Posisi Indonesia dalam Pertumbuhan Kapasitas Panasbumi Global

Posisi Indonesia dalam Pertumbuhan Kapasitas Panasbumi Global

PLTP Gunung Salak, Jawa Barat

PABUMNews- Kapasitas pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP) global telah mencapai 14.600 MW pada akhir tahun 2018 lalu, dengan penambahan kapasitas sebesar 587 MW.

Pada tahun tersebut, Indonesia menjadi penyumbang terbesar kedua terhadap kapasitas panasbumi global dengan menyumbang 139 MW, sementara penyumbang terbesar ditempati Turki sebesar 294 MW. Amerika Serikat yang hingga kini masih menjadi negara dengan kapasitas panasbumi terbesar di dunia, tahun 2018 hanya menyumbang 48 MW.

Inilah rincian penambahan kapasitas panasbumi pada tahun 2018 :

Turki – 294 MW
Indonesia – 139 MW (penambahan di Sorik Marapi dan Lumut Balai, direncanakan menambah 95 MW tahun ini, tetapi tidak terhubung ke jaringan sebelum akhir tahun)
AS – 48 MW
Islandia – 45 MW
Selandia Baru – 25 MW
Kroasia – 18 MW
Cina – 15 MW
Jerman – 3 MW
Negara lain – 1 MW

Upaya Indonesia dalam memanfaatkan energi panasbumi juga tampak cukup agresif dibanding negara-negara lain. Dalam periode 10 tahun, sejak 2009 hingga 2019 Indonesia mencatatkan petumbuhan kapasitas panasbumi terbesar kedua setelah Turki, yakni sebesar 956 MW, sementara Turki sebesar 1.317 MW. Disusul kemudian oleh Amerika Serikat sebesar 599 MW.

Inilah pertumbuhan panasbumi dalam 10 tahun terakhir (periode 2009 hingga 2018).

Turki – 1.317 MW
Indonesia – 956 MW
A.S. – 599 MW
Kenya – 509 MW
Selandia Baru – 421 MW
Islandia – 180 MW
Italia – 134 MW
Chili – 48 MW
Lainnya – 177 MW.

(es, dari thinkgeoenergy.com)