Home / Berita

Minggu, 17 September 2023 - 13:41 WIB

Daftar Lengkap 20 Prospek Panas Bumi yang Dieksplorasi dengan Skema Government Drilling

Pemandian air panas di Papandayan Garut tepat berada di bawah kawah Papandayan. Panas bumi inilah salah satu prospek yang akan dieksplorasi dengan skema government drilling./Tangkapan layar YouTube Rakhaman

Pemandian air panas di Papandayan Garut tepat berada di bawah kawah Papandayan. Panas bumi inilah salah satu prospek yang akan dieksplorasi dengan skema government drilling./Tangkapan layar YouTube Rakhaman

PABUMNews – Kegiatan eksplorasi panas bumi merupakan kegiatan berisiko tinggi. Sebagian besar kerugian proyek panas bumi disebabkan gagalnya eksplorasi. Hal tersebut menyebabkan harga listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) cukup mahal.

“Mahalnya biaya eksplorasi ini semua dimasukkan dalam komponen cost. Sehingga yang terjadi adalah, biaya listrik per kWh dari panas bumi itu jauh di atas rata-rata harga listrik. Ini tentu saja sangat memberatkan APBN,” jelas Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM rfin Tasrif dikutip dari esdm.go.id, Minggu, 17 September 2023.

Oleh karena itu, lanjut Arifin, Kementerian ESDM berinisiatif untuk ‘mengambil’ risiko eksplorasi panas bumi dengan menggulirkan program government drilling.

Dengan digulirkannya program ini, maka biaya eksplorasi hanya dikeluarkan satu kali, tidak terbawa hingga 30 tahun, seperti eksplorasi yang telah dilakukan selama ini.

“Kita memiliki satu inisiatif di mana risiko eksplorasi ini bisa diambil oleh pemerintah. Sehingga costnya itu bisa dikeluarkan one shot, sehingga tidak ter-carry sampai 30 tahun. Selama ini kan ter-carry sampai 30 tahun, dan ini menyebabkan biaya subsidi kompensasi makin tinggi,” jelas Arifin.

Dengan program government drilling pun, lanjut Arifin, investor akan memiliki data yang lebih akurat terkait panas bumi di suatu daerah. Hal ini dapat mengurangi risiko kegagalan eksplorasi.

Baca Juga  PLTP Unit 2 Dieng dan Patuha Kurangi Emisi CO2 700.000 Ton Per Tahun

“Dengan dilakukannya preliminary slim hole drilling, itu diketahui betul. Dengan biaya yang tidak terlalu besar, karena melakukan pengeborannya dengan alat bor yang kecil-kecil itu, diketahui sumber panas yang ada di dalam perut bumi itu. Sehingga kemudian nanti investor yang masuk itu lebih mengetahui data kepastiannya untuk mengurangi risiko kegagalan,” tuturnya.

***

Government drilling merupakan upaya akselerasi pengembangan panas bumi. Program ini digulirkan pemerintah dengan mengikutsertakan sejumlah Kementerian/Lembaga, di antaranya Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM.

Untuk pendanaan, pemerintah menugaskan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menggunakan dana dari Kementerian Keuangan dan dana hibah dari Bank Dunia.

Dikutip dari situs Kementerian ESDM, ada 20 prospek panas bumi yang akan dilakukan eksplorasi dengan menggunakan skema government drilling. Dari 20 propek tersebut, prospek panas bumi di Jawa Barat yang paling banyak.

Berikut rincian prospek panas bumi yang akan dieksplorasi dengan mengggunakan skema government drilling:

Jawa Barat
Cisolok-Sukarame: sumber daya 45 MW, rencana pengembanga 20 MW.
Gunung Galunggung: sumber daya 289 MW, rencana pengembangan 110 MW
Gunung Tampomas: sumber daya 100 MW, rencana pengembangan 45 MW
Gunung Ciremai: sumber daya 60 MW, rencana pengembangan 55 MW
Gunung Papandayan” sumber daya 195 MW, rencana pengembangan 40 MW

Baca Juga  Optimalkan Penggunaan Energi Geothermal Pulau Flores Ditetapkan sebagai Pulau Panasbumi

Aceh:
Lokop: sumber daya 41 MW, rencana pengembangan: 20 MW

Sumatra Utara:
Sipoholon Ria-Ria: sumber daya 60 MW, rencana pengembangan 20 MW

Kalimantan Utara:
Sajau: sumber daya 17 MW, rencana pengembangan 13 MW

Sulawesi Tengah:
Bora Pulu: sumber daya: 123 MW, rencana pengembangan: 40 MW
Marana: sumber saya 70 MW, rencana pengembangan 20 MW

Sulawesi Selatan:
Bittuang: sumber daya 28 MW, rencana pengembangan 20 MW
Limbong: sumber daya 20 MW, rencana pengembangan 5 MW

Maluku Utara:
Jailolo: sumber daya 75 MW, rencana pengembangan 30 MW

Maluku:
Banda Baru: sumber daya 54 MW, rencana pengembangan 40 MW

NTT:
Nage: sumber daya 39 MW, rencana pengembangan 20 MW
Maritaing: sumber daya 190 MW, rencana pengembangan 30 MW

NTB:
Sembalun: sumber daya 100 MW, rencana pengembangan 20 MW

Bali:
Gunung Batur-Kintamani: sumber daya 58 MW, rencana pengembangan 40 MW

Jawa Tengah:
Guci: sumber daya 100 MW, rencana pengembangan 55 MW.

Banten:
Gunung Endut: sumber daya 180 MW, rencana pengembangan 40 MW.

Itulah rincian 20 prospek panas bumi yang akan diekplorasi dengan skema government drilling untuk mengakselerasi pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi.***

Berita ini 126 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

PT SGI: PLTP Sokoria Resmi COD Unit II

Berita

Menteri BUMN Balas Surat Menkeu

Berita

Pembangkit EBT Berikan Tambahan 736 MW Tahun Ini

Berita

Libatkan World Bank, ITB Gelar Workshop Panasbumi Internasional

Berita

ADB Berkomitmen Dukung Pengembangan Panasbumi Indonesia

Berita

WKP Gunung Talang Mulai Dibor Tahun 2018

Berita

Ketum ADPPI: IPP PLTP Harus Ambil Bagian dalam Pencegahan Corona

Berita

Lima Tahun Terakhir Realisasi PNBP Panas Bumi Selalu Lampaui Target