lapangan geothermal.

Berdasarkan kondisi tersebut dan berbekal dari pengalaman operasi-produksi yang cukup lama di industri geothermal, Mohamad Husni Mubarok PhD, selaku Production & Operation Excellence Manager di PGE, berhasil menginisiasi dan mengembangkan konsep desain sebuah inovasi perangkat Well Test IoT yang Portable sebagai jawaban dari technology gap dan permasalahan uji produksi yang ada saat ini.

Selanjutnya, pengembangan konsep dan manufaktur perangkat tersebut dikerjakan oleh SCU sebagai pengembang perangkat IoT.

SCU yang dalam hal ini memiliki kapabilitas di bidang IoT (Internet of Things) sebagai bagian dari kompetensi layanan ICT (Information communication and technology), mendapat kepercayaan untuk mengembangkan perangkat Geoflowtest.

Perangkat ini berfungsi untuk mengolah dan menyajikan data uji produksi yang selama ini dilakukan secara manual untuk dapat diakses secara real-time oleh user.

Baca Juga  Keterlambatan Terbitnya PP Panasbumi Untuk Pemanfaatan Langsung, Berdampak di Daerah

Tujuannya untuk meningkatkan keakuratan data dan efisiensi waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil data olahan dari lapangan ke user sehingga on-going evaluasi dan monitoring dapat dilakukan secara komprehensif.

Pada tanggal 15 – 21 November 2023, tim Production and Operation Excellence PGE dan Research and Technology Center SCU berhasil melakukan deployment dan uji coba perangkat di lapangan dengan hasil yang memenuhi syarat dan sesuai dengan ekspektasi.

Direktur SCU Adi Yatama Adi Guna, menyampaikan, kerja sama ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi SCU mendukung perkembangan bisnis di Pertamina Group yang dapat membuka potensi peluang bisnis.

“Harapan yang besar diletakkan pada kesuksesan perangkat Real-time Portable Well Test ini, karena dengan terealisasinya alat tersebut dapat menjadi bukti bahwa SCU turut serta dalam mewujudkan transisi energi yang lebih ramah lingkungan serta mendukung misi net zero emission di Indonesia,” tutup Adi.***

Berita ini 31 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Manfaatkan Potensi EBT di Flores, Gubernur NTT Dukung Penuh PLN Kembangkan PLTP Ulumbu

Berita

Telaga Tujuh Warna, Anugerah Panasbumi di Lebong

Berita

Pengembangan EBT, Perbankan Nasional dan SMI

Berita

Mengenal PLTP Lahendong yang Telah 22 Tahun Beroperasi

Berita

METI, “Permen No. 12/2017 Hanya untuk Menurunkan BPP PLN”

Berita

Panasbumi Dieng-Patuha: Tak Putus Dirundung Sengketa (Bagian 3)

Berita

PLTP Indonesia akan Mencapai 5.240 MW, Posisi Nomor Satu Dunia di 2026

Berita

ADB: Skema BPP Membuat Pengembangan Panasbumi di Indonesia Melambat