Home / Berita

Jumat, 18 Desember 2020 - 12:52 WIB

BPPT Kembali Rencanakan Bangun PLTP Skala Kecil, Lokasinya di Sibayak

PLTP 3 MW di Kamojang yang dibangun oleh BPPT. (Dok.BPPT)

PABUMNews – Untuk mendukung upaya percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berencana membangun kembali pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) skala kecil.

Rencananya, PLTP ini akan dibangun di areal PLTP Sibayak, Sumatera Utara, yang dikelola Pertamina Geothermal Energy (PGE). Sebelumnya, BPPT telah membangun PLTP skala kecil di area PLTP Lahendong dan PLTP Kamojang yang juga dikelola PGE. Di Lahendong berkapasitas 0,5 MW sementara di Kamojang 3 MW.

Rencana pembangunan PLTP skala kecil tersebut pernah disinggung Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE), BPPT, Barman Tambunan saat menghadiri Pelatihan Pengenalan Kompetensi Perencanaan dan Pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Kementerian ESDM pertengahan November 2020 lalu.

Baca Juga  Ketua API: Hambatan Pengembangan Panas Bumi Bukan Pandemi, Tapi Regulasi

Barman berharap rencana tersebut segera terwujud dalam waktu dekat.

“Kami sempat membahas dengan PGE lokasinya ada di Sibayak dengan kapasitas yang lebih besar yang sudah kita pasang di Lahendong maupun di Kamojang,” jelas Barman.

Rencana tersebut, lanjutnya, saat ini pada tahapan feasibility study yang dilanjutkan dengan tahapan detail engineering desain.

“Ini akan menjadi dokumen lengkap bagi mitra,” paparnya.

Barman menjelaskan, pihak BPPT ingin agar pemanfaatan panas bumi di Indonesia bisa dioptimalkan sehingga mendukung ketahanan dan kemandirian energi.

“Kami yang ingin membangun geothermal ke depannya, apakah akan menjadi pembiayaan Pemerintah atau pihak swasta masih menjadi diskusi selanjutnya. Dalam pemikiran saya bahwa ide dari pengembangan geothermal ini adalah bagaimana kita bisa melahirkan industri pendukung, industri manufaktur pendukung dalam pembangunan panas bumi ini,” jelas Barman.

Baca Juga  Bocoran Draft RUU Harga EBT, Skema Cost Recovery Diterapkan dalam Pengembangan Panas Bumi

Terkait pemanfaatan panas bumi, lanjut Barman, BPPT pun akan terus mengembangkan rekayasa komponen sehingga akan memperbesar TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dalam sektor industri bersih.

Seperti diketahui, PLTP 3 MW di lapangan panas bumi Kamojang merupakan PLTP Nasional pertama dengan kandungan lokal lebih dari 60%. Semua komponen utamanya didisain dan difabrikasi di dalam negeri.

Sementara unit kedua berkapasitas 500 kW tipe Siklus Biner atau Organic Rankine Cycle (ORC) ditempatkan di kawasan PLTP PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) di Lahendong, Sulawesi Utara yang memasok brine untuk unit ORC tersebut.

Kedua PLTP tersebut merupakan bukti dari kemampun putra-putri Indonesia dalam memanfaatkan sumber daya lokal panas bumi dengan teknologi canggih. (es)

Berita ini 163 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

BUMN Panas Bumi PT Geo Dipa Energi Buka Lowongan Kerja

Berita

Bakrie Power Fokus Sukseskan PLTP Sokoria dan Telaga Ngebel

Berita

Kamojang, Wisata Panas Bumi dengan Suguhan Beragam Kawah

Berita

Plh Dirut GDE Bantah Tudingan Kelola Panasbumi Dieng-Patuha Tanpa Izin

Berita

Ketua Umum ADPPI Hasanuddin: Saya Bertanggung Jawab terhadap Pamflet “#BersihkanIndonesia”

Berita

Kadin Sarankan Cost Recovery Diterapkan dalam Panas Bumi

Berita

Menteri ESDM, “Jangan Tanya Surat, Saya Belum Baca”

Berita

Berbagai Resiko Pengembangan Energi Panasbumi