Home / Berita

Senin, 4 Desember 2023 - 12:19 WIB

BUMN Panasbumi Geo Dipa Energi Dukung Program WE CARE untuk Atasi Persoalan Sampah

Enam SMV Kemenkeu hadir di Yogyakarta untuk atasi persoalan sampah lewat program WE CARE

Enam SMV Kemenkeu hadir di Yogyakarta untuk atasi persoalan sampah lewat program WE CARE

PABUMNews – BUMN panasbumi PT Geo Dipa Energi (Persero) mendorong menjadi bagian WE CARE (Waste Management for Circular Economy) yang digagas Kementerian keuangan.

Peresmian program WE CARE digelar di Yogyakarta pada Selasa, 28 November 2023 lalu dilakukan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban.

WE CARE adalah bentuk sinergi enam SMV (Special Mission Vehicle) Kemenkeu yaitu PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) (PT PII) sebagai inisiator program, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia  (LPEI), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (PT SMF), PT Geo Dipa Energi (Persero) (PT GDE), dan Indonesia Infrastructure Finance (IIF)

Dukungan tersebut dilakukan dengan pembangunan sarana prasarana dan capacity building bagi pengembangan inti plasma budidaya Black Soldier Fly (BSF) atau maggot di Kota Yogyakarta serta optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dewanata Dieng di Kabupaten Banjarnegara.

“Ke depannya, kita harapkan program ini terus dikembangkan hingga produk-produk tersebut nantinya mungkin melalui LPEI dapat didukung untuk dapat diekspor sehingga mampu menciptakan peningkatan ekonomi untuk masyarakat dan memberikan devisa kepada negara”, tambah Rionald dalam sambutananya.

Selain itu, potensi lain dari pengelolaan sampah juga dapat dikembangkan, salah satunya menjadi renewable energy seiring telah dimulainya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di beberapa kota.

Baca Juga  Tahun 2018 Ini, Pemanfataan Panasbumi Indonesia Benar-benar Salip Filipina

Program WE CARE dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Kota Yogyakarta dan Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara dan didukung oleh Waste4Change dan Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) sebagai mitra pelaksana.

Sementara itu, Program Pengembangan Inti Plasma Budidaya Maggot (BSF) di Kota Yogyakarta, merupakan program pengelolaan sampah organik melalui pengembangan inti plasma budidaya maggot.

Program ini meliputi studi pendahuluan dan 5 tahap capacity building, yaitu mengenai BSF secara umum; Teknis Operasional dan Workshop; Kelembagaan dan Peraturan; Keuangan, Bisnis Model, Ekspor; dan Branding.

Program ini juga didukung dengan pengadaan sarana prasarana melalui pembangunan fasilitas dan perlengkapan pendukung budidaya pada enam plasma yang ditentukan melalui hasil penilaian dan assesment yang berlokasi di Kelurahan Karangwaru, Bumijo, Winongo Asri, Bener, Wirobrajan, dan Badran Kota Yogyakarta.

Sasaran program ini adalah membuat skema yang optimal dalam pengelolaan sampah organik melalui biokonversi maggot di enam plasma hingga mencapai target pengurangan sampah organik sebesar 84,6 ton per tahun.

Baca Juga  Hutang Mencapai Rp 290 Triliun, PLN Lakukan Efisiensi

Selain itu menghasilkan maggot fresh yang dapat dijadikan pakan ternak sebanyak 25,2 ton per tahun, pupuk kasgot 42 ton per tahun dan menghasilkan nilai ekonomi dari penjualan pupuk dan pakan tersebut sebesar Rp215 juta per tahun.

Adapun target estimasi outcome yang akan dicapai dari Kandang Maggot Jogja (KMJ) dan enam plasma adalah penyerapan sampah organik sebesar 153,6 ton per tahun, produksi maggot fresh sebesar 59,6 ton per tahun, produksi kasgot sebesar 38,4 ton per tahun, dan pendapatan ekonomi dari hasil penjualan maggot fresh dan kasgot sebesar Rp472.689.000,- per tahun.

Sedangkan pada Program Optimalisasi Pengelolaan Sampah TPST Dewanata di Banjarnegara yang merupakan sinergi antara PT PII dengan PT GDE dilakukan riset dan studi awal serta capacity building pengelolaan TPST Dewanata dari lima aspek persampahan.

Kelima aspek tersebut yaitu peraturan, teknis operasional, kelembagaan, keuangan, dan partisipasi masyarakat.

“Program ini nantinya juga akan didukung dengan pengelolaan residu dan limbah sampah melalui pembangunan IPAL serta akan dilanjutkan dengan Pembangunan fasilitas TPST hingga diharapkan dapat menjadi TPST percontohan di Kabupaten Banjarnegara serta di daerah lain di Indonesia,” tambahnya.***

Berita ini 36 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Lima Strategi DEN Kurangi Ketergantungi Energi Fosil

Berita

Perusahaan Amerika Serikat GreenFire Siap Kembangkan Panas Bumi Indonesia

Berita

Teknik Geofisika Universitas Lampung, Terbaik Ke-3 di Indonesia

Berita

Inilah Kesimpulan Diskusi Pakar Panasbumi tentang Gempa di Ambon
istana-negara

Berita

Kementerian ESDM Tugaskan Tiga BUMN Lakukan Pengembangan Panasbumi

Berita

Pemandian Air Panas Ciparay Bogor, Pesona Indah di Dasar Lembah

Berita

Hitay Energy Mulai Terjun ke Lapangan Panas Bumi Tanjung Sakti Sumatera Selatan

Berita

BUMN Panas Bumi PT Geo Dipa Energi Buka Lowongan Kerja