Home / Berita

Senin, 22 Januari 2018 - 09:28 WIB

Ditjen EBTKE Peroleh Penghargaan Kementerian KLH

Dirjen EBTKE Rida Mulyana menerima penghargaan dari Kementerian KLHK (foto:esdm)

PABUMNews-Kementerian ESDM melalui Ditjen EBTKE telah mencapai mitigasi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sektor energi sebesar 33,9 juta ton CO2 pada tahun 2017. Angka itu melampaui target dari yang telah ditetapkan sebesar 33,6 juta ton CO2.

Atas pelaksanaan Mitigasi Nasional tersebut, Direktur Jenderal EBTKE, Rida Mulyana memperoleh penghargaan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar, dalam rangkaian pembukaan Festival Iklim 2018 yang dilaksanakan di Manggala Wanabhakti Jakarta Selasa tanggal 16 Januari 2018 lalu.

Pemerintah Indonesia memang terus berupaya untuk menurunkan emisi GRK) sebagai implementasi komitmen negara atas Paris Agreement. Komitmen Indonesia terhadap dampak perubahan iklim tertuang dalam Undang-Undang Nomor 16 tahun 2016 tentang Ratifikasi Paris Agreement, dengan target mereduksi emisi GRK sebesar 29% pada tahun 2030 (tanpa bantuan asing). Di sektor energi sendiri, komitmen untuk mendukung target tersebut diwujudkan dengan menurunkan emisi GRK sebesar 314 – 398 juta ton CO2 pada tahun 2030.

Baca Juga  Potensi EBT Indonesia Capai 441 GW

Untuk mitigasi emisi di bidang energi, Indonesia mengambil langkah sebagai berikut: (1) transfer subsidi BBM ke sektor produktif; (2) peningkatan penggunaan EBT menjadi 23% dari konsumsi energi nasional pada tahun 2025; dan (3) pengolahan limbah menjadi sumber energi.

Baca Juga  ESDM Cabut 32 Regulasi, ADPPI: Tak Berdampak Apa Pun Terhadap Pengembangan Panasbumi

Sementara itu, target untuk penurunan emisi GRK pada tahun 2018 adalah sebesar 36 juta ton CO2. Pemerintah optimis target tersebut dapat tercapai dengan pertimbangan potensi peningkatan mitigasi emisi GRK sektor energi yang masih tinggi yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam memenuhi target 23% bauran EBT.

Dalam beberapa tahun ke depan, sektor energi akan menjadi pengemisi GRK terbesar nasional, sehingga diperlukan upaya peningkatan mitigasi GRK dengan tetap mempertimbangkan kepentingan pembangunan nasional. Selain itu, upaya tersebut juga harus mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak termasuk Kementerian/Lembaga terkait. (es)

Berita ini 4 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Regulasi Pengembangan Panasbumi InkonsisĀ­ten

Berita

Keren, Green Bond Star Energy Geothermal Jadi Rebutan Investor Global

Berita

Ketum ADPPI Hasanuddin Berharap Presiden Segera Menyelesaikan Kendala Pengembangan Panasbumi

Berita

Emisi Panasbumi Hanya 1/15 Batubara

Berita

IIGW ke-9, Ketua API: Harga Panas Bumi Tak Bisa Andalkan Bisnis to Bisnis Semata

Berita

Revisi Target 35.000 MW Upaya Realistis

Berita

Potensi “Energi Hijau” di Kalimantan Timur

Berita

Selama Ramadhan, Ada Takjil Gratis di Pemandian Air Panas Sari Ater