Home / Berita

Selasa, 25 September 2018 - 14:19 WIB

Geo Dipa dan PLN Belum Sepakat Harga Listrik Candradimuka

PABUMNews- PT. Geo Dipa Energi dengan PT. PLN belum menemukan kata sepakat mengenai harga jual listrik dari WKP Candradimuka, Banjarnegara, Jawa Tengah, yang rencananya akan segera dieksplorasi.

Direktur PT. Geo Dipa Energi, Riki F. Ibahim, mengatakan, WKP Candradimuka rencananya akan dikembangkan dengan kapasitas 40 megawatt (MW). Pihaknya menawarkan harga listrik dari Candradimuka US$10 sen per kWh, namun PLN menginginkan US$ harga 6,7 sen per kWh. Harga itu di bawah biaya pokok penyediaan (BPP) daerah setempat.

Oleh karena itu, Riki menyebutkan, eksplorasi untuk WKP Candradimuka masih menunggu kesepakatan dengan PLN.

Baca Juga  PGE Area Lumut Balai Kenalkan Panas Bumi ke Siswa SD

Dijelaskannya, Geo Dipa Energi telah mendapatkan alokasi dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk melakukan eksplorasi WKP Candradimuka. Rencananya, pihak GDE akan melakukan pengeboran tiga sumur slim hole dengan anggaran kurang lebih US$6 juta—US$7 juta. Biaya untuk mengebor satu sumur slim hole diperkirakan US$2,5 juta.

“Pengeboran tersebut bertujuan untuk mengetahui secara pasti kapasitas cadangan panasbumi yang tersedia,” katanya.

Proyek pengembangan Area Prospek Candradimuka telah ditetapkan sebagai percontohan dalam penggunaan pendanaan infrastruktur sektor panasbumi (PISP). Melalui skema pendanaan ini, risiko kegagalan eksplorasi dapat ditanggung pemerintah sebesar 50%.

Baca Juga  Nenny Saptadji Raih Penghargaan Women in Geothermal

Skema pendanaan tersebut diatur dalam PMK No. 62/PMK.08/2017 tentang Pengelolaan Dana Pembiayaan Infrastruktur Sektor Panas Bumi Pada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Sarana Multi Infrastruktur.

Namun, karena terkendala kesepakatan harga, pencairan dana belum bisa dilakukan sehingga eksplorasi pun masih harus menunggu.

“Enggak mungkin orang kasih pinjam dana, tetapi tidak ada kepastian dari pembeli,” ungkap Riki seperti dirilis Bisnis.com Senin (17/9/2018) pekan lalu.

Pengembangan Candradimuka telah dimulai sejak Desember 2016 dengan diawali oleh pelaksanaan survei rinci geologi, geokimia, dan geofisika. Kapasitas cadangan wilayah tersebut diperkirakan sebesar 90 MW.(es)

 

Berita ini 3 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Jepang Memperluas Eksplorasi Panas Bumi

Berita

Jepang Memperluas Eksplorasi Panas Bumi

Berita

Dukung Pengembangan Panasbumi Wae Sano, SMI Perhatikan Aspek Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitar

Berita

Di Air Panas Penindaian Lahat, Ribuan Butir Telur Matang dalam Hitungan Menit

Berita

ADPPI Gelar Rapat Kerja Nasional Oktober 2018

Berita

Ekspedisi di Sulawesi Utara, Peneliti Jerman Hasilkan Metode Baru untuk Eksplorasi Panasbumi

Berita

Banyak Situs dan Ditolak Pemda, Proyek PLTP Gunung Lawu Kemungkinan Kembali Ditunda
Sarulla Geothermal Power

Berita

Bermitra di PLTP Sarulla, Kini Medco dan Ormat Bermitra Pula di Proyek Panasbumi Ijen

Berita

ADPPI: “Permen ESDM 50 Tahun 2017 Perlu Direvisi”