Home / Berita

Sabtu, 21 Oktober 2017 - 10:13 WIB

Climeworks, Sukses Produksi Listrik dari CO2 dengan Panabumi

Instalasi PLPT (Pabumnews)

PABUMNews-Tanggal 17 Oktober 2017 merupakan moment yang bersejarah bagi dunia energi kelistrikan. Climeworks, sebuah perusahaan starup asal Swiss, berhasil membuat pembangkit tenaga listrik yang “mencengangkan”.

Perusahaan itu menyulap bekas Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) di Islandia menjadi penghasil energi listrik dari CO2. Energi panasbumi yang ada di PLTP tersebut, digunakan Climeworks untuk menangkap CO2 di udara, mengekstraksnya dan kemudian menjadikannya sebagai energi listrik.

Oleh karena itu, pembangkit listrik yang dibangun oleh Climeworks sangat berlawanan dengan pembangkit listrik yang ada sekarang. Selama ini pembangkit listrik justru menghasilkan CO2 dalam kadar bervariasi, namun pembangkit listrik yang dibuat Climeworks bukan saja tidak menghasilkan CO2, malahan bisa mengurangi CO2 di udara.

Baca Juga  "The 7th IIGCE 2019" Digelar 13-15 Agustus di JCC

Keberhasilan Climeworks dalam membangun proyek ini memberikan harapan besar pada keberlangsungan bumi dan kehidupan di atasnya, bukan saja pada ketersediaan energi listrik.

Seperti diketahui, pemanasan global akibat CO2 kini meresahkan dunia. Berbagai upaya dilakukan untuk menghindarkan dunia dari efek rumah kaca akibat CO2. Barangkali, perusahaan Climeworks itulah akan menjadi solusi dari keresahan tersebut.

Teknologi yang dikembangkan Climework, secara sederhana bisa dijelaskan begini: panasbumi yang ada di PLTP tempat pembangkit listrik CO2 tersebut berada, digunakan untuk menangkap CO2 di udara. Molekul karbon di CO2 tersebut kemudian “dibekukan” dan dibuat sebagai sumber energi untuk membangkitkan listrik. Hasilnya adalah sebuah pembangkit listrik yang justru bisa mengurangi emisi karbon di udara.

Baca Juga  Lima Tahun Terakhir Realisasi PNBP Panas Bumi Selalu Lampaui Target

“Karbon yang ada di udara dipisahkan dari oksigen sehingga pembangkit listrik ini dapat hadir sebagai solusi energi alternatif,” kata Christoph Gebald, pendiri dan CEO Climeworks.

Namun karena masih dalam tahap percontohan dan penelitian, pembangkit listrik yang bernama Negative-Emission Power Plant ini masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya, biayanya mahal dan energi listrik yang dihasilkannya relatif masih rendah.

Kendati demikian, para ilmuwan dengan Climeworks terus mengembangkan teknologi ini. Mereka yakin, dengan pengembangan yang terus menerus, beberapa tahun kemudian teknologi negative emission power plant yang mereka bangun akan kompetitif sehingga menghasilkan energi listrik yang siginifikan dengan biaya yang terjangkau. (ES)

Berita ini 42 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Luhut Minta Sebagian Porsi Penugasan di PLN Dialihkan ke Swasta

Berita

Kawasan Wisata Air Putih Lebong, Bukti Dampak Positif Panas Bumi terhadap Masyarakat

Berita

Dukung Pengembangan Panasbumi Wae Sano, SMI Perhatikan Aspek Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitar

Berita

Per Desember 2020 Kapasitas Panas Bumi Indonesia 2.130,7 MW Disumbang 14 WKP, Berikut Rinciannya

Berita

Disumbang 15 PLTP, Kapasitas Panasbumi Indonesia Jadi 2,088,5 MW Akhir 2019

Berita

Indonesia dan Australia Tandatangani Pengembangan Panas Bumi 25 GW

Berita

Infrastruktur Capai 99%, PLTP Lumut Balai Diharapkan Beroperasi Juli

Berita

Panasbumi Dieng-Patuha, Tak Putus Dirundung Sengketa (Bagian 2)