WKP Panasbumi Jaboi Kota Sabang

WKP Panasbumi Jaboi Kota Sabang

Pemandian air panas Jaboi, Sabang

WKP                             :   Jaboi
Potensi terduga        :   50 MW
Pemegang WKP        :   PT Sabang Geothermal Energy
Status                            :   Eksplorasi
Kota                               :  Sabang

Rencana pengembangan:  2019 Unit I Kapasitas 5 MW, Unit II 5 MW

PABUMNews- WKP Jaboi berada di Pulau Weh yang terletak di ujung barat wilayah Indonesia yaitu di sebelah barat laut Pulau Sumatera. Daerah panasbumi ditandai dengan keberadaan 3 kelompok manifestasi panasbumi di permukaan yaitu daerah panasbumi Iboih, Lho Pria Laot, dan Jaboi.

Daerah panasbumi Jaboi sebagian besar termasuk dalam wilayah Kecamatan Sukajaya, dan sebagian kecil di wilayah Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Provinsi Aceh. Lokasi WKP Panasbumi Jaboi bisa dicapai dengan kapal cepat dengan waktu tempuh 1,5 jam dari pelabuhan Ulee-lee, Aceh, menuju pelabuhan Balohan di pulau Weh. Dari Balohan perjalanan dilanjutkan lewat darat sejauh 2 km ke arah barat dari pelabuhan Balohan.

Ringkasan Geologi

Morfologi daerah panasbumi Jaboi dan sekitarnya yang meliputi Pulau Weh berada pada elevasi dari 0 meter hingga sekitar 600 meter. Secara umum, morfologi di daerah ini berupa morfologi dataran rendah, perbukitan landai dan perbukitan terjal. Sebaran manifestasi di Jaboi menempati morfologi perbukitan landai.

Litologi

Litologi Pulau Weh terdiri dari batuan berumur Tersier dan Kuarter yang dibedakan menjadi 4 kelompok batuan utama. Kelompok batuan sedimen Tersier (Miosen) merupakan batuan dasar di Pulau Weh. Kelompok batuan vulkanik berumur Kuarter-Tersier berupa lava dan piroklastik aliran. Kelompok batuan vulkanik muda berumur Kuarter merupakan produk dari deretan kerucut vulkanik muda yang membentuk suatu kelurusan vulkanik berarah barat laut-tenggara dari utara ke selatan.

Kerucut vulkanik termuda di pulau ini berada di Kompleks Jaboi yang terdiri dari G. Labu Ba’u, G. Leumo Matee, dan G. Semereuguh. Kompleks vulkanik ini dikategorikan sebagai gunung api tipe C yang menghasilkan aliran lava dan piroklastik. Kelompok batu gamping terumbu dan endapan permukaan adalah kelompok batuan termuda di daerah ini. Endapan permukaan umumnya dijumpai di dataran rendah seperti di Paya Seunara, Karing, dan pantai Balohan.

Struktur Geologi

Dari segi kebencanaan geologi, bahaya yang mungkin terjadi berkaitan dengan pengembangan lapangan panasbumi Jaboi antara lain bahaya gempa bumi karena Provinsi Aceh merupakan jalur gempa.Pulau Sumatera terletak di sepanjang tepi barat daya lempeng benua Eurasia yang bertumbukan dengan lempeng samudera Hindia yang mengalami penunjaman di sepanjang Parit Sunda, di lepas pantai barat Sumatera. Sedangkan letusan gunung api dimungkinkan tidak ada lagi karena gunung api yang berada di kota Sabang merupakan gunung api tipe C. Ahli vulkanologi memperkirakan bahwa daerah Sarui-Lhok Pria Laot di Pulau Weh dulunya merupakan sebuah kawah besar (kaldera purba), yang pernah terjadi letusan dahsyat di masa lampau dan saat ini sudah tidak mencirikan lagi sebagai bekas pusat erupsi akibat tingkat
erosi yang kuat.

Ringkasan Geokimia

Air panas di daerah Jaboi berupa air asam sulfat bertemperatur tinggi (95.0 dan 96.4C), absen ion bikarbonat, yang berasosiasi dengan fumarol/sulfatar dan air panas bikarbonat netral di Ieseum atau Ceunohot dengan temperatur 67.4 -71.0 C yang menghasilkan endapan sinter karbonat. Air panas asam sulfat Jaboi merupakan air permukaan yang terpanasi uap (steam heated water) dengan kandungan klorida sangat rendah (7,1 – 7,8 ppm) dan Mg tinggi (117,6 – 111,4), sehingga mengalterasi batuan di sekitarnya.

Air panas Ieseum termasuk tipe bikarbonat netral (67,5 – 71oC) masih ada hubungannya dengan manifestasi fumarola di Jaboi dengan diindikasikan oleh relatif tingginya konsentrasi HCO3, SO4, dan SiO2, namun konsentrasi klorida rendah. Air panas Keunekai, Batetamo, Serui bertipe bikarbonat yang juga mengandung konsentrasi sulfat cukup tinggi dan rendah ion klorida. Tipe air bikarbonat ini diakibatkan oleh terlarutnya gas magmatik CO2 ke dalam air panas dan membentuk HCO3 kemungkinan ada kaitannya dengan kontaminasi air laut. Air panas Lhok Pria Laot dan Pasi Jaboi merupakan air klorida yang mengandung sulfat tinggi.

Kandungan ion bikarbonat dalam air panas Pasi Jaboi juga cukup tinggi, sedangkan air panas Lhok Pria Laot sangat rendah. Kedua mata air panas ini kemungkinan sedikit terkontaminasi oleh air laut. Dari kandungan perbandingan kandungan Li, Cl dan B, terlihat adanya kontaminasi air laut kecuali air panas Ieuseum. Hampir semua air panas merupakan immature water, mengindikasikan adanya pengaruh air meteorik yang cukup besar, kecuali air dari daerah Lho Pria Laot lebih mendekati kondisi kesetimbangan.

Gas yang dianalisis merupakan contoh dari fumarola Jaboi pada elevasi 72 – 169 m dpl., temperatur 98.4 – 99.5oC, dan menghasilkan sublimasi belerang dan berasosiasi dengan air panas asam sulfat bertemperatur tinggi. Pendugaan temperature reservoir dengan menggunakan geotermometer SiO2 conductive cooling dari air panas Iseum didapatkan temperatur 187oC sebagai temperatur minimal.
Dengan menggunakan geotermometer gas CO2-H2 didapatkan temperatur 327oC. Jika melihat kondisi geologi daerah panas bumi Jaboi yang masih berhubungan dengan aktifitas vulkanik Gunung Jaboi serta jenis dan temperatur manifestasi permukaan yang tinggi, maka di perkirakan temperatur reservoir mencapai 250oC.

Struktur geologi yang terbentuk di pulau Weh mempunyai pola yang sama dengan struktur geologi daratan Sumatera. Zona sesar di Pulau Weh menunjukkan adanya kesinambungan atau keterkaitan kesejajaran dengan sesar Lamteuba (komplek G. Seulawah Agam) yang memotong teluk Krueng Raya di daratan Aceh. Beberapa zona sesar yang terbentuk di Pulau Weh umumnya berarah barat laut-tenggara (NNW SSE) yang terindikasi di teluk Balohan menerus sampai ke teluk Sabang.

Dua sesar utama yaitu Ujung Seuke – teluk Sabang dan Balohan–teluk Sabang membentuk sebuah graben dicirikan adanya tebing-tebing curam di timur teluk Balohan. Danau Aneuk Laot di selatan kota Sabang diperkirakan terjadi akibat amblasan bukan merupakan pusat erupsi vulkanik. Di sebelah barat struktur graben terdapat Sesar Paya Seunara dan di bagian selatan terdapat sesar Jaboi yang keduanya berarah utara- selatan.

Ringkasan Geofisika

Peta anomali gaya berat dicirikan oleh kemunculan struktur regional berarah barat laut-tenggara daerah ini seperti oleh kelurusan-kelurusan pada arah tersebut, terutama di utara Balohan. Daerah manifestasi fumarole bertepatan dengan anomali gaya berat tinggi dan dicirikan oleh banyaknya kelurusan-kelurusan dominan berarah timur laut-barat daya, namun beberapa diantaranya hampir barat laut-tenggara. Kelurusan- kelurusan ini mencerminkan banyaknya struktur rekahan di daerah panas bumi Jaboi.

Geomagnet

Peta anomali magnet total dicirikan oleh suatu anomali tinggi yang konsentrik terhadap daerah manifestasi fumarola Jaboi dan dikelilingi oleh anomali rendah di sekitarnya. Pada daerah sekitar katulistiwa magnetik, seperti daerah Jaboi ini, kontras suseptibilitas magnetik rendah akan memberikan respon anomali medan magnet tinggi di permukaan. Oleh Karena itu, anomali tinggi ini kemungkinan berasosiasi dengan batuan alterasi panas bumi yang juga telah terdemagnetisasi.

Sumur Landaian Suhu

Telah dilakukan pengeboran 2 sumur landaian suhu yaitu sumur JBO1 dan sumur JBO-2. Sumur JBO-1 terletak di dalam zona prospek panasbumi sedangkan sumur JBO-2 terletak di batas zona prospek. Berdasarkan mineral-mineral ubahan yang hadir di sumur JBO-1 dan JBO-2 menunjukkan adanya interaksi antara batuan dengan fluida hidrotermal yang menyebabkan ubahan dengan intensitas lemah hingga sangat kuat.

Jenis mineral ubahan yang hadir menunjukkan adanya percampuran antara fluida hidrotermal yang berjenis asam dan netral. Terjadinya pencampuran fluida tersebut diduga disebabkan oleh adanya fluida hidrotermal berjenis asam di bagian atas yang bercampur dengan fluida hidrotermal berjenis netral yang berasal dari bagian yang lebih dalam (reservoir), melalui rekahan-rekahan pada batuan.

Hasil dari pengukuran logging temperature menunjukkan gradien panas di sumur JBO-1 (20.5 – 22°C per 100 m) relative lebih tinggi dari sumur JBO-2 (17°C per 100 m).

Daerah upflow dari sistem Panasbumi Jaboi diindikasikan oleh manifestasi fumarole yang berasosiasi dengan air panas asam, tanah panas dan alterasi asam yang kuat. Daerah ini merupakan zona prospek yang dibatasi oleh nilai tahanan jenis rendah.

Lapisan konduktif di kedalaman sebagai lapisan penudung diduga merupakan batuan vulkanik Kuarter yang mengalami alterasi yang dideteksi terdapat pada kedalaman sampai 850m. Zona outflow diindikasikan oleh pemunculan air panas netral bikarbonat yaitu air panas Ieseum di bagian utara, Keunekai, Batetamo, dan Serui, serta air klorida netral sebagai air panas Pasi Jaboi.

Zona rekahan dan struktur sesar terutama yang berarah timur laut dan tenggara merupakan pembentuk zona permeabel atau reservoir panasbumi. Keberadaan sistem panasbumi Jaboi dalam depresi Semangko, karenanya struktur utama yang mengontrol sistem ini adalah struktur berarah barat laut – tenggara. Kelompok manifestasi Lhok Pria Laot yang terletak jauh di pantai utara, dianggap sebagai sistem yang berbeda dengan sistem yang terdapat di Jaboi. (es: sumber Buku Potensi Panas Bumi Indonesia Jilid I)