Panasbumi Riau Tersebar di Empat Titik

Panasbumi Riau Tersebar di Empat Titik

Kantor Gubernur Riau

PABUMNews- Potensi panasbumi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tersebar di empat titik (Buku Potensi Panas Bumi Indonesia, 2017). Dari keempat titik tersebut, panasbumi Pangarayan, Kabupaten Rokan Ulu, diperkirakan memiliki potensi paling besar yakni 25 MW, sementara tiga lainnya antara 5 MM hingga 10 MW.

Beberapa waktu lalu, konsorsium dari Taiwan dengan partnernya dari Malaysia, sempat mendatangi Riau untuk meninjau sejumlah potensi panasbumi yang ada di kepulauan itu. Mereka berminat berinvestasi dalam pengembangan panasbumi menjadi energi listrik.

Inilah empat titik potensi panasbumi di Provinsi Riau

1. Kepanasan

Panasbumi Kepanasan berada di Kabupaten Kampar, dengan sumber daya (spekulatif) 10 MW.

Dari Jakarta, titik panasbumi ini bisa ditempuh menggunakan pesawat menuju Pekanbaru dan mendarat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II. Dari sini perjalanan bisa dilanjutkan melalui darat ke Kabupaten Kampar dengan jarak kurang lebih 97 km selama 3 jam.

Panasbumi di Kepanasan dicirikan dengan munculnya air panas yang menyebar di tiga titik. Suhunya antara 34 derajat Celcius hingga 64 derajat Celcius. Dari hasil survei, air panas Kepanasan berasal dari kedalaman bumi yang suhunya mencapai 138 derajat Celcius.

2. Pasir Pangarayan

Lapangan panasbumi ini berada di Kabupaten Rokan Ulu dengan sumber daya (spekulatif) 25 MW.

Dari Bandara Sutan Syarif II, Riau, lokasi ini bisa dicapai dengan menggunakan transportasi darat sejauh kurang lebih 60 km atau kurang lebih 1,5 jam ke Bangkinang, kemudian 24 km menuju lapangan.

Panasbumi di sini termasuk medium temperatur, sebesar 150°C.

3. Sahilan

Sahilan berlokasi di Kabupaten Kampar dengan sumber daya (spekulatif) 5 MW.

Dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, lokasi ini bisa dicapai dengan perjalanan darat ke Kabupaten Kampar dengan jarak kurang lebih 97 km selama 3 jam

Manifestasi panasbumi di Sahilan dicirikan dengan munculnya air panas Gunung Sahilan yang bertipe karbonat dan ber-pH netral dengan suhu 49.7 derajat C. Air panas ini diperkirakan berasal dari kedalaman bumi.

4. Sungai Pinang

Sungai Pinang terletak di Kabupaten Kuantan Singingi dengan sumber daya spekultif 5 MW.

Dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II dan dilanjutkan perjalanan darat ke Kabupaten Kuantan Singingi dengan jarak kurang lebih 162 km selama 3,5 jam.

Manifestasi panasbuminya berupa air panas Sungai Pinang 1 dan 2 yang bertipe karbonat dan ber-pH netral dengan suhu 49.7 derajat C.

Hingga hari ini, potensi panasbumi di Kepri masih tersimpan sebagai harta karun. Kendati demikian, panasbumi Riau telh memebrikan dampak positif kepada masyarakat dengan pemanfaatan langsungnya berupa pengelolaan air panas.

Salah satu pemandian air panas yang terkenal di Riau adalah pemandian Pawan di Rokan Hulu. Yang unik, kolam-kolam di tempat ini dihiasi dengan aneka batuan dan bunga-bunga, lebih mirip dengan taman. Air panasnya dialirkan dari post vulkanik yang suhu asalnya mencapai 580  derajat C. (es)