Home / Berita

Selasa, 26 April 2022 - 18:15 WIB

Diduga Steam Kick Penyebab Semburan Uap Panas di Proyek PT SMGP

PABUMNews – Terjadi lagi, semburan uap panas pada operasi pemboran penambahan sumur produksi milik PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik, Mandailing Natal, Sumut, kembali bocor, Minggu (24/4/2022) pagi.

Akibat kejadian tersebut, beberapa warga dan pekerja dilarikan ke rumah sakit. Diduga kejadian tersebut akibat adanya steam kick dari reservoir panas bumi.

Penyebab kebocoran terjadi

“Setahu saya permasalahannya bukan pipa bocor tapi ada steam kick saat pemboran. Steam kick terjadi karena perbedaan tekanan antara tekanan steam dengan tekanan di permukaan,” kata Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API), Priyandaru Effendi saat dihubungi PABUMNew melalui pesan WhatsApp. Selasa (26/4/2022).

Lebih lanjut Priyandaru menyampaikan, Saat pengeboran kadangkala hidrogen sulfida (H2S) ikut keluar.

“H2S ikutan keluar saat steam kick. Sebenarnya ada alat namanya H2S detector di sekitar aktivitas yang  fungsinya memberikan peringatan saat ada H2S yang keluar melebihi ambang batas,” jelasnya.

Adapun besar cadangan panas bumi di sana, menurut Priyandaru, pihak perusahaan (PT SMGP) sedang melakukan pemboran sumur produksi, dalam rangka penambahan 50 MW.

Berkaitan dengan pihak yang mengusulkan menutup Proyek PT SMGP, Priyandaru mengatakan, Sangat tidak setuju.

Menurutnya,perusahaan harus melakukan analisis untuk mencari akar permasalahan. Kemudian memperbaiki sistem keamanannya.

“Industri pesawat sistem keamanannya sangat ketat. Namun begitu juga masih ada kecelakaan pesawat. Apakah kita mesti tutup industri penerbangan untuk menghindari kecelakaan? Tentu saja tidak. Perusahaan harus terus menyempurnakan sistem keamanannya,” bebernya.

Sementara menurutnya, Jarak aman pemboran dari masyarakat persisnya harus perusahaan harus melakukan simulasi dispersion model.

Baca Juga  Destinasi Wisata Panas Bumi Curug Cipanas Nagrak

“Untuk mengetahui persisnya berapa jaraknya, harus melakukan simulasi dispersion model. Nanti akan keluar output jarak zona amannya,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) mengeluarkan 5 rekomendasi untuk penanganan semburan liar (blow out) yang diikuti dengan keluarnya gas H2S ketika berlangsung pengeboran sumur panas bumi T-12 proyek PLTP Sorik Marapi, PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP).

Direktur Panas Bumi sekaligus Kepala Inspektur Panas Bumi (KAIP) Harris mengungkapkan Kementerian ESDM juga telah membentuk Tim Investigasi Kementerian ESDM yang hari ini telah berada di lokasi untuk melakukan investigasi.

Tak hanya itu, Direktur Panas Bumi/Kepala Inspektur Panas Bumi (KAIP) juga telah menerbitkan surat instruksi penghentian sementara kegiatan pengeboran dan uji alir sumur kepada SMGP dengan pertimbangan aspek keselamatan dan perlindungan lingkungan, sebagaimana keterangan dari Pak Harris, Direktur Panas Bumi/KAIP.

Sementara itu mengenai penyebab semburan tersebut, Haris mengungkapkan hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan di lapanan.

“Tim investigasi KESDM masih di lapangan dan masih melakukan pengumpulan data dan fakta, jadi belum bisa menyimpulkan penyebabnya,” ujarnya.

Terkait upaya penanganan saat ini salah satunya berfokus untuk memberikan perawatan yang optimal terhadap korban yang terdampak paparan gas H2S. Saat ini kondisi kesehatan korban semakin membaik dan beberapa orang warga sudah kembali pulang ke rumah.

“Kementerian ESDM berharap agar semua pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif agar upaya pemulihan dapat berjalan dengan lancar,” kata Harris.

Harris menambahkan bahwa Kementerian ESDM akan mengambil langkah tegas untuk menegakkan peraturan K3LL panas bumi dalam rangka menciptakan pengusahaan panas bumi yang aman dan ramah lingkungan.

Baca Juga  PLTP Indonesia akan Mencapai 5.240 MW, Posisi Nomor Satu Dunia di 2026

PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) yang merupakan pengembang pada proyek PLTP Sorik Marapi, melaporkan bahwa pada tanggal 24 April 2022, terjadi semburan liar (blow out) yang diikuti dengan keluarnya gas H2S ketika berlangsung pengeboran sumur panas bumi T-12.23 Apr 2022 19:40

Semburan liar merupakan salah satu potensi bahaya yang dapat terjadi dalam kegiatan pengeboran sehingga prosedur dan peralatan untuk pencegahannya juga harus melewati persiapan yang matang.

PLTP Sorik Marapi saat ini mengoperasikan 2 unit pembangkit dengan kapasitas pembangkitan 90 MW yang membantu meningkatkan keandalan jaringan transmisi ketenagalistrikan Sumatera Utara.

Dalam rangka pengembangan PLTP Sorik Marapi Unit III, SMGP melakukan kegiatan pengeboran sumur panas bumi yang salah satunya sumur T-12 untuk penyediaan suplai uap PLTP Unit III.

Pengeboran sumur T-12 mulai dilaksanakan sejak tanggal 20 April 2022 dan rencananya berlangsung selama 44 hari dengan target kedalaman 2700 m.

Ketika terjadi steam kick, kedalaman sumur baru mencapai 370 m dan belum mencapai zona reservoir sehingga memiliki kemungkinan kecil terjadinya steam kick.

Dari penelusuran terhadap data-data pengeboran, penyebab munculnya semburan liar tersebut berasal dari sumur T-11 yang berjarak kurang lebih 7 meter dari sumur T-12.

Tim Kementerian ESDM terus melakukan pendalaman untuk menemukan penyebab semburan liar tersebut.

Dampak dari kejadian tersebut, dilaporkan sebanyak 19 orang warga masyarakat dan 2 orang kru pengeboran terpapar gas H2S yang keluar dari semburan liar.***

Berita ini 152 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Surat Menkeu Sri Mulyani terkait PLN, Bocor ke Publik

Berita

Sabang, Perkuat Wisata Bahari dengan Wisata Panas Bumi

Berita

Pemerintah Kaji Upaya Ringankan Pengembang Panasbumi

Berita

PLTP Sokoria akan Sumbang Energi Bersih 5 MW Februari 2020

Berita

Pemkab Tapanuli Utara Berharap Kepemilikan Saham dari PLTP Sarulla
Kebijakan Transisi Energi Nasional

Berita

Kemenkeu Perkuat Fasilitas Dana Pembiayaan Infrastruktur Panas Bumi

Berita

Wapres JK, “Pemerintah Dukung Pengembangan Energi Panasbumi”

Berita

Tokoh Ulama Banten Buka Kembali Jalan Menuju PLTP Batu Kuwung