Profil WKP Seulawah Agam Aceh

Profil WKP Seulawah Agam Aceh

Pembangkit Listrik Panasbumi (foto ilustrasi)

PABUMNews- Sesuai namanya, WKP Seulawah Agam berada di Gunung Seulawah Agam, salah satu gunung api aktif di Aceh. WKP ini ditetapkan berdasarkan SK 1786/33/MEM/2007 tanggal 23 Maret 2007 lalu. Wilayahnya meliputi Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Pidie.

Titik potensi panasbumi di Seulawah Agam terbagi dua yakni di IeSeum Krueng Raya dengan sumberdaya hipotesis 63 MW, dan di Seulawah Agam sendiri dengan cadangan 282 MW.

Kedua titik potensi panasbumi ini akan dikembangkan masing-masing sebesar 55 MW. Untuk Ie Seum Krueng Raya pengembangan dilakukan tahun 2024, sementara Seulawah Agam pada tahun 2025

Lokasi WKP

Dari Jakarta menuju Aceh menggunakan pesawat dan mendarat di Bandara Sultan Iskandarmuda. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan jalur darat melewati Jalan Raya Banda Aceh – Lhokseumawe, yang terletak +45 Km dari Kota Banda Aceh.

Deskripsi WKP

Berdasarkan penyebaran manifestasi dan batuan alterasi serta mempertimbangkan struktur geologi, maka daerah penelitian dikaji menjadi daerah prospek panasbumi le Suum dan prospek Gunung Seulawah.

Model Geologi system panasbumi untuk kedua prospek tersebut diperkirakan berbeda. Perbedaan utama pada bentuk intrusi yaitu rekahan pada prospek Ie Suem dan intrusi pada prospek Seulawah Agam. Dengan melihat pada struktur, kemungkinan reservoir panasbumi kedua prospek tersebut berhubungan tetapi sampai saat ini belum ada data yang mendukungnya.

Lokasi Sample:

Kawah Van Heutz, jenis fumarol, suhu 96 derajat Celcius
Kawah tanah, jenis tanah panas, suhu 96 derajat C
Ie Suum, jenis mata air panas, suhu 86,4 C

Analisa Geokomia

Hasil analisa kimia air dari manifestasi panas bumi di daerah prospek Seulawah, menunjukkan mata air panas Ie Seum merupakan chloride water dan menggunakan diagram plot Na-K-Mg, menunjukkan sampel berada pada kondisi partial equilibrium. Diagram plot N2-CO2-Ar menunjukkan fluida sedikit dipengaruhi magmatic input. Berdasarkan perhitungan geothermometer gas menggunakan diagram plot CH4-CO2-H2S menunjukkan temperatur +260 derajat C dan berdasarkan hasil perhitungan Geothermometer FT-CO2 menunjukkan temperatur ± 290 derajat C. Hasil perhitungan geothermometer air menunjukkan temperature yang rendah, yang mengindikasikan daerah outflow. (es, dari Buku Potensi Panas Bumi Jilid I 2017, Kementerian ESDM)