Home / Berita

Senin, 25 Maret 2019 - 12:10 WIB

Dirjen EBTKE Sutidjastoto: Pengembangan EBT Harus Dibarengi “Creating Market”

PLTP Mataloko yang dioperasikan PLN (Dok. PLN)

PLTP Mataloko yang dioperasikan PLN (Dok. PLN)

PLTP Mataloko di NTT (Dok. PLN)

PABUMNews- Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) harus dibarengi dengan pembangunan pasar (creating market) di lokasi pengembangan EBT sehingga tenaga listrik EBT yang dibangun terserap.

Direktur Jenderal (Dirjen) EBTKE, Kementerian ESDM, FX Sutidjastoto, mengatakan, mendorong pemanfataan potensi EBT sembari membangun pasar tenaga listriknya adalah strategi pemerintah yang sekarang ini tengah dijalankan.

Dijelaskannya, sinergitas pembangunan pembangkit listrik EBT dibarengi dengan penciptaan pasar tenaga listriknya sedang dilakukan di Halmahera, Maluku, yang memiliki potensi panasbumi (geothermal) yang besar. Di sana sejumlah sektor industri juga berencana membangun pabrik. Di antaranya, shelter, industri perikanan, dan pelabuhan.

Baca Juga  Bekas Pengeboran Panasbumi di Rimbo Panti Dibiarkan

“Ini yang kita fasilitasi, membangun klaster-klaster, membuat market. Jadi kita create market itu smelter didorong, kemudian industri perikanan kita dorong. Lah karena creating market ini lah yang kemudian kita dorong panas bumi berkembang,” ujar Sutijastoto kepada Bisnis Indonesia, Jumat (22/3/2019).

Ditegaskannya, pengembangan EBT sehingga menjadi pemasok utama pembangkit listrik di Indonesia harus giat dilakukan, demi mencapai target bauran energi sebesar 23% pada 2025 mendatang.

Baca Juga  Warga Sarulla Surati Presiden Memohon Listrik Gratis

Saat ini, bauran energi pembangkit listrik dari EBT baru mencapai 12,4%. Sepanjang 2017-2018, ada 74 kontrak pembangkit listrik EBT yang sudah diteken oleh PT. PLN (Persero).

Dari 74 kontrak yang ada, 5 pembangkit listrik sudah beroperasi. Kemudian, 30 pembangkit sedang dalam tahap konstruksi dan 39 lainnya masih dalam tahap persiapan pendanaan (financial close).

“Yang kami upayakan ya itu, kita tidak hanya menjadi market [pembangkit EBT] tetapi juga membangun industri. Insya Allah bisa tercapai sesuai target 2025,” ujarnya. (es, sumber Bisnis Indonesia)

Berita ini 58 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Panasbumi Indonesia di Mata Bank Dunia

Berita

Kunker ke PLTP Kamojang, Komisi VI DPR RI Dukung Penuh Pemanfaatan Panas Bumi sebagai Sumber Energi Bersih

Berita

Pembangunan PLTP Muara Laboh Unit II Dimulai Tahun Ini

Berita

Pengembang Panasbumi Baturaden Perbaiki Objek Wisata Curug Cipendok

Berita

Komitmen Bali Gunakan Energi Bersih dan Panasbumi Bedugul

Berita

Wamen ESDM Yakin Pemanfaatan Panasbumi Gunung Talang Berikan Dampak Positif

Berita

Anggota Komisi VII DPR RI Rofik Hananto: PLTP Small Scale Dieng Dimonitor Khusus Staf Kepresidenan

Berita

Buka IIGCE 2023, Wapres Maruf Amin Ingatkan Dua Hal Terkait Pengembangan Panas Bumi