Home / Berita

Minggu, 17 September 2017 - 15:34 WIB

Gubernur Sumbar dan EBT

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno

PABUMNews-Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, dinilai sebagai kepala odaerah terbaik dalam inisiatif mendorong energi baru dan terbarukan (EBT) hingga kurun waktu tahun 2017. Atas usahanya tersebut, Irwan menerima penghargaan Anugerah Energi Lestari GATRA 2017 dari majalah Gatra.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, di Hotel Luwansa, Jakarta, Jumat (15/9).

Sejumlah provinsi lain pun menjadi penilaian oleh team Gatra, namun berdasarkan berbagai pertimbangan dan kriteria oleh team Pakar Gatra yang bekerjasama dengan Kementerian ESDM, akhirnya Gubernur Sumatera Barat dipilih sebagai kepala daerah/gubernur yang berinisiatif mendorong perkembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia tahun 2017.

Irwan memang layak menerima penghargaan tersebut. Hingga tahun 2017 ini pengusahaan dan penggunaan “clean and green” energi EBT di Sumatera Barat tumbuh siginifikan, terutama untuk tenaga air dan tenaga panasbumi.

Untuk tenaga panasbumi, sebentar lagi PLTP Muara Laboh di Kabupaten Solok Selatan akan beroperasi. PLTP yang dikelola PT Supreme Energy Muara Laboh ini berkapasitas 2×110 megawatt (MW) Untuk tahap awal, perusahaan tersebut menargetkan mampu memproduksi listrik sebesar 86 Mega Watt (MW) dan COD pada tahun 2019.

Baca Juga  Pemerintah Respon Gelombang Protes  PLTP Baturaden

Listrik produksi SEML berkontribusi dalam pencapaian target 7.000 MW energi terbarukan yang dicanangkan pemerintah hingga 2025. Untuk di Sumbar sendiri, kontribusi listrik SEML pada 2019 sebesar 10,58 persen dengan beban puncak 756 MW.

Sementara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM), di Sumbar berdiri di puluhan tempat. Yang telah beroperasi di antaranya Napal Melintang, Lubuk Gadang, Manggani, Lubuk Sao II, dan Sangir Hulu. Selain itu ada juga di Guntung di Kabupaten Agam dengan kapasitas 4000 KW, Induring di Kabupaten Pesisir Selatan dan Lintau 1 di Kapubaten Tanah Datar kapasitas 9000 KW. Sejumlah proyek untuk menghasilkan EBT juga siap dibangun dengan target penyelesaian pada tahun 2026.

“Alhamdulillah malam ini kami menerima anugerah sebagai kepala daerah yang mempunyai inisiatif mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan tahun 2017,” ujar Irwan Prayitno saat menerima penghargaan.

Baca Juga  Presiden Jokowi Sampaikan Tujuh Instruksi Terkait Pandemi Covid-19

Ia menambahkan, inisiatif pengembangan “green energy” di Sumatera Barat sangat penting, mengingat kontur alam Sumbar yang memiliki potensi tersebut, serta mendorong pelestarian kualitas lingkungan dalam proses pembangunan.

Dikatakan Irwan Prayitno, dalam mengembangkan EBT, Pemprov Sumbar telah melakukan banyak hal, yaitu memberikan kemudahan berinvestasi dalam bentuk regulasi, mendorong pembangunan PLTMH yang ramah lingkungan, pengembangan panasbumi, pembangunan PLTS di daerah-daerah terpencil yang belum terlistriki oleh PLN, membuat roadmap Sumbar sebagai lumbung energi hijau.

“Di samping itu bekerjasama dengan Ditjen EBTKE dalam pengembangan EBT di Sumbar, dan mengirim tim teknis ke Jerman untuk mempelajari konsep EBT,” ungkapnya.

Irwan memang memiliki harapan besar tentang penggunaan energi baru terbarukan di Sumatera Barat. Bahkan di kesempatan lain, ia sempat menyatakan, pengupayaan EBT di Sumatera Barat kelak bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan Sumbar sendiri tapi juga untuk memenuhi kebutuhan energi provinsi-provinsi lain di Sumetera (ES)

Berita ini 7 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Pri Utami Ahli Panasbumi Sampaikan Pemanfaatan Energi Bersih Panasbumi di PBB

Berita

Ciater, Air Panas Bumi dan Pandemi

Berita

Bauran Energi Lebihi Target Penjualan Listrik Melambat

Berita

Sekilas tentang Muhammad Ali, Sofyan Basir dan PLN

Berita

Dibina Star Energy, Petani Jamur di Pangalengan Sukses Olah Limbah Baglog Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Berita

Sengketa GDE dengan BGE, Ketum ADPPI: Kewenangan Manajemen GDE Terbatas

Berita

Hilmi Panigoro, “Industri Fosil Suatu Saat akan jadi Sunset”

Berita

Tahun 2018 Ini, Pemanfataan Panasbumi Indonesia Benar-benar Salip Filipina