Home / Berita / Nasional

Kamis, 19 Agustus 2021 - 08:00 WIB

Holding Geothermal Untuk Kedaulatan Energi Nasional

Gedung Kementerian BUMN, Jakarta

Gedung Kementerian BUMN, Jakarta

Tujuan utama Holding Geothermal adalah untuk kedaulatan energi nasional. Pembentukan holding ini merupakan konsolidasi sektor sejenis yang saat ini masih terpisah. Konsolidasi bertujuan untuk menggabungkan perusahaan dan anak perusahaan BUMN yang memiliki sektor bisnis panas bumi sehingga menjadi proses bisnis yang besar dan terintegrasi.

PABUMNews – Tujuan utama pembentukan Holding Geothermal adalah untuk menjaga kedaulatan energi nasional. Di tengah perkembangan energi terbarukan di dunia, pemerintah melalui kementerian BUMN terus berupaya melakukan efisiensi dan efektivitas usaha melalui penggabungan beberapa perusahaan dan anak perusahaan BUMN. Keputusan pemerintah untuk menyatukan sejumlah perusahaan dan anak perusahaan BUMN yang berada dalam klaster yang sama menjadi satu holding adalah untuk memperkuat perusahaan dalam mengembangkan bisnis-nya. Selain itu, untuk efektivitas pemerintah melakukan merger dan likuidasi beberapa perusahaan BUMN.

Pendirian holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebenarnya sudah sejak akhir pemerintahan orde baru. Namun pada era pemerintahan Presiden Jokowi (2014 – 2019) konsep holding terhadap perusahaan BUMN gencar dilakukan. Di periode ke dua pemerintahannya, Presiden Jakowi terus merancang pendirian holding BUMN melanjutkan keberhasilan pada periode sebelumnya.

Hingga saat ini pemerintah telah berhasil membuat tujuh holding BUMN yaitu holding pupuk, semen, perkebunan, kehutanan, tambang, migas dan farmasi. Pembentukan holding tersebut memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan perusahaan.

Baca Juga  Perusahaan Panasbumi PT SEML Bagikan Bantuan Alat Kerja untuk Korban Banjir Solok Selatan

Di tahun 2021 ini rencananya salah satu holding yaitu holding Geothermal harus sudah terbentuk. Tujuan utama Holding Geothermal adalah untuk kedaulatan energi nasional. Pembentukan holding ini merupakan konsolidasi sektor sejenis yang saat ini masih terpisah. Konsolidasi bertujuan untuk menggabungkan perusahaan dan anak perusahaan BUMN yang memiliki sektor bisnis panas bumi sehingga menjadi proses bisnis yang besar dan terintegrasi.

Dukungan PLN Terhadap Holding Geothermal

Di tengah penolakan Serikat Pekerja-nya, PLN memberikan dukungan penuh terhadap pembentukan holding geothermal. Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi, mengatakan bahwa kebijakan yang saat ini sedang berjalan akan membuat meningkatnya nilai tambah energi dan sumber daya alam Indonesia menjadi lebih besar serta membawa manfaat se-optimal mungkin.

Sebelum penugasan BUMN, fokus pengembangan panas bumi PLN adalah pembangkitan di remote area yang membutuhkan listrik tetapi dari sisi permintaan masih rendah dan tidak menarik bagi investor panas bumi. Sedangkan Indonesia Power mendapatkan penugasan dari PLN unruk mengelola pembangkit listrik exsisting.

“Pembentukan holding geothermal adalah misi besar Pemerintah untuk mengoptimalkan potensi geothermal 25 giga watt Indonesia. Sehingga potensi ini dapat memberikan kemakmuran bagi negara dan masyarakat. Demi tujuan itu, PLN siap mendukung terbentuknya holding geothermal,” ungkap Agung.

Baca Juga  Mari Elka Pangestu: Indonesia Harus Bersiap Hadapi Trend Global Penggunaan EBT

Pembentukan holding ini dalam rangka efisiensi proses bisnis dan operasi, mulai dari eksplorasi sampai ke pembangkitan listrik yang terintegrasi. Konsolidasi ini akan memaksimalkan nilai tambah untuk semua pihak yang terlibat dalam holding ini. Perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar yang selanjutnya di harapkan akan membawa manfaat bagi masyarakat secara umum.

Holding ini akan menjaga keterjangkauan (affordability) harga listrik pelanggan PLN karena akan menerapkan skema efisiensi beban tambahan penyediaan tenaga listrik. Oleh karena itu menurut Agung, jika beberapa pihak menganggap bahwa holding tidak nasionalis, justru kontradiktif.

“Kami memahami betul kenapa serikat pekerja melayangkan protes terkait pembentukan holding ini. Tetapi jika melihat dari perspektif yang lebih luas, melalui holding ini, PLN, Geo Dipa dan Pertamina akan bekerjasama sehingga nantinya dapat memunculkan satu kekuatan pengelolaan bersama panas bumi Indonesia, tambahnya (hn)

 

Berita ini 121 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Sarulla Geothermal Power

Berita

Indonesia Gantikan Amerika Serikat sebagai Pelopor Panasbumi

Berita

PLTP Muara Laboh Jawaban atas Sering Terjadinya Pemadaman di Solok Selatan

Berita

Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca, Pemerintah akan Genjot Energi Bersih Panasbumi

Berita

Listrik Panasbumi Muara Laboh Mengalir, Bupati Solok Selatan Siap Undang Investor

Berita

Selandia Baru Terus Dukung Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia
logo API

Berita

Launching IIGCE 2017: API Dukung Target 7200 MW

Berita

Inilah 22 Titik Potensi Panasbumi di Sulawesi Tengah

Berita

Penundaan Pengeboran Sebabkan Investasi Panasbumi Tak Penuhi Target