Home / Berita / Nasional

Rabu, 28 Juli 2021 - 10:01 WIB

Holding Panas Bumi Batu Loncatan Energi Bersih Nasional

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sorik Marapi di Sumatera Utara. (Foto: Dok. Kementerian ESDM)

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sorik Marapi di Sumatera Utara. (Foto: Dok. Kementerian ESDM)

PABUMNewsHolding BUMN panas bumi akan menjadi loncatan besar pengembangan energi nasional. Di tengah tuntutan global dan komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi karbon, hadirnya Holding Geothermal Indonesia menjadi angin segar pengembangan renewable energy di Indonesia.

Tujuan utama pembentukan holding BUMN panas bumi ini adalah untuk akselerasi pengembangan bisnis panas bumi yang saat ini masih belum optimal.

Tim akselerasi dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-71/MBU/03/2021 tentang pembentukan tim percepatan pengembangan bisnis geothermal Indonesia, yang di tandatangani tanggal 12 Maret 2021.

Tim akselerasi dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-71/MBU/03/2021 tentang pembentukan tim percepatan pengembangan bisnis geothermal Indonesia, yang di tandatangani tanggal 12 Maret 2021, keputusan berlaku hingga 31 Desember 2021.

Tim Akselerasi Bisnis Panas Bumi

Tim akselerasi bisnis panas bumi dalam salinan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-71/MBU/03/2021 terdiri dari tiga level.

  1. Steering committee, Menteri BUMN Erick Thohir sebagai ketua, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury termasuk dalam steering committee ini.
  2. Organizing Committee (OC) yang diketuai oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini dan Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Riki Firmandha Ibrahim sebagai anggota OC.
  3. Project Management Office (PMO) yang diketuai oleh Direktur Strategi, Portofolio & Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) Iman Rachman. Anggota PMO diisi oleh Direktur Perencanaan Korporat PT PLN (Persero) Evy Haryadi, Direktur Utama PT Pertamina Power Indonesia (PPI) Dannif Danusaputro, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Ahmad Yuniarto dan Direktur Operasi dan Pengembanagn Niaga PT Geo Dipa Energi (Persero) Dodi Herman.

Hasil Kajian Tim Akselerasi Bisnis Panas Bumi

Pada gelaran Indonesia Green Summit 2021 (26/7), Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury dalam pemaparannya menyatakan bahwa hasil kajian pembentukan holding panas bumi telah diserahkan dan disepakati ke Komisi VI DPR RI.

Isi dokumen tersebut menjelaskan tahapan pelaksanaan pembentukan holding panas bumi meliputi tiga tahapan, yaitu:

  1. Tahap I, tahap ini meliputi Kick off pembentukan Holding BUMN Panas Bumi dan melakukan kajian bersama terkait inventarisasi aset masing-masing perusahaan yang berkaitan dengan panas bumi. Kajian bersama dilakukan pada bulan April – Juni 2021.
  2. Tahap II, waktu pelaksanaan tahap ini pada bulan Juni – Agustus 2021 meliputi tahap persetujuan bersama atas dokumen kajian, kemudian dilanjutakan dengan transaksi aset hilir panas bumi milik PLN (PLN G&G dan Indonesia Power) kepada PGE.
  3. Tahap III, waktu pelaksanaan tahap ini pada bulan Agustus – November 2021 meliputi tahap Signing of Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) saham Geo Dipa Energy yang dimiliki oleh Kementerian Keuangan oleh Pertamina/PLN dengan Pemerintah.

Rangkuman Hasil Kajian Bersama

Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury dalam paparannya menyebutkan rangkuman hasil kajian bersama holding panas bumi, sebagai berikut:

(1) Telah dilakukan proses bersama antara PLN, Pertamina dan Geo Dipa dengan arahan dari Kementerian BUMN dan difasilitasi oleh lead consultant Mandiri Sekuritas untuk melaksanakan kajian ekosistem panas bumi. Kajian ini menghasilkan usulan struktur ekosistem bisnis panas bumi dan telah disepakati bersama oleh Organizing Committee dan sesuai arahan Kementerian BUMN hasil kajian ini agar segera dijalankan untuk mendukung pengembangan bisnis panas bumi serta rencana IPO PGE yang ditargetkan pada bulan November 2021.

(2) Dalam pelaksanaan pembentukan holding panas bumi, hasil kajian mengusulkan empat opsi, yaitu:

a. Opsi Pertama – Jual beli/pengalihan aset.

    • Tahap 1, pengalihan aset hilir panas bumi milik PLN dan Geo Dipa kepada PGE
    • Tahap 2, sewa kembali aset dari PGE oleh PLN dan PGE

b. Opsi Kedua – Merger antara PGE dan GDE

    • Tahap 1, inbreng saham Geo Dipa ke Pertamina/PLN
    • Tahap 2, merger PGE dan Geo Dipa dengan Geo Dipa sebagai surviving entity
    • Tahap 3, inbreng aset dan liabilitas hilir panas bumi PLN Group ke PGE

c. Opsi Ketiga – Inbreng saham PGE ke Geo Dipa

    • Tahap 1, inbreng saham Geo Dipa ke Pertamina/PLN
    • Tahap 2, inbreng saham PGE ke Geo Dipa
    • Tahap 3, inbreng aset dan liabilitas hilir panas bumi PLN Group ke PGE

d. Opsi Keempat – Struktur nilai saham dengan nominal berbeda.

    • Tahap 1, inbreng aset dan liabilitas hilir panas bumi PLN Group ke PGE
    • Tahap 2, inbreng saham PGE ke Geo Dipa
    • Tahap 3, penambahan klasifikasi saham Geo Dipa untuk mengakomodir saham yang akan diambil oleh Pertamina dan PLN

(3) Opsi pertama dipilih sesuai arahan Kementerian BUMN. Opsi ini dipilih untuk mendukung rencana IPO PGE. Pada tahapan implementasi akan diterapkan opsi 1 dan secara bertahap menuju opsi kedua. Arahannya meliputi poses konsolidasi yang dilaksanakan secara bertahap dari opse pertama menuju opsi kedua dengan tahapan yaitu pengalihan aset hilir panas bumi milik PLN Group kepada PGE sebelum pelaksanaan IPO, selanjutnya adalah proses akuisisi saham GDE oleh Pertamina/PLN melalui settlement piutang kepada Pemerintah yang dilanjutkan dengan merger PGE dan Geo Dipa.

(4) Fokus pelaksanaan opsi pertama adalah transaksi pengalihan aset dari PLN kepada PGE. Aset yang menjadi prioritas awal adalah aset hilir PLN yang berada di Wilayah Kerja (WK) panas bumi milik PGE yang saat ini dikelola oleh PT Indonesia Power (anak perusahaan PLN).

Reaksi Keras SP PLN Terkait Pemindahan Aset PLN

Dalam conference press-nya pada hari Selasa, 27 Juli, SP PLN Group yang meliputi SP PLN, PP IP dan SP PJB menyatakan bahwa Serikat Pekerja PLN Group menolak tegas rencana pengalihan aset tersebut.

SP PLN Group berpendapat bahwa berdasarkan regulasi yang memili kewenangan untuk memimpin holding kelistrikan adalah PLN bukan PGE. Selanjutnya mereka menyoroti rencana IPO PGE, mereka menganggap bahwa rencana tersebut akan menyebabkan harga listrik dan akan membebani masyarakat.

Tanggapan ADPPI

Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Panas Bumi Indonesia (ADPPI) Hasanuddin menyatakan bahwa apapun dinamika yang terjadi saat ini, ADPPI secara organisasi mendukung penuh pembentukan holding panas bumi dengan catatan proses inventarisi dan pengalihan aset dilakukan secara terbuka agar publik paham kenapa holding ini harus segera dibentuk.

Terkait dengaan penolakan SP PLN terhadap kepemimpinan PGE pada holding panas bumi, Hasanuddin menambahkan hal tersebut adalah hal yang biasa dan itu semua terjadi pada proses holding BUMN di sektor lain. Jadikan penolakan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran demokrasi di negara ini dan menjadi pertimbangan Kementerian BUMN untuk mengambil langkah dalam pembentukan holding ini.

Menurut Hasanuddin yang harus menjadi fokus bersama adalah mempercepat pembentukan holding ini, karena dengan adanya holding ini pengembangan panas bumi di Indoneisa akan menjadi lebih cepat dan terarah. “Kepentingan kami ADPPI, dari holding ini kedepannya panas bumi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di daerah-daerah pengahsil melalui pembagian dana hasil panas bumi” tambahnya.

Berita ini 530 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Presiden Tidak Perlu Turun Tangan di Sengketa PLTP Dieng-Patuha

Berita

Janji Rida, Regulasi Tarif Listrik akan Diperbaiki

Berita

Bali Bersiap Jadi Pulau Bersih Ramah Lingkungan

Berita

Fitch Solutions: Tahun 2022 Panasbumi Indonesia Salip Amerika Serikat
Kepmen ESDM Dana Bagi Hasil Panas Bumi

Berita

Kepmen ESDM Dana Bagi Hasil Panas Bumi

Berita

Kementerian ESDM Gelar Hari Jadi  Pertambangan dan Energi ke-72

Berita

Perusahaan Panasbumi PT SEML Bagikan Bantuan Alat Kerja untuk Korban Banjir Solok Selatan
Hubungan Air Tanah dan Panas Bumi

Berita

Hubungan Air Tanah dan Panas Bumi