Home / Berita

Sabtu, 27 Oktober 2018 - 13:47 WIB

Indonesia Tawarkan Kerjasama Panasbumi kepada Rusia

PLTP Pauzhetsky, PLTP tertua di Rusia

PABUMNews- Panasbumi menjadi salah satu subsektor yang ditawarkan pihak Indonesia kepada pihak Rusia dalam kerjasama di bidang ketengalistrikan.

Menurut Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian ESDM Sujatmiko, saat ini Indonesia masih terus berupaya meningkatkan penyediaan listrik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pemerintah Indonesia juga saat ini mendorong pemanfaatan energi terbarukan.

“Diharapkan Rusia dapat menjadi mitra kerjasama yang handal bagi Indonesia dan kerjasama yang telah terjalin dapat berkembang di masa yang akan datang,” ujar Sujatmiko, Rabu (24/10) laluseperti dirilis laman esdm.go. id.

Sujatmiko yang memimpin delegasi Indonesia dalam Working Group On Energy RI dan Rusia pada tanggal 24-26 Oktober 2018 menambahkan, Indonesia menawarkan kepada Rusia untuk menanamkan investasinya di sektor ESDM.

Baca Juga  Alirkan Listrik PLTP Muaralaboh, PLN Segera Bangun 303 Tower SUTT

“Saat ini investasi sektor ESDM masih sangat menjanjikan dan iklim investasi di Indonesia saat ini sudah lebih baik dan lebih ramah bagi investor. Selain terus berupaya meningkatkan penyediaan listrik, Indonesia juga masih terus berupaya meningkatkan produksi migas dan berharap pihak Rusia bisa menjalin kerjasama dengan Indonesia,” tuturnya.

Di sektor migas, Rosneft, perusahaan asal Rusia sudah masuk ke Indonesia dan menjadi mitra PT Pertamina (Persero) dalam pembangunan kilang Tuban.

“Di subsektor ketenagalistrikan investor Rusia dapat menanamkan investasi dan kerjasama dalam pembangunan pembangkit maupun perbaikan terhadap proyek-proyek yang telah ada,” tuturnya.

Selain di bidang panasbumi, Indonesia juga menawarkan kerjasama di bidang hidro, pemasokan turbin gas ke Indonesia, termasuk di bidang pelayanan design engineering.

Baca Juga  Sertakan Ahli Panasbumi ITB dan UPNVY, PLN Studi Banding ke Selandia Baru

Sementara itu, meskipun kapasitas terpasang panasbumi dalam energi kelistrikan Rusia relatif kecil, namun persentasenya paling banyak digunakan kedua di Rusia dalam sektor EBT.

Negara beruang merah ini sudah lama mengembangkan pembangkit listrik tenaga panasbumi, yang pertama adalah di Pauzhetka, Kamchatka, pada tahun 1966, dengan kapasitas 5 MW.

Sebagian besar sumber daya panasbumi di Rusia saat ini digunakan untuk kebutuhan non kelistrikan, di antaranya memanaskan permukiman di Kaukasus Utara dan Kamchatka. Setengah dari produksi panasbumi digunakan untuk memanaskan rumah dan bangunan industri, sepertiga digunakan untuk memanaskan rumah kaca dan 13% digunakan untuk proses industri. (es)

Berita ini 19 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita

Perusahaan Panasbumi PGE Berkontribusi Kurangi Emisi Karbon 2,58 Juta Ton/Tahun

Berita

Eksplorasi Panasbumi di Madiun-Ponorogo  Masih Tunggu Izin Menhut

Berita

Tahun 2023 Geo Dipa Diharapkan Bisa Terangi 540.000 Rumah

Berita

Inilah Penyesuaian UU Panas Bumi di Dalam RUU Ciptaker

Berita

Fitch Solutions: Tahun 2022 Panasbumi Indonesia Salip Amerika Serikat

Berita

Bank Dunia Setuju Gelontorkan 150 Juta USD untuk Pengembangan Panasbumi Indonesia

Berita

PLTP Kamojang Kembali Peroleh Penghargaan

Berita

BPPT Kembali Rencanakan Bangun PLTP Skala Kecil, Lokasinya di Sibayak