Klasifikasi Potensi Energi Panasbumi

Klasifikasi Potensi Energi Panasbumi

PLTP Kamojang, Jawa Barat (sumber foto: minergy-news.com)

PABUMNews- Sumber daya panasbumi dibagi menjadi dua kelas yakni kelas spekulatif dan hipotetis. Klafikasi ini dibuat berdasarkan tahapan penyelidikan yang dilakukan pada suatu daerah atau lapangan panasbumi. Tahapan penyelidikan pendahuluan menghasilkan klasifikasi sumber daya, sedangkan tahapan penyelidikan rinci menghasilkan klasifikasi cadangan.

Kelas Sumber Daya Spekulatif

Kelas sumber daya spekulatif adalah kelas sumber daya yang estimasi potensi energinya didasarkan pada studi literatur serta penyelidikan pendahuluan.

Apa itu penyelidikan pendahuluan? Kegiatan yang meliputi studi literatur dan peninjauan lapangan (geologi, geokimia). Dari penyelidikan ini akan diperoleh peta geologi tinjau dan sebaran manifestasi (seperti : air panas, steaming ground, tanah panas, fumarol, solfatar), suhu fluida permukaan dan bawah permukaan serta parameter panasbumi lainnya yang berguna untuk panduan penyelidikan selanjutnya, di antaranya penyelidikan pendahuluan lanjutan.

Kelas Sumber Daya Hipotetis

Kelas sumber daya hipotetis adalah kelas sumber daya yang estimasi potensi energinya didasarkan pada hasil penyelidikan pendahuluan lanjutan.

Penyelidikan pendahuluan lanjutan dilakukan penyelidikan geologi, geokimia,
dan geofisika. Penyelidikan geologi dilakukan dengan pendataan dari udara dan permukaan yang menghasilkan peta geologi pendahuluan lanjutan, dilengkapi dengan penyelidikan geohidrologi dan hidrologi yang menghasilkan peta hidrogeologi.

Penyelidikan geokimia meliputi pengamatan visual, pengambilan contoh analisis kimia air, gas serta tanah. Hasilnya berupa peta anomali unsur-unsur kimia yang terkandung di dalam air, gas dan tanah, jenis fluida bawah permukaan, asal-usul fluida serta sistem panasbumi.

Penyelidikan geofisika yang digunakan adalah pemetaan geofisika dan menghasilkan peta geofisika dengan interval yang memungkinkan untuk dibuat kontur

Klasifikasi Cadangan

Cadangan panas bumi dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelas yaitu kelas terduga,
mungkin dan terbukti. Seperti diulas di atas, klasifikasi cadangan dihasilkan melalui tahapan penyelidikan penyelidikan rinci. Ada tiga kelas cadangan panasbumi yaitu :

Cadangan Terduga

Kelas cadangan terduga adalah kelas cadangan yang estimasi potensi energinya
didasarkan pada hasil penyelidikan rinci.

Penyelidikan rinci dilakukan berdasarkan rekomendasi dari penyelidikan sebelumnya, yang lebih dititikberatkan pada penyelidikan ilmu kebumian terpadu (geologi, geokimia, geofisika), dan dilengkapi pemboran landaian suhu.

Pada penyelidikan geologi dilakukan pemetaan geologi rinci dengan skala yang lebih besar daripada peta pendahuluan lanjutan, termasuk di dalamnya pemetaan batuan ubahan.

Penyelidikan geokimia dilakukan dengan interval titik yang lebih rapat dan lokasi
penyelidikannya lebih terarah berdasarkan hasil penyelidikan sebelumnya. Hasilnya
berupa peta anomali unsur kimia dan model hidrologi.

Penyelidikan geofisika dilakukan dengan cara pemetaan dan pedugaan yang
menghasilkan peta anomali dan penampang tegak pendugaan sifat fisis batuan.
Pada sumur landaian suhu dilakukan juga penyelidikan geologi, geokimia dan geofisika, yang menghasilkan penampang batuan, sifat fisis serta kimia batuan dan fluida sumur.

Analisis data terpadu dalam tahap penyelidikan ini menghasilkan model panasbumi.

Cadangan Mungkin

Kelas cadangan mungkin adalah kelas cadangan yang estimasi potensi energinya
didasarkan pada hasil penyelidikan rinci dan telah diindentifikasi dengan bor eksplorasi (wildcat) serta hasil prastudi kelayakan.

Pengeboran eksplorasi (wildcat) adalah kegiatan pengeboran yang dibuat sebagai upaya untuk mengindentifikasi hasil penyelidikan rinci sehingga diperoleh gambaran geologi, data fisis dan kimia bawah permukaan serta kualitas dan kuantitas fluida.

Cadangan Terbukti

Kelas Cadangan Terbukti adalah kelas cadangan yang estimasi potensi energinya
didasarkan pada hasil penyelidikan rinci, diuji dengan sumur eksplorasi, delineasi dan pengembangan serta dilakukan studi kelayakan.

Pengeboran Delineasi adalah kegiatan pengeboran eksplorasi tambahan yang dilakukan untuk mendapatkan data geologi, fisik dan kimia reservoar serta potensi sumur dari suatu lapangan panasbumi.

Sementara studi kelayakan adalah kajian mengenai kelistrikan dan evaluasi reservoar untuk menilai kelayakan pengembangan lapangan panas bumi dilengkapi dengan rancangan teknis sumur produksi dan perancangan sistem pembangkit tenaga listrik. (es, disarikan dari Klasifikasi Potensi Energi Panas Bumi di Indonesia di laman geothermal.itb.ac.id)