Home / Berita

Jumat, 1 November 2019 - 16:35 WIB

Indonesia Gantikan Amerika Serikat sebagai Pelopor Panasbumi

Sarulla Geothermal Power Plant, Indonesia

Sarulla Geothermal Power Plant, Indonesia

PABUMNews – “Indonesia menggantikan AS sebagai pelopor panasbumi pada tahun 2027, kata para analis”. Begitu judul berita yang dirilis situs luar negeri, nsenergybusiness.com, anak media ns.com, pada 28 Oktober 2019.

Andrew Fawthrop, penulis berita itu, mengungkapkan sejumlah alasan mengapa Indonesia akan menyalip Amerika (yang sekarang menjadi negara dengan kapasitas panasbumi terbesar di dunia).

Dengan mengutip data-data dari GlobalData, berita itu menyatakan, proyek-proyek baru di Indonesia yang akan beroperasi beberapa tahun ke depan, akan bisa menyusul AS sebagai negara terkemuka di dunia untuk kapasitas panasbumi.

Negara ini (Indonesia), lanjutnya, saat ini memiliki empat PLTP terbaik dan terbesar di dunia. Selain itu, proyek-proyek yang ditargetkan beroperasi di masa-masa mendatang dan saat ini dalam berbagai tahap pengembangan, akan mendongkrak kapasitas panasbumi Indonesia menjadi 5 GW.

Baca Juga  Tahun 2021, Panas Bumi Cisolok-Sukarame Dieksplorasi dengan Skema Government Drilling

“PLTP Gunung Salak di Indonesia, yang beroperasi sejak 1994, memiliki kapasitas aktif terbesar saat ini 375 MW, sementara proyek Sarulla 1, yang baru beroperasi dua tahun lalu, telah menghasilkan 330MW.

Berita itu pun menurunkan data 10 PLTP terbaik dan terbesar di dunia. Dari 10 PLTP yang diklaim terbaik tersebut, empat PLTP di Indonesia masuk di dalamnya, bahkan PLTP Gunung Salak ditempatkan di urutan 1, kemudian PLTP Sarulla 1 di urutan kedua. Sementara PLTP Darajat ditempatkan di urutan ke empat, dan PLTP Wayang Windu di urutan keenam (lihat tabel).

Baca Juga  Pemandian Air Panas Bumi Juku Batu di Way Kanan, Suguhkan Sensasi Alam Perbukitan

Intinya, berita itu menyatakan bahwa pemanfaatan energi panasbumi di Indonesia sekarang ini sedang tumbuh. Bahkan Bank Dunia telah menyetujui pinjaman $ 150 juta untuk Indonesia untuk investasi dalam infrastruktur tenaga panasbumi. Pinjaman itu disertai pula dengan dana hibah sebesar $ 127,5 juta dari Green Climate Fund dan the Clean Technology Fund.

Benarkah Indonesia akan menyalip Amerika pada tahun 2027?

Pertanyaan itu tentu harus diluruskan. Persoalan inti dari panasbumi, bukan menyusul atau tidak menyusul Amerika, tapi mampukah energi bersih yang melimpah dan merupakan local wisdom negeri ini dimanfaatkan secara optimal sehingga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat? (es)

Berita ini 134 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

ADB Setuju Kucurkan Rp 4,5 Triliun untuk Kembangkan PLTP Patuha dan Dieng
Pembangkit Panas Bumi Pertama

Berita

Pembangkit Panas Bumi Pertama Di Seluruh Dunia

Berita

Indonesia Kini Negara Terbesar Kedua dalam Panasbumi

Berita

Panas Bumi Jawa Timur Tersebar di 13 Titik, Berikut Rinciannya

Berita

ADPPI Minta Penugasan Pengusahaan Panasbumi Ditunda

Berita

Tahun 2017, Produksi Listrik Geo Dipa Energi Naik 30 %

Industri

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Lepas 25 Persen Saham ke Publik

Berita

Sri Mulyani : Pemanfataan Panasbumi Mendukung Ketahanan Energi Nasional