Home / Berita

Sabtu, 16 September 2017 - 16:54 WIB

Hingga Tahun 2025, Indonesia Butuhkan Ribuan Tenaga Panasbumi

Penandatangan kerjasama antara Geo Dipa Energi dengan ITB, UGM, UI, dan Trisakti dalam pengembangan industri panasbumi dalam acara “The 6th IndoEBTKE ConEx 2017” lalu (foto: esdm.go.id)

PABUMNews-Pemerintah menargetkan pengembangan energi panasbumi sebesar 7200 MW pada 2025. Hingga September 2017 ini total kapasitas panasbumi Indonesia baru mencapai 1698,5 MW. Artinya masih kekurangan sebesar ± 5501,5 MW yang harus didapatkan dalam kurun waktu 8 tahun.

Untuk memenuhi target tersebut, selain membutuhkan anggaran besar, Indonesia juga sangat memerlukan tenaga-tenaga handal di bidang panasbumi, baik dari kalangan profesional maupun teknisi.

Pakar panasbumi Sayogi Sudarman dalam acara workshop panasbumi di Universitas Indonesia tahun lalu, memprediksi, sedikitnya Indonesia membutuhkan 1.800 profesional dan 2.500 teknisi untuk membangun dan mengisi proyek PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi) baru di sejumlah WKP.

Menurut Sayogi, hingga 2025 kapasitas terpasang energi panasbumi Indonesia antara 2.000 – 3.300 MW. Lepas dari tidak tercapainya target pemerintah, Sayogi mengatakan, untuk megusahakan  energi panasbumi sebesar itu, Indonesia membutuhkan tenaga-tenaga handal di bidang panasbumi.

“Saya perkirakan sebanyak 1.000 – 1.800 profesional dan sekitar 2.500 teknisi atau operator sangat dibutuhkan untuk mengisi lapangan-lapangan panasbumi tersebut,” katanya.

Baca Juga  Panasbumi Tangkuban Parahu, Jadikan Ciater Objek Wisata Favorit

Ia menambahkan, para profesional yang dibutuhkan adalah lulusan yang memiliki kualifikasi sesuai dengan kebutuhan industri panasbumi. Untuk memenuhi kualiifikasi itu, bisa melalui keikutsertaan dalam program magang di lapangan, field trip camp, job training dan mengikuti kursus formal seperti di Universitas Auckland Selandia Baru, Universitas Kyoto dan Kyushu Jepang.

“Adanya lulusan pendidikan geothermal yang belum bekerja atau menganggur, itu terjadi biasanya karena kualifikasi lulusannya belum sesuai dengan kebutuhan industri,” ungkapnya.

Respon Perguruan Tinggi

Kebutuhan akan tenaga di bidang panasbumi memang kian meningkat seiring dengan makin menggeliatnya pengusahaan panasbumi di Indonesia. Sejumlah perusahaan pengembang energi panasbumi pun mulai membangun kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi. Di sisi lain, pihak perguruan tinggi pun mencoba adaptif terhadap kebutuhan tersebut dengan mendirikan program panasbumi atau geothermal.

ITB, UI, UGM, Tri Sakti, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya telah beberapa tahun lalu mendirikan program panasbumi di tingkat pasca sarjana.

Sejak tahun 2008 lalu, ITB mendirikan Program Magister Teknik Geothermal.

“Kita harus tetap optimis untuk menemukan mahasiswa-mahasiwa yang cerdas dan tangguh dan memenuhi standar industri. Kami saat ini benar-benar menyeleksi  mahasiswa yang benar-benar luar biasa dan memiliki passion yang kuat di bidang panasbumi,” kata Manajer Program Magister Teknik Geothermal ITB Nenny Miryani Saptadji.

Baca Juga  Terpilih Jadi Pengurus API 2023 - 2026, Berikut Profil Julfi Hadi, Supriadinata Marza dan Riza Passiki

Hal sama juga dilakukan di Universitas Indonesia. Di perguruan tinggi ini didirikan Program Magister Eksplorasi Geothermal dengan menyediakan kelas malam dan akhir pekan. Para praktisi panasbumi bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan akademiknya.

“Beberapa praktisi dari Star Energy, Supreme Energy dan Chevron juga telah mengikuti program kami, termasuk 15 staf dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi Kementerian Energi dan Sumbedaya Mineral,” ujar Ketua Program Magister Geothermal Universitas Indonesia Yunus Daud.

Di UI juga didirikan Pusat Riset Panasbumi yang melibatkan pakar-pakar dari lintas fakultas seperti Fakultas Sains (MIPA), Teknik, Ekonomi dan rumpun-rumpun ilmu sosial.

Sementara UGM, sejak tahun 2011 UGM sudah meneken MOU dengan Pemerintah Selandia Baru untuk penelitian, pendidikan dan pengembangan panasbumi di Indonesia. Di pasca sarjana perguruan tinggi ini berdiri Teknologi Panas Bumi. (ES)

Berita ini 123 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Ini Kerjasama PLN dengan SMI Bangun EBT

Berita

Dirjen EBTKE Rida Mulyana Optimis Target Kapasitas Panasbumi Tercapai

Berita

Air Panas Candi Umbul, Tempat Mandi Bangsawan di Zaman Raja Syailendra

Berita

Mengenal Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API)

Berita

Banyak Situs dan Ditolak Pemda, Proyek PLTP Gunung Lawu Kemungkinan Kembali Ditunda

Berita

Peneliti Greenpeace Indonesia Sebut Kebijakan Pemerintah Tidak Pro Energi Terbarukan

Berita

Garap 8 WKP, Lima Perusahaan Panasbumi Masuki Tahap Pra Joint Venture dengan PLN

Berita

Disesalkan, Program 35.000 MW Masih  Utamakan Energi Berbasis Batu Bara