Home / Berita

Senin, 21 Januari 2019 - 11:35 WIB

GEOCAP, Lembaga Kerjasama Panasbumi Indonesia- Belanda Tutup Kegiatan dengan Simposium

(sumber foto: ThinkGeoEnergy)

PABUMNews- GEOCAP, sebuah lembaga kerjasama pengembangan panasbumi antara Indonesia dengan Belanda, akan menggelar simposium di Erasmus Huis, Jakarta, pada 6 Februrai 2019 yang akan datang. Kegiatan ini merupakan kegiatan pamungkas GEOCAP setelah lima tahun melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan panasbumi di Indonesia.

Salah satu acara yang cukup menarik adalah digelarnya GEOCAP Open Science Day. Dalam kegiatan ini GEOCAP akan berbagi prestasi ilmiahnya dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan panasbumi di Indonesia.

Berbagai kalangan direncanakan hadir dan memberikan presentasinya dalam kegiatan tersebut. Di antaranya pengurus API (Asosiasi Panasbumi Indonesia) yang akan memaparkan pandangannya tentang perkembangan panasbumi Indonesia menuju tahun 2025.

Selain itu akan dihadirkan pula sejumlah akademisi panasbumi dari Indonesia yang akan memaparkan tentang pemanfaatan langsung panasbumi untuk industri (di antaranya pengeringan teh), kemudian akan hadir pula Yunus Daud, pakar panasbumi UI yang akan membawakan makalah tentang cara mengoptimalkan Teknologi Pencitraan MT untuk mengurangi risiko pengeboran panasbumi.

Ahli panasbumi dari Belanda pun akan membawakan makalah ilmiahnya dalam kegiatan itu. Di antaranya Fred Beekman dari Universitas Utrecht yang akan memabawakan makalah Eksplorasi Panasbumi di Belanda.

Baca Juga  Sabang, Perkuat Wisata Bahari dengan Wisata Panas Bumi

Dalam kesempatan tersebut, hasil survei panasbumi di Bajawa NTT yang dilakukan dari udara pada 2018 lalu pun akan dipresentasikan oleh Dani Mardiati dari Universitas Gadjah Mada. Dan masih banyak kegiatan lainnya terkait pengembangan panasbumi di Indonesia.

Kegiatan GEOCAP

Bagaimana GEOCAP melakukan kegiatan untuk pengembangan panasbumi di Indonesia?

Tudelf.nl menerbitkan sebuah artikel yang menggambarkan kegiatan seorang penelitinya di Indonesia. Artikel yang kemudian dikupas pula oleh ThinkGeoEnergy ini menceritakan kegiatan Fiorenza Deon peneliti geologi dari Italia dalam program GEOCAP.

Dalam artikel itu disebutkan, Fiorenza Deon telah mendatangi sejumlah daerah di Indonesia. Tujuan utama penelitiannya adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi tenaga panasbumi dan menggunakan panas dari bumi untuk menghasilkan listrik.

Tudelf menyebutkan pula, untuk Indonesia, negara yang didominasi oleh gunung berapi, panasbumi adalah sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar.

Dalam penelitiannya Fiorenza Dion tak sendirian, tapi juga didampigi oleh Prof. David Bruhn dan Dr. Auke Barnhoorn. Fokus penelitiannya pada sifat-sifat batuan reservoir yang cocok untuk keperluan panasbumi.

“Tujuan kami adalah untuk meningkatkan karakterisasi batuan reservoir,” jelas Deon. “Untuk itu kita perlu pemahaman yang lebih baik tentang bawah permukaan. Dengan mempelajari bebatuan dan air permukaan, pada akhirnya kita akan dapat menentukan area mana yang cocok untuk membangun pembangkit panasbumi,” tambah Deon.

Baca Juga  Masyarakat Solok Selatan Kini Miliki Gelora Energy, Hibah dari Perusahaan Panas Bumi

Salah satu kegiatan Deon adalah mengumpulkan sampel batuan dan air dari berbagai daerah di beberapa pulau di Indonesia, termasuk Jawa dan Flores.

“Kami mengambil sampel di daerah terpencil yang datanya sangat sedikit, dan di daerah di mana pembangkit panasbumi sudah beroperasi,” jelasnya.

Transfer pengetahuan

Menurut Deon, kegiatan GEOCAP lebih dari sekadar pencarian data, tapi juga kerjasama dengan berbagai mitra dan transfer pengetahuan.

“Fokus dari proyek ini adalah pada peningkatan pasokan tenaga listrik di Indonesia sambil mengurangi produksi CO2. Tidak mungkin melakukan ini tanpa bantuan. Kerjasama bilateral menawarkan keuntungan besar bagi semua pihak yang terlibat,” jelasnya.

Untuk mempromosikan transfer pengetahuan ini, tim menyediakan pelatihan dan lokakarya di Institut Teknologi Bandung, salah satu universitas tempat tim bekerja.

Di luar kegiatan prioritasnya di bidang panasbumi, menurut Deon yang berasal dari Italia itu, melaksanakan program GEOCAP ada hal yang juga sangat menarik, yakni ia jadi mahir bahasa Indonesia dan mengenal berbagai budaya Indonesia. (es)

Berita ini 5 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Ikut Atasi Covid-19, Perusahaan Panas Bumi PT SEML Salurkan Bantuan Alat Kesehatan

Berita

PLN dan ESDM Belum Sepakat Soal Harga Listrik, Lelang Lima WKP Panasbumi Tertunda

Berita

Pemerintah Diminta Selesaikan Sengketa PLTP Dieng-Patuha

Berita

Pemerintah Atur Wisata Air Panasbumi

Berita

Jawab Tren Dekarbonisasi, Pertamina akan Genjot Pemanfaatan Panas Bumi

Berita

Pemkab Manggarai Barat dan Tetua Adat Wae Sano Kirim Surat ke Bank Dunia, Ini Isinya

Berita

Menanti Aliran Listrik dari Panasbumi Rantau Dedap

Berita

Tahun 2019 PGE Bidik Pemanfaatan Langsung Panasbumi