Home / Berita

Rabu, 16 Oktober 2019 - 13:40 WIB

Geo Dipa Bangun PLTP Skala Kecil 10 MW

PLTP Dieng, Jawa Tengah yang dikelola Geo Dipa (Foto: Geomagz)

PABUMNews -Pembangunan PLTP Dieng 10 MW (small scale) di Jawa Tengah yang dilakukan PT Geo Dipa Energi, telah sampai pada kontrak pengadaan turbin uap dan generator.

Mengutip “Thinkgeoenergy” (Selasa, 15 Oktober 2019), Toshiba Energy Systems & Solutions Corporation (TESSC) Jepang menyatakan, pihaknya telah memenangkan kontrak pengadaan turbin uap dan generator tersebut bersama dengan PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT).

“Turbin dan generator akan dipasok untuk Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal Skala Kecil Dieng yang berlokasi di Jawa Tengah, Indonesia,” tulis rilis pihak Toshiba seperti dimuat Thinkgeoenergy.

PT Geo Dipa Energi (Persero), lanjutnya, perusahaan energi panas bumi milik negara Indonesia. Perusahaan ini menargetkan PLTP 10 MW mulai beroperasi komersial pada bulan Maret 2021.

Baca Juga  Hentikan Sementara Pekerjaan Infrastruktur, PT SAE Fokus ke Pananganan Lingkungan

PLTP skala kecil ini dibangun di dataran tinggi Dieng dan berlokasi di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Dieng Unit 1 yang sudah ada, yang telah beroperasi sejak 2002.

Untuk pembangkit listrik baru ini, Toshiba ESS akan memasok “Geoportable (TM)”

Geoportable (TM)” adalah sistem pembangkit listrik kompak yang dikembangkan oleh Toshiba ESS untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi skala kecil dengan output mulai dari 1 MW hingga 20 MW. Sistem ini menggunakan teknologi canggih, misalnya, material tahan gas korosif terdepan, yang sangat penting untuk turbin uap panas bumi, dan desain unik untuk jalur uap, yang mengarah pada kinerja dan keandalan yang tinggi.

Baca Juga  Bupati Sumedang: Pemanfaatan Panas Bumi Tampomas Bisa Sejahterakan Masyarakat

Takao Konishi, Direktur dan Wakil Presiden Senior Sistem Daya Div. di Toshiba ESS, berkomentar, “Kami dapat menawarkan berbagai sistem pembangkit listrik tenaga panasbumi dari 1 MW hingga 200 MW. Di Indonesia, Toshiba ESS telah memasok sistem pembangkit listrik panas bumi skala besar dengan output agregat 239 MW untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Sarulla, pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di Indonesia, dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Patuha,” jelasnya. (es)

Berita ini 22 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Soal Pemanfaatan Panas Bumi WK Kaldera Danau Banten, Ini Pernyataan Sekum ADPPI

Berita

Dorong Percepatan Pemanfaatan Panas Bumi, Kementerian ESDM Pantau Progres Pembangunan Dua PLTP

Berita

Indonesia Butuh Lembaga Seperti GNS Milik Pemerintah Selandia Baru

Berita

Tahun 2019, PLTP Kamojang Hemat Rp 1,5 Triliun Dibanding Pembangkit Fosil

Berita

Panasbumi Suoh Lampung dan Keramik Belerang di Gunung Ratu

Berita

The 7th IIGCE 2019 Diluncurkan, Prijandaru: Ketahanan Energi Tak Mungkin Tanpa Panasbumi

Berita

Ali Ashat: Cost Recovery Migas Belum Tentu Cocok untuk Panas Bumi

Berita

Geo Dipa dan Ide PLN Mencaplok Pertamina