Panasbumi Gunung Geureudong

Panasbumi Gunung Geureudong

 

sumber foto : Papua Bangkit

PABUMNews– Pembaca yang budiman, sesuai dengan yang dikabarkan beberapa hari lalu, setiap hari Jumat Pabumnews akan menurunkan berita tentang profil potensi panasbumi di seluruh wilayah Indonesia yang bersumber dari buku Potensi Panas Bumi Indoneia terbitan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM)  tahun 2017.

Pada edisi awal-awal, kami akan turunkan terlebih dahulu potensi panasbumi di Provinsi Aceh, dan pada Jumat hari ini kami turunkan potensi panasbumi di Geureudong.

WKP Geureudong

SK WKP Kode wilayah Luas (ha) Kab/kota Provinsi Status
No Tgl
4283

K/30/MEM/2014

29-12-2014 11 17 2 2 12 14

0010

Bener Meriah,

Aceh Tengah,

Aceh Utara

Aceh

 

Deskripsi WKP

Ditetapkan sebagai Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) tanggal 29/12/2014. Lokasi: Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Utara, Provnsi Aceh.

Cadangan terduga : 160 MW. Kapasitas terpasang dan rencana pengembangan Unit 1 ditargetkan tahun 2025 dengan kapasitas 55 MW.

Daerah prospek Panas Bumi Gn. Geureudong terletak di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Aceh Utara, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Prospek Panas Bumi Gn. Geureudong merupakan bagian dari pegunungan vulkanik Bukit Barisan dan terletak di 50 km Timur Laut Patahan Besar Sumatera (GSF).

Gn. Geureudong merupakan kompleks gunung stratovulkanik berukuran besar dengan diameter sekitar 18 km dengan kerucut parasite muda, Gunung Burni Telong dan Gunung Pepanji. Usia kompleks pegunungan vulkanik ini adalah pleistosen hingga Holosen.

Produk vulkanik di daerah Gn. Geureudong berupa perselingan batuan lava dan piroklastik andesitik- dasitik. Batuan reservoir diperkiran terdiri dari batuan metamorf tingkat rendah, batuan sedimen dan intrusi granit.

Manifestasi panas dan zona alterasi permukaan ditemukan di 4 wilayah, yakni wilayah Wih Pesam, Uning Bertih, Pepanji dan Wih Porak.  Wih Pesam merupakan satu-satunya manifestasi panas permukaan berupa mata air panas klorida dengan pH Netral. Mata air panas lainnya yang ditemukan di Uning Bertih, Pepanji dan Wih Porak merupakan air panas bikarbonat yang telah mengalami pengenceran dan mengandung kadar klorida yang lebih rendah. Permeabilitas bawah permukaan dimungkinkan berhubungan dengan struktur berarah bawah laut yang sejajar dengan struktur besar Sumatera dan struktur berarah Timur Laut – Barat Daya yang sejajar dengan gaya tekan horizontal maksimum.

Manifestasi Permukaan

Lokasi Sample Jenis Bujur Lintang Eleveasi (m) Temperatur Permukaan (C) Keasaman (pH)
Wih Pesam Kolam air mendidih 972 68 6,5
Simpang Balik Kolam air mendidih 1.221 67 6,0
Pante Raya Mata air panas 1.239 52 6,5
Pepanji 1.780

 

49 6,0

 

Ringkasan Geologi

Studi geomorfologi menggunakan data GIS dan citra satelit. Analisa geomorfologi daerah Geureudong menunjukkan morfologi batuan dasar berumur pretersier dan tersier berupa batuan meta sedimen dan intrusi serta batuan vulkanik berumur kwarter. Unit geomorfologi daerah Geureudong terdiri dari badan air, kerucut vulkanik, kubah lava, kaldera gunung berapi, perbukitan denudasional vulkanik, denudasional struktural dan scarp patahan. Beberapa kenampakan permukaan vulkanik memperlihatkan umur vulkanik yang relatif muda dimana sebagian sudah terpotong oleh struktur geologi dan erosi. Kenampakan lain berupa denudasional vulkanik ditemukan di selatan yang menunjukkan kehadiran gunung api tua yang sudah terkikis erosi.

Litologi/Stratigrafi

Stratigrafi daerah Geureudong dibagi menjadi 2 unit litologi utama yaitu batuan vulkanik berumur kuarter dan batuan dasar yang lebih tua. Distribusi batuan dasar yang berumur Paleozoikum, Mesozoikum dan Tersier tersingkap di bagian tepi barat, selatan dan tenggara. Batuan Palezoik terdiri dari formasi Kluet (metasedimen tingkat rendah – slate, phyllite dan batu pasir), formasi Tawar (metalimestone), granit Biden dan granit Bergang.

Batuan Mesozoikum terdiri dari formasi Penarun (metamorf tingkat rendah – slate, phyllite dan kuarsit). Batuan tersier terdiri dari formasi Bampo – perselingan batulanau dan batu pasir.

Komposisi batuan vulkanik kuarter diklasifikasikan menjadi 4 kelompok yaitu:

  1. Vulkanik Silih Nara (andesitik – dasitik) – lava dasitik, interkalasi breksi piroklastik dan tufa lapili.
  2. Vulkanik Geureudong (andesitik basaltik) – andesitik, aliran lava basaltik – andesitik, breksi piroklastik, tufa, lapili dan perselingan lava dasitik dan breksi piroklastik.
  3. Vulkanik Pepanji (andesitik – dasitik) – interkalasi tufa dan breksi piroklastik.
  4. Vulkanik Burni Telong (andesitik – basaltik) – aliran lava dasitik, breksi piroklastik, tufa dan tephra andesitic

Struktur Geologi

Struktur geologi daerah Geureudong terbagi menjadi 3 sistem patahan yaitu patahan berarah barat laut – tenggara, utara – selatan dan timur – barat. Kemunculan rekahan /patahan menunjukkan keberadaan permeabilitas batuan reservoir di bawah permukaan. Sesar besar sumatera dominan mempengaruhi terbentuknya sistem rekahan yang ada di daerah Geureudong.

Manifestasi panas di Wih Pesam, Uning Bertih dan Pepanji disimpulkan terkait dengan perpotongan patahan mendatar berarah baratlaut – tenggara dan barat – timur. Patahan mendatar berarah utara – selatan juga diidentifikasikan melintasi vulkaik Silih Nara dan kompleks Geureudong.

Manifestasi Permukaan dan Zona Alterasi

Manifestasi panas di permukaan serta distribusi alterasi hidrotermal merupakan indikator terbaik untuk prospek Panas Bumi. Mata air panas terdapat di Wih Pesam terletak di sebelah baratlaut, Uning Bertih yang terletak di selatan Burni Telong, Pepanji dan Wih Porak. Wih Pesam adalah tipe mata air panas klorida netral dengan kandungan TDS (Total Dissolved Solids)/total padatan terlarut relatif tinggi. Pepanji, Uning Bertih dan Wih Porak merupakan mata air panas bikarbonat yang terencerkan (dilute HCO3).

Alterasi hidrotermal terdiri atas alterasi tua yang ditemukan di batuan dasar (agrilik lemah, silisifikasi lemah), dan alterasi hidrotermal yang ditemukan pada batuan vulkanik berumur kwarter. Alterasi muda terutama terdiri dari argilik danargilik lanjut yang berasosiasi dengan manifestasi panas permukaan. Mineral utama dalam alterasi antara lain kaolinit, alunit, smektit dan kristobalit. Sedangkan mineral minor adalah pirit, kalsit dan klorit.

Kesimpulan Kajian Geologi

Gunung Geureudong adalah gunung strato volcano besar dengan kerucut parasit muda, Gunung Burni Telong dan Gunung Pepanji. Usia kompleks vulkanik adalah pleistosen hingga Holosen. Perselingan batuan lava dan piroklastik andesitik – dasitik adalah produk utama gunung geureudong. Batuan reservoir kemungkinan besar terdiri dari batuan vulkanik berumur kwarter, serta kemungkinan sedimen tersier di bawahnya. Singkapan batuan Paleozoikum dan Mesozoikum terdiri dari batuan metamorf tingkat rendah dengan batuan sedimen (slate, phyllite, kuarsit, metasedimen) dan intrusi granit.

Permeabilitas batuan reservoir terkait dengan struktur berarah baratlaut searah dengan Sesar Besar Sumatera dan rekahan serta struktur berarah timurlaut – baratdaya, sejajar dengan gaya tekan horisontal maksimum daerah Geureudong.

Wih Pesam adalah satu – satunya manifestasi air panas klorida netral yang ditemukan di daerah Geureudong. Air panas Pepanji dan Wih Porak telah mengalami pengenceran dan memiliki kandungan klorida yang jauh lebih rendah.

Geoteknik

Salah satu potensi bencana yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan lapangan panas bumi di daerah Gunung Geureudong adalah aktivitas vulkanik di sekitar Gunung Burni Telong. Gunung Burni Telong merupakan salah satu gunung berapi tipe A yang tercatat pernah meletus 5 kali semenjak tahun 1837 sampai 1924.

Gempa bumi adalah potensi bahaya lainnya di sekitar Geureudong. Aktivitas kegempaan di daerah tergolong cukup tinggi dan yang terakhir tercatat pada 2013 berdaya 6,2 SR. gempa tersebut dilaporkan disebabkan pergeseran patahan lokal mendatar sepanjang Aceh Tengah yang terletak 20 km sebelah timur laut struktur utama dari Sesar Besar Sumatera.

Manifestasi Panas Permukaan

Satu satunya manifestasi gas di daerah Geureudong ditemukan di Uning Bertih, dimana ditemukan endapan silika- muskovit. Adanya endapan silika muskovit menunjukkan potensi yang baik, namun suhu rendah menunjukkan bahwa manifestasi ini tidak memiliki kualitas yang baik untuk menunjukkan kondisi reservoir. Manifestasi air menunjukkan hasil yang lebih baik karena memiliki suhu yang relatif tinggi. Evaluasi kesetimbangan ion dari 6 manifestasi air  menunjukkan bahwa sampelsampel yang ada memiliki kualitas yang baik.

Ringkasan Geokimia

Konsentrasi Cl, Na, Ca, K, Li, SO4 dan B di Wih Pesam tergolong tinggi dibandingkan dengan manifestasi air. Kandungan klorida yang tinggi menunjukkan area outflow dari reservoir netral, sedangkan konsentrasi lithium dan boron yang tinggi menunjukkan reaksi dari air dengan batuan sedimen.

Isotop stabil (δ18O dan δD) menunjukkan manifestasi Wih Pesam mengalami pengayaan δ18O. hal ini disebabkan oleh adanya interaksi dengan fuida panas dengan batuan di sekitarnya. Nilai isotop δ5He mengindikasikan adanya komponen permukaan yang mempengaruhi fluida di Wih Pesam. Empat suhu geotermometer dihitung pada kimia air Wih Pesam dan geotermometer tertinggi ditunjukkan oleh Na-K (Giggenbach) sebesar 2400C.

Manifestasi air panas di daerah Uning Bertih, Pepanji, Wih Porak memiliki kesamaan kimia dan mengindikasikan mata air panas di manifestasi tersebut mengalami pencampuran yang signifikan dan mencirikan air peripheral.

Tingginya tingkat pencampuran oleh kondisi permukaan tidak dapat digunakan untuk mengkonfirmasi kemungkinan hubungan dengan sistem panas bumi yang netral.

Isotop yang stabil (δ18O dan δD) menunjukkan manifestasi Uning Bertih, Pepanji dan Wih Porak diengaruhi oleh air meteorik terlihat bahwa semua data mendekati garis air meteorik lokal yang diwakili oleh air terjun Mangaya. Nilai isotop δ5He mengindikasikan adanya komponen permukaan yang mempengaruhi fluida di Uning Bertih, Pepanji dan Wih Porak. Dari semua data tersebut tidak ada geogeotermometer yang dihitung karena mengalami dilusi.

Kesimpulan Kajian Geokimia

Wih Pesam merupakan manifestasi yang paling memungkinkan menggambarkan daerah outflow netral dengan suhu kesetimbangan maksimum sebesar ~ 2400C. sedangkan untuk manifestasi di daerah lainnya tidak menunjukkan adanya indikasi geokimia positif maupun negatif dikarenakan adanya proses dilusi.

Ringkasan Geofisika

Nilai anomali residual maksimum di wilayah barat laut manifestasi Wih Pesam dan wilayah timur Wih Porak menuju Danau Laut Tawar. Nilai anomali residual minimum berada disekitar Uning Bertih dan Pepanji yang berada di wilayah vulkanik Gunung Geureudong, Burni Telong dan pepanji.

Sebaran daeaah konduktansi tinggi berasosiasi dengan manifestasi termal di Wih Pesam dan Pepanji. Hal ini menunjukkan bahwa kedua daerah tersebut memiliki kenungkinan terhubung dengan sistem panas bumi di daerah Geureudong. Dua area prospek tersebut menunjukkan adanya kemenerusan satu sama lain dimana Gunung Geureudong menjadi area upflow dan daerah Wih Pesam berarah baratlaut dan daerah Pepanji berarah barat daya menjadi area outflow dari sistem panas bumi di daerah Geureudong.

Geomagnet

Pengukuran metode magnetotelurik menggunakan instrumen Phoenix MTU-5A 5 Channel dengan menggunakan 3 sensor magnetik (metronix MFS-06/07) dan 2 sensor elektrik (elektroda Pb-PbCl2) yang tidak terpolarisasi. Proses robust digunakan pada pengukuran ini untuk mengkoreksi gangguan dari noise yang terkolerasi dengan sinyal.

Pengukuran metode TDEM digunakan untuk melakukan koreksi statik terhadap kurva resistivitas Magnetotelurik.

Kualitas data pada pengukuran ini dipengaruhi oleh resistivitas batuan dangkal, efek feromagnetik batuan dan sumber noise lainnya seperti kabel dan pembangkit listrik. Sebaran tahanan jenis / rersistivitas rendah ditunjukkan oleh nilai konduktansi total batuan pada kedalaman 1500 meter. Sebaran tahanan jenis rendah berarah barat laut – tenggara menunjukkan sebaran batuan penudung/claycap.

Elektromagnetik

BOC di bawah puncak G. Tandikat dan G. Singgalang berada pada elevasi yang relatif lebih Ttinggi dibandingkan dengan daerah disekelilingnya yang ditunjukan pada pola kontur tertutup. Hal ini menunjukan keberadaan pola updome di bawah puncak kedua gunung tersebut. Pola updome berkorelasi dengan zona upflow dari sitem panasbumi di daerah tersebut.

Model Konseptual

Integrasi data-data 3G diatas menunjukkan 2 area potensi panas bumi di daerah Geureudong. Prospek panas bumi Wih Pesam terletak di tenggara dari mata air panas klorida Wih Pesam, sementara daerah prospek Pepanji terletak di timulaut – baratdaya. Daerah prospek yang diperkirakan berada di sekitar Wih Pesam seluas 8 km2 dan Pepanji seluas 7 km2.

Berdasarkan data yang ada kedua area prospek tersebut diperkirakan saling menyambung ditunjukkan dengan kemungkinan kemenerusan lapisan konduktif dari sebaran tahanan jenis pada kajian geofisika. Kemenerusan lapisan konduktif ini dapat menyebabkan potensi panas bumi di daerah Geureudong menjadi lebih besar.

Indikasi suhu tinggi terbaik ditunjukkan oleh manifestasi Who Pesam dengan suhu sebesar 2400C (Geotermometer Giggenbach) dengan sistem panas bumi dominasi air. Sumber panas sistem panas bumi di daerah Geureudong kemungkinan berhubungan dengan manifestasi Wih Pesam di baratlaut dan Pepanji di tenggara. Area upflow sistem panas bumi di daerah Geureudong berada di sekitar Gunung Geureudong sedangkan area outfow di sekitar Wih Pesam diinterpretasikan menjauh berarah baratlaut dan area outflow di sekitar Pepanji diinterpretasikan mengalir berarah barat daya. Batuan reservoir diduga tersusun atas batuan vulkanik kuarter di kedua daerah, namun tidak dapat diperkirakan kedalaman batuan reservoir tersebut.

Sumber Data : PT. Jasa Daya Cheron. 2014. Laporan Hasil Survei Penugasan Survei Pendahuluan Panas Bumi Gunung Geureudong, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Utara – Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Sumber Potensi Panas Bumi Jilid 1