Home / Berita

Kamis, 5 November 2020 - 12:17 WIB

Bupati Bandung Dadang M Naser Dukung Pembangunan PLTP Patuha Unit 2

Bupati Bandung Dadang M Naser berfoto bersama jajaran pimpinan PT Geo Dipa Energi pada kegiatan Sosialisasi Proyek Strategis Nasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha Unit II di Grand Sunshine, Soreang, Rabu (4/11/2020).

PABUMNews – Bupati Bandung Dadang M Naser menyatakan dukungannya atas rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Patuha unit 2 yang dilakukan BUMN panas bumi PT Geo Dipa Energi.

“Pengembangan PLTP Patuha membuktikan bahwa wilayah Kabupaten Bandung kaya sumber energi ramah lingkungan, dan itu harus dimanfaatkan demi kesejahteraan masyarakat,” kata Dadang dalam kegiatan Sosialisasi Proyek Strategis Nasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha Unit II di Grand Sunshine, Soreang, Rabu (4/11/2020).

Hadir dalam acara itu Direktur Utama PT Geo Dipa Energi, Riki F Ibrahim, tokoh masyarakat Kabupaten Bandung, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Bandung, pejabat Ditjen EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta pihak lainnya.

Baca Juga  Daerah Penghasil Dapatkan Bonus Produksi Panasbumi

Dalam kesempatan itu Bupati Bandung pun menuturkan berbagai manfaat keberadaan PLTP di daerahnya. Menurutnya, selain memberikan lapangan pekerjaan kepada warga sekitar, juga memberikan masukan pendapatan kepada kas daerah dalam bentuk PAD.

“Kemudian CSR yang disalurkan langsung oleh pihak perusahaan kepada masyarakat di sekitar PLTP dalam berbagai bentuk program. Selain itu, geothermal pun merupakan sumber energi rendah karbon sehingga ramah lingkungan,” paparnya.

Menurut Dadang, PLTP Patuha unit 2 akan memberikan tambahan Dana Bagi Hasil sekitar Rp 40 miliar kepada Kabupaten Bandung.

“Dengan berbagai manfaat tersebut, maka kami mengajak masyarakat Kabupaten Bandung untuk ikut bersama menjaga kelangsungan dan keamanan PLTP Patuha. Ini kebanggaan kita,” paparnya.

kendati demikian, Dadang meminta agar pihak perusahaan memberikan sosialisasi mengenai rencana pengembangan PLTP Patuha ini kepada masyarakat secara berkesinambungan.

“Ini penting agar masyarakat semakin faham mengenai pemanfaatan panas bumi dan prosesnya serta berbagai manfaatnya,” katanya.

Baca Juga  Pemprov Sulsel Membuka Diri untuk Investasi Panasbumi

Sementara itu, Dirut Geo Dipa Riki F Ibrahim menyatakan, program pembangunan PLTP Patuha unit 2 sebenarnya telah tertunda cukup lama, yakni sejak tahun 2002.

“Namun berkat dukungan penuh dari semua pihak, baik pihak pemangku kepentingan, regulator/pemerintah pusat di berbagai kementerian, pemerintah daerah, DPR dan DPRD serta masyarakat sekitar, proyek ini sudah mulai berjalan,” ujar Riki.

Ia menambahkan, pembangunan PLTP Patuha unit 2 merupakan bagian dari program Infrastruktur Pemerintah untuk Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang menggunakan Energi Terbarukan sebagaimana ditetapkan melalui Peraturan Menteri ESDM No 15 Tahun 2010, yang terakhir diubah dengan Peraturan Menteri ESDM No. 40 Tahun 2014.

“Proyek ini, dikenal sebagai program Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik 10.000 MW Tahap Kedua/Fastrack 2 yang terintegrasi ke dalam Proyek Ketenagalistrikan 35.000 MW yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo,” jelasnya. (es)

Berita ini 26 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Presiden Jokowi Tetapkan Bonus Produksi Bagi Daerah Penghasil Panasbumi

Berita

Muara Laboh Jadi Contoh Keberhasilan Pengelolaan Panasbumi di Sumbar

Berita

PLN akan Renegosiasi Kontrak dengan IPP, Ketua API: Siap-siap Kena Denda TOP
Potensi Panas Bumi Cisolok

Berita

Potensi Panas Bumi Cisolok, Geyser-nya Indonesia

Berita

Hingga Tahun 2025 Indonesia Butuh 10.000 Tenaga Profesional Panasbumi
HAGI Online Workshop: Magnetotelluric Data Analysis using Geotools

Berita

HAGI Online Workshop: Magnetotelluric Data Analysis using Geotools

Berita

Medco Power Indonesia dan SMI Tandatangani Kerjasama Pengembangan Panasbumi

Berita

Di Tepi Cimandiri, Pemandian Air Panasbumi Cikundul Tak Pernah Sepi